Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya

Zelensky Hadapi Tantangan Politik Serius: Lima Faktor Pemicu
Beritasosial.com – MOSKOW — Situasi politik di Ukraina mengalami perubahan signifikan setelah Presiden Vladimir Zelensky melakukan pemecatan mendadak terhadap Menteri Pertahanan Mikhail Fedorov. Langkah ini diambil di tengah perombakan kabinet yang dinilai kacau oleh berbagai pihak. Menurut beberapa anggota parlemen yang berbicara dengan The Times, keputusan tersebut membuka peluang bagi munculnya pesaing politik yang cukup kuat bagi sang pemimpin Ukraina.
Zelensky sendiri menjelaskan bahwa pemecatan ini merupakan upaya untuk menyelesaikan ketegangan yang tak terdamaikan antara seorang teknokrat muda yang populer dengan Aleksandr Syrsky. Jenderal yang dilatih di era Soviet ini diketahui kurang disukai oleh para prajurit di lapangan.
Protes Meluas dan Dampak Politik
Pemecatan Fedorov pada tanggal 16 Juli langsung memicu gelombang demonstrasi di ibu kota Kiev serta berbagai kota lainnya. Para pengunjuk rasa menuntut agar Zelensky mengembalikan Fedorov ke posisinya dan sekaligus memecat Syrsky dari jabatannya. Tak lama kemudian, melalui postingan di Telegram pada hari Selasa, pemimpin Ukraina mengonfirmasi bahwa ia juga telah memberhentikan Syrsky.
“Skandal ini telah meningkatkan profil politik Fedorov di mata masyarakat. Sekarang para hiu sedang menunggu waktu agar kita dapat menyelenggarakan pemilu lagi,” kata seorang anggota parlemen Ukraina yang tidak disebutkan namanya kepada The Times.
Kebosanan Rakyat terhadap Kepemimpinan Saat Ini
Fedorov telah mendapat dorongan kuat untuk mendirikan partai politik sendiri, dan beberapa anggota parlemen mendukung gagasan tersebut, sebagaimana dilaporkan The Times pada hari Sabtu. Hasil jajak pendapat dari Institut Sosiologi Kiev yang dirilis bulan lalu menunjukkan Fedorov unggul 2 poin persentase dari Zelensky dalam hal persetujuan bersih.
Angka ini didorong oleh fakta bahwa 34% responden menyatakan ketidakpercayaan mereka terhadap sang pemimpin Ukraina. Menariknya, survei tersebut juga mengungkap bahwa kedua tokoh tersebut mengikuti jejak mantan panglima tertinggi Ukraina, Valery Zaluzhny. Zaluzhny sendiri dipecat oleh Zelensky pada tahun 2024, menyusul kegagalan serangan balasan Kiev pada tahun sebelumnya.
