Topics Covered: Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong

Topics Covered: Tokyo Beri Kebebasan Pakaian Kasual untuk Pekerja Kantoran di Musim Panas
Beritasosial.com – Metropolitan Tokyo mengambil langkah inovatif dalam menyesuaikan aturan berpakaian di tempat kerja, memperbolehkan karyawan mengenakan pakaian kasual seperti celana pendek, kaus oblong, dan sepatu kets selama musim panas. Kebijakan ini bertujuan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat suhu tinggi serta menurunkan konsumsi energi listrik di kantor. Penerapan kebijakan ini menandai pergeseran dalam gaya berpakaian profesional di Jepang, yang sebelumnya dianggap cukup kaku.
Penyesuaian Berpakaian di Jepang
Program Tokyo Cool Biz, yang telah diperkenalkan sejak tahun 2005, kembali diaktifkan sebagai langkah adaptasi terhadap perubahan iklim. Kebijakan ini memberi ruang bagi karyawan untuk memilih pakaian yang lebih ringan, elastis, dan nyaman tanpa mengorbankan kesan profesional. Meski sejumlah perusahaan tetap mempertahankan aturan berpakaian formal, banyak organisasi sekarang lebih fleksibel dalam situasi di mana presentasi resmi tidak diperlukan.
“Awalnya terasa sedikit aneh. Namun, rasa canggung itu perlahan hilang ketika semakin banyak rekan kerja yang mulai berpakaian santai,” ujar Toru Suda, karyawan Pemerintah Metropolitan Tokyo, seperti dilaporkan The Straits Times, pada hari Minggu (19/7/2026). Kebijakan ini tidak hanya memengaruhi pakaian kerja, tetapi juga memengaruhi kebiasaan sehari-hari para pekerja kantoran.
Perubahan ini berlaku mulai 14 Juli, dengan Badan Meteorologi Jepang dan Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan peringatan heatstroke pertama untuk Tokyo tahun ini. Masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas luar ruangan dan memanfaatkan pendingin udara secara optimal untuk mengurangi dampak suhu tinggi. Tokyo Cool Biz juga memicu inisiatif pengembangan koleksi pakaian bisnis kasual yang ramah lingkungan dan praktis.
Perubahan Iklim dan Pengaruhnya pada Kebijakan Pakaian
Tingginya suhu di Jepang, yang mencapai rekor 35°C dengan kelembapan 72% pada 14 Juli, menjadi alasan utama di balik kebijakan ini. Peningkatan suhu ekstrem selama musim panas tahun lalu menyebabkan lebih dari 100.000 orang harus dirawat di rumah sakit akibat serangan panas. Dengan menerapkan Tokyo Cool Biz, pemerintah berupaya melindungi kesehatan pekerja sekaligus mengurangi beban listrik yang digunakan untuk pendinginan.
Program ini memberi kebebasan pilihan pakaian kerja yang lebih ringan, seperti kaus oblong, celana pendek, dan pakaian sporty. Hal ini tidak hanya membuat karyawan lebih nyaman, tetapi juga meningkatkan produktivitas karena mengurangi rasa keringat dan lelah. Meski beberapa sektor masih mempertahankan busana formal, banyak perusahaan khususnya di bidang teknologi dan layanan pelanggan mulai mengadopsi gaya berpakaian lebih santai.
Beberapa peritel seperti Aeon, serta produsen pakaian Fast Retailing dan Aoki, mulai menawarkan koleksi busana kerja yang lebih praktis. Kepala Tim Penanggulangan Perubahan Iklim Pemerintah Metropolitan Tokyo, Noboru Watanabe, menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada kebutuhan aktual dan bukan sekadar simbolik. “Kebiasaan berpakaian formal sudah mulai berubah, tapi kami tetap mempertimbangkan situasi dan tugas kerja dalam menentukan busana yang sesuai,” tambahnya.
Program Tokyo Cool Biz juga mendorong penggunaan bahan pakaian yang ramah lingkungan, seperti serat alami dan bahan berpori. Pakaian seperti kaus oblong dan celana pendek selutut tidak hanya mengurangi suhu tubuh, tetapi juga menghemat energi listrik sekitar 10% hingga 20% dibandingkan pakaian formal tradisional. Ini menjadi contoh bagus bagaimana adaptasi gaya berpakaian dapat menjadi bagian dari upaya pengurangan emisi karbon.
Sejumlah karyawan menyebutkan bahwa perubahan ini membuat mereka merasa lebih bebas dan energik. “Dengan mengenakan kaus oblong dan celana pendek, saya bisa fokus pada tugas kerja tanpa terganggu oleh panas yang menggigit,” kata Suda. Namun, ada juga yang merasa perlu menyesuaikan gaya berpakaian dalam acara resmi atau pertemuan penting, sehingga memadukan antara kenyamanan dan kesan profesional tetap menjadi kunci.
