Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok – 8 Unit Damkar Dikerahkan

kebakaran-landa-tpa-cipayung-depok-8-unit-damkar-dikerahkan-htv

Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan

Beritasosial.com – Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok terjadi pada malam hari Rabu, 16 Juli 2026, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat. Kebakaran ini menyebabkan asap tebal yang mengganggu penglihatan warga sekitar dan mengancam lingkungan sekitar. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok langsung merespons dengan mengerahkan delapan unit kendaraan pemadam kebakaran, yang terdiri dari 32 personel, untuk mengendalikan api yang membara. Dengan cepat, petugas berhasil mengisolasi api agar tidak meluas ke area lain.

Sumber Api dan Upaya Penanganan

“Kejadiannya kalau tadi menurut informasi jam setengah delapan malam. Kemudian penyebabnya apa, itu nanti masih kita perlu investigasi dulu ya,”

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, api pertama kali terlihat sekitar pukul 19.30 WIB di wilayah TPA Cipayung. Ia menjelaskan bahwa api awalnya berasal dari satu titik, kemudian menyebar ke area tumpukan sampah yang berdekatan. Namun, petugas melakukan upaya penanganan yang cepat, sehingga kebakaran tidak mengakibatkan kerusakan besar. Reni menegaskan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan sementara adalah mungkin karena percikan api dari sampah kering yang mudah terbakar.

Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok juga menimbulkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan. Asap yang menghiasi langit malam hari tersebut menyebabkan kualitas udara di sekitar TPA turun drastis. Masyarakat sekitar, terutama warga yang tinggal di dekat area pembuangan sampah, mengeluhkan kesulitan bernapas dan gangguan aktivitas harian. Petugas kebersihan serta Damkar terus berkoordinasi untuk memastikan api tidak kembali membara, dengan melakukan penyiraman air intensif dan pemeriksaan tumpukan sampah.

Deteksi Dini dan Kordinasi Antarkabupaten

Kebakaran di TPA Cipayung Depok tidak hanya ditangani oleh Damkar Kota Depok, tetapi juga melibatkan kordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta instansi lainnya. Reni menyebutkan bahwa deteksi dini oleh petugas kebersihan menjadi kunci keberhasilan penanganan. “Pemantauan rutin oleh tim di lapangan memungkinkan kami mengambil tindakan cepat,” ujarnya. Selain itu, petugas dari Pemadam Kebakaran juga berusaha mencegah api menyebar ke area terdekat seperti pusat penampungan sampah atau tempat industri.

Peristiwa kebakaran di TPA Cipayung Depok juga menyoroti pentingnya sistem pemantauan kebakaran yang terintegrasi. Reni menambahkan bahwa DLHK sedang merancang penambahan sensor kebakaran di sekitar TPA untuk meminimalkan risiko serupa di masa depan. Sebagai langkah darurat, petugas melakukan penyiraman air berkelanjutan hingga api benar-benar padam. Kebakaran ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana serupa.

Dampak dan Penanganan Pasca Kebakaran

Setelah api berhasil dipadamkan, proses pendinginan masih dilakukan oleh tim pemadam kebakaran untuk menghindari risiko kebakaran berulang. Reni menjelaskan bahwa proses ini memakan waktu sekitar 10 jam, dengan petugas terus melakukan pemeriksaan sementara dan memastikan tidak ada percikan api yang menyala kembali. “Kita masih memantau secara ketat, terutama di area tumpukan sampah yang belum dingin,” tuturnya.

Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok juga menyebabkan gangguan arus lalu lintas di sekitar lokasi. Jalan-jalan di dekat TPA ditutup sementara untuk memudahkan operasi pemadam. Warga yang tinggal di sekitar area mengunggah video dan foto ke media sosial, memperlihatkan asap yang mengalir ke kawasan pemukiman. Selain itu, kebakaran ini memicu seruan dari masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang keamanan dan pencegahan kebakaran di TPA.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok juga mengambil langkah untuk mengevaluasi potensi bahaya dari bahan-bahan yang dibuang ke TPA. Sampah berbahan bakar seperti plastik, kertas, dan limbah organik dianggap sebagai faktor risiko utama. Reni mengatakan bahwa DLHK akan meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah dan memperketat pengawasan di area rawan terbakar. Kebakaran ini juga menjadi bahan evaluasi untuk merevisi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Depok.

Berikutnya, pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengurangi sampah di TPA. “Kami berharap warga bisa lebih sadar dalam memilah sampah, terutama yang mudah terbakar,” ujar Reni. Dalam jangka pendek, TPA Cipayung akan tetap beroperasi dengan kapasitas penuh, meski dengan penguatan pengamanan. Pemadaman kebakaran dan pemeriksaan tumpukan sampah akan terus berlangsung hingga Jumat (17/7/2026) pukul 06.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *