Saudi Bangun Aliansi Militer dengan Turki dan Pakistan, Perang Yaman Akan Meluas
Saudi Bangun Aliansi Militer: Konflik Yaman Menghadap Fase Baru
Beritasosial.com – Saudi Bangun Aliansi Militer dengan Turki dan Pakistan dalam upaya memperkuat posisi strategis di Timur Tengah. Langkah ini datang di tengah eskalasi kekerasan di Yaman, di mana Elisabeth Kendall, pakar Timur Tengah sekaligus presiden Girton College Universitas Cambridge, menyatakan adanya “kemungkinan nyata” perang yang lebih luas. Serangan rudal dan drone Houthi terhadap lokasi militer Yaman pada Kamis lalu menewaskan sedikitnya 30 tentara pemerintah serta melukai 15 orang lainnya. Insiden ini menandai serangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Eskalasi Konflik dan Respons Militer
Kendall menjelaskan bahwa perang saudara di Yaman secara teknis tidak pernah benar-benar berakhir. Meskipun gencatan senjata pernah dicanangkan sejak tahun 2022, masa berlakunya telah habis. Dalam beberapa bulan terakhir, pergerakan pasukan dan bentrokan menunjukkan bahwa semua tanda-tanda peringatan telah muncul. Pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional kini lebih bersatu berkat bentrokan Januari dan upaya penyatuan kekuatan militer.
“Secara teknis, perang saudara di Yaman tidak pernah benar-benar berakhir,” ujar Kendall kepada Al Jazeera.
Juru bicara militer Houthi dalam video yang disiarkan Yemen TV menyatakan bahwa tindakan mereka merupakan respons terhadap serangan berulang terhadap pasukan pemerintah dan warga sipil. Operasi tersebut telah mencapai tujuannya, dan serangan Houthi yang berlanjut akan dibalas dengan tindakan militer “tanpa toleransi”. Kelompok Ansar Allah telah melancarkan setidaknya 12 serangan rudal ke provinsi Hadramout dan Marib, dua basis pertahanan utama pemerintah Yaman.
Pihak Houthi memperingatkan bahwa serangan rudal dan drone akan terus dilancarkan terhadap sekutu atau proksi Saudi di wilayah Yaman. Gerakan ini meyakini bahwa pemerintah Yaman sedang berkoordinasi dengan Arab Saudi untuk potensi serangan darat militer terhadap posisi-posisi Ansar Allah. Pemerintah Yaman juga menyatakan bahwa satu-satunya jalan mengakhiri konflik adalah jika pemerintah Ansar Allah di Sanaa melepaskan kekuasaan atas wilayah-wilayah yang mereka kuasai.
Dampak Aliansi terhadap Perang Yaman
Kendall menekankan bahwa pihak-pihak pendukung internasional seperti Arab Saudi perlu melakukan intervensi secara signifikan untuk menghentikan Houthi. Sementara itu, militer Yaman telah melancarkan operasi yang menyasar pasukan dan peralatan Houthi. Sebagian besar provinsi di Yaman masih berada di bawah kendali Ansar Allah, dan pemerintah Yaman berupaya memanfaatkan dukungan Arab Saudi untuk menggulingkan mereka dari kekuasaan.
Aliansi militer yang dibangun ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap stabilitas regional. Dengan dukungan Turki dan Pakistan, Saudi memperkuat posisinya dalam menghadapi tantangan dari kelompok Houthi yang semakin agresif. Para analis memperkirakan bahwa konflik di Yaman akan memasuki fase baru dengan intensitas yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Aliansi Militer Saudi
Apa tujuan utama Saudi Bangun Aliansi Militer dengan Turki dan Pakistan? Tujuan utamanya adalah memperkuat posisi strategis di Timur Tengah dan menghadapi eskalasi konflik di Yaman bersama-sama.
Bagaimana dampak aliansi ini terhadap perang Yaman? Aliansi ini diharapkan dapat memberikan dukungan militer yang lebih kuat bagi pemerintah Yaman dalam menghadapi kelompok Houthi.
Kapan gencatan senjata terakhir di Yaman berakhir? Gencatan senjata yang dicanangkan sejak tahun 2022 telah berakhir, membuka jalan bagi eskalasi konflik yang lebih besar.
