Pertikaian Memanas, PM Israel Netanyahu Sebut Republik Islam Inggris
Netanyahu Menggugat Inggris: “Republik Islam” di Tengah Ketegangan Diplomatik
Beritasosial.com – Hubungan antara Israel dan Inggris sedang mengalami masa-masa sulit. Pertikaian Memanas PM Israel Netanyahu dengan London semakin jelas setelah pemimpin Israel melontarkan sindiran tajam terhadap salah satu sekutu tertua Eropa. Dalam sebuah podcast yang disiarkan pada Kamis, 13 Agustus 2026, Benjamin Netanyahu menyebut Inggris sebagai “Republik Islam Inggris”. Pernyataan kontroversial ini muncul sebagai respons terhadap liputan media Inggris yang dianggapnya tidak adil terhadap Israel.
Sindiran terhadap Media dan Referensi Sejarah
Netanyahu membandingkan pemberitaan kontemporer dengan masa lalu, khususnya menyinggung penulis asal Inggris, Randolph Churchill. Ia memuji Churchill karena pemberitaannya yang mendukung Israel selama Perang Enam Hari pada tahun 1967. Dengan nada sinis, Netanyahu menambahkan bahwa sulit menemukan hal serupa di Inggris saat ini.
“Cobalah cari hal seperti itu di Inggris saat ini—yang bisa Anda sebut sebagai Republik Islam Inggris,”
Komentar ini juga tampaknya merujuk pada pernyataan JD Vance pada tahun 2022 yang memprediksi Inggris akan menjadi negara Islamis pertama dengan senjata nuklir. Netanyahu kemudian mengaitkan hal ini dengan situasi di Timur Tengah dan peran Iran di kawasan tersebut.
“Ada yang bilang republik Islam pertama yang memiliki senjata nuklir adalah Republik Islam Inggris. Kami memastikan tidak akan ada lagi negara seperti itu di sini, di Iran,”
Kritik dari Komunitas Yahudi Inggris
Komentar Netanyahu mendapat respons keras dari komunitas Yahudi Inggris dan Irlandia. Mereka menilai pernyataan tersebut penuh kebencian dan berpotensi memecah belah masyarakat. Banyak anggota komunitas yang merasa tersinggung dengan cara pemimpin Israel menggambarkan negara yang mereka tinggali.
“Di saat antisemitisme, kebencian terhadap Muslim, dan perpecahan sosial menimbulkan ketakutan nyata di seluruh negeri kita, bahasa semacam ini berbahaya dan tidak bertanggung jawab,”
Rabi Charley Baginsky dan Rabi Josh Lev, yang memimpin Movement for Progressive Judaism, menegaskan bahwa Netanyahu tidak berbicara atas nama umat Yahudi Inggris. Mereka merasa pernyataan tersebut tidak mencerminkan pandangan komunitas mereka.
“Perdana Menteri Netanyahu tidak berbicara mewakili orang Yahudi Inggris. Kata-katanya tidak mewakili kami,”
Gavin Barwell, mantan kepala staf Downing Street di bawah Theresa May, menyebut komentar tersebut sebagai bentuk “Islamofobia yang terang-terangan”. Ia berharap masyarakat Inggris kini menanggalkan anggapan bahwa Netanyahu adalah sahabat mereka.
Ketegangan Diplomatik yang Meningkat
Meskipun hubungan tradisional antara kedua negara kuat, ketegangan mulai meningkat sejak Partai Buruh yang progresif berkuasa di Inggris pada tahun 2024. Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer, Inggris mengambil beberapa langkah diplomatik penting yang berbeda dari kebijakan sebelumnya.
Pemerintahan Starmer menunda pembicaraan perdagangan bebas dengan Israel dan menangguhkan sejumlah izin ekspor senjata. Seperti yang dilakukan Prancis, Inggris juga menjatuhkan sanksi terhadap anggota kabinet Israel dari sayap kanan, yaitu Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich. Selain itu, Inggris bergabung dengan sekutu seperti Prancis dan Kanada dalam mengakui negara Palestina.
Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, baru-baru ini meminta maaf atas respons awal Partai Buruh terhadap tindakan Israel di Gaza. Ia mengakui bahwa partai tersebut terlambat menyerukan gencatan senjata dan perlu mengambil langkah lebih tegas.
“Itulah sebabnya kita perlu berbuat lebih banyak, termasuk mempertimbangkan sanksi tambahan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kekerasan di Gaza serta langkah-langkah untuk melarang perdagangan barang dengan permukiman ilegal. Kita harus melakukan lebih banyak upaya untuk menekan pemerintah Israel,”
Analisis: Titik Terendah dengan Kesamaan Tujuan
Rodwan Abouharb, profesor madya bidang hubungan internasional di University College London, menilai sindiran Netanyahu menandai titik terendah baru dalam hubungan Inggris-Israel. Namun, ia juga mencatat adanya banyak kesamaan tujuan kebijakan antara kedua negara terkait Iran.
“Komentar Netanyahu mungkin lebih ditujukan untuk kepentingan domestik, yakni guna memperkuat koalisi pemerintahannya yang sedang retak,”
Di sisi lain, Iran juga baru saja menyetujui rencana aksi strategis untuk Selat Hormuz, yang melarang semua kapal musuh untuk melintas melalui perairan tersebut. Situasi ini menambah kompleksitas hubungan internasional di kawasan tersebut.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Ketegangan Inggris-Israel
Apa penyebab utama ketegangan antara Inggris dan Israel? Ketegangan terutama disebabkan oleh kebijakan Partai Buruh Inggris yang lebih kritis terhadap Israel, termasuk penangguhan ekspor senjata dan pengakuan terhadap negara Palestina.
Bagaimana reaksi komunitas Yahudi Inggris terhadap pernyataan Netanyahu? Komunitas Yahudi Inggris merasa tersinggung dan menyatakan bahwa pernyataan Netanyahu tidak mewakili pandangan mereka.
Apa implikasi jangka panjang dari ketegangan ini? Para ahli menilai bahwa meskipun ada perbedaan, kedua negara masih memiliki kepentingan bersama terkait Iran yang dapat menjaga hubungan tetap stabil.
