Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas

soroti-dugaan-suap-bem-ubk-didi-mahardhika-minta-gerakan-mahasiswa-jaga-integritas-uup

Didi Mahardhika Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Minta Jaga Integritas Mahasiswa

Didi Mahardhika: New Policy Perlu Diimplementasikan untuk Memperkuat Integritas Gerakan Mahasiswa

Beritasosial.com – Dalam konteks New Policy yang baru diusulkan, Didi Mahardhika, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra dan Ketua Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis, menyoroti isu dugaan suap yang menimpa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK). Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjamin transparansi dan kepercayaan publik terhadap organisasi mahasiswa. “New Policy ini dirancang agar gerakan mahasiswa tetap menjadi kekuatan moral yang mampu mengawal kebijakan pemerintah dan institusi pendidikan secara objektif,” ujarnya dalam keterangan kepada media pada hari Sabtu (4/7/2026).

Didi berharap kebijakan New Policy bisa menjadi panduan bagi BEM UBK dan gerakan mahasiswa lainnya untuk menjaga integritas selama proses pengambilan keputusan. Menurutnya, isu suap yang mengemuka tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa, tetapi harus dipertimbangkan secara serius dalam rangka memperbaiki sistem pengawasan. “Dengan New Policy, kita bisa memastikan bahwa praktik korupsi tidak lagi menggerogoti kepercayaan masyarakat terhadap peran mahasiswa dalam pembangunan bangsa,” tambahnya.

Struktur Pengelolaan UBK dan Dugaan Suap BEM UBK

Menyusul keberhasilan pendirian Universitas Bung Karno, Didi Mahardhika menekankan pentingnya kejelasan dalam pengelolaan institusi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejak kematian ibunya, Rachmawati Soekarnoputri, pada 2021, ia telah memutuskan untuk tidak lagi secara langsung terlibat dalam manajemen yayasan maupun kampus. Namun, ia tetap memantau dinamika organisasi mahasiswa di UBK.

BEM UBK, sebagai bagian dari gerakan mahasiswa, sempat menjadi sorotan karena dugaan suap dalam penerimaan beasiswa dan pengadaan perlengkapan akademik. Didi menilai bahwa dengan diterapkannya New Policy, perlu ada mekanisme pengawasan yang lebih ketat untuk menghindari manipulasi kekuasaan. “Saya percaya bahwa kebijakan ini akan membantu menciptakan lingkungan akademik yang adil dan berintegritas, serta menjaga kredibilitas gerakan mahasiswa sebagai aktor penting dalam kebijakan nasional,” ujarnya.

Peran Mahasiswa dalam New Policy

Didi Mahardhika memandang bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab besar dalam memperjuangkan keadilan dan transparansi. Dalam konteks New Policy, ia menekankan bahwa kritik terhadap pemerintah harus berlandaskan fakta, bukan sekadar pengaruh politik. “New Policy ini juga berisi pernyataan bahwa mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral yang mampu mengawal kebijakan, bukan hanya sekadar menjadi bagian dari perebut kekuasaan,” jelasnya.

Menurutnya, gerakan mahasiswa yang baik tidak hanya fokus pada kekuasaan internal, tetapi juga harus mampu memberikan masukan yang konstruktif untuk kebijakan luar. “Kritik yang berkualitas adalah bagian dari demokrasi, tetapi harus selaras dengan tujuan memperkuat program yang sudah ada, bukan sekadar menghentikannya,” tambahnya. Ia menilai bahwa New Policy bisa menjadi alat untuk mengukur kinerja dan kejujuran gerakan mahasiswa dalam menghadapi tantangan politik.

Didi juga mengingatkan bahwa suap tidak hanya merusak reputasi BEM UBK, tetapi juga bisa memengaruhi kepercayaan publik terhadap seluruh gerakan mahasiswa. Ia berharap kebijakan New Policy dapat mengubah pola kerja dan pengawasan organisasi mahasiswa menjadi lebih ketat, sehingga tidak ada ruang bagi praktik korupsi. “Dengan adanya New Policy, diharapkan setiap keputusan yang diambil oleh BEM UBK akan lebih terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Dalam wawancara lebih lanjut, Didi menjelaskan bahwa New Policy juga melibatkan pelibatan mahasiswa dalam evaluasi kebijakan kependidikan. Ia menilai bahwa dengan memperkuat peran mahasiswa, gerakan tersebut bisa menjadi garda depan dalam mengawal pembangunan sistem pendidikan yang adil. “Saya percaya bahwa mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan yang tidak tergantung pada kepentingan pihak tertentu, sehingga bisa memberikan panduan yang jujur dan berimbang,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *