BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah – Terparah di Banjarbaru Kalsel

BNPB: Tiga Wilayah Terkena Kebakaran Hutan dan Lahan, Banjarbaru Paling Parah
Beritasosial.com – BNPB – Pada pertengahan Juli 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tiga daerah di Indonesia yang dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peristiwa tersebut terjadi di Mojokerto, Jawa Timur; Banjarbaru, Kalimantan Selatan; serta Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dalam laporan terbaru per 16 Juli 2026, BNPB memperlihatkan upaya pemadaman yang sedang berlangsung di semua titik api.
Kebakaran di Mojokerto
Api hutan dan lahan mencapai luas sekitar dua hektare di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (14/7/2026). Pemadaman dilakukan oleh BPBD Mojokerto bersama instansi lainnya, dengan mengerahkan dua unit fire pumper dan dua unit water supply. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.45 WIB.
Lokasi Kebakaran di Banjarbaru
Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada hari yang sama. Area terbakar tersebar di empat kelurahan, yaitu 7,6 hektare di Kelurahan Cempaka; 5 hektare di Landasan Ulin Timur; 0,2 hektare di Guntung Manggis; serta 2 hektare di Landasan Ulin Tengah. Total luas lahan yang terbakar mencapai 14,8 hektare.
Dalam upaya mengendalikan api, BPBD Banjarbaru bekerja sama dengan tim gabungan melakukan pemadaman di semua titik. Menurut laporan pada Rabu (15/7/2026), seluruh area yang terbakar telah berhasil dipadamkan.
Kebakaran di Penajam Paser Utara
Duanya kebakaran hutan dan lahan di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Rabu (15/7/2026). Luas lahan yang terbakar mencapai 2,42 hektare. Tim pemadaman terdiri dari DPKP Pos Penajam, DPKP Pos Petung, Brigade Karlabun Distan PPU, BPBD PPU, Polres PPU, Satpol PP, Koramil Penajam, serta Kapospol Petung. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama, tanpa terjadi perluasan.
“Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam musim kemarau sepanjang Juli 2026,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam laporannya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Abdul, beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan mengalami hari tanpa hujan yang sangat panjang. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko karhutla. “BNPB juga mengajak masyarakat menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau. Hindari membuka lahan dengan cara membakar, jangan buang puntung rokok di area kering, serta segera lapor apabila menemukan titik api,” tambahnya.
Lihat video: Indonesia Darurat Karhutla, Jangan Sampai Peristiwa Karhutla 2015 Terjadi Lagi
