Ketua Dewan Pembina Pelita dan Rektor MNC University Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Vokasi Nasional

Komitmen Dendi Pratama dan Shalfi Andri Perkuat Pendidikan Vokasi Nasional
Pengumuman Kepemimpinan Baru PELITA dan Kemitraan dengan MNC University
Beritasosial.com – Jakarta – Dendi Pratama, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PELITA dan Rektor MNC University, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan vokasi nasional melalui sinergi strategis antara lembaga pendidikan dan dunia usaha. Pengumuman ini terjadi setelah Shalfi Andri ditetapkan sebagai Ketua Umum PELITA untuk periode 2026–2027, melalui Rapat Dewan Pengurus Pusat (DPP) yang diadakan secara daring pada 3 Juli 2026. Dalam rapat tersebut, 12 perwakilan pengurus menyetujui keputusan dengan aklamasi, sebagai bentuk penggantian kepemimpinan setelah wafatnya Ketua Umum sebelumnya, Akhwanul Akhmal.
Key Discussion menjadi tema utama dalam diskusi tersebut, karena fokus pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi di tengah tantangan global yang semakin memperketat persaingan sumber daya manusia. Dendi Pratama menekankan bahwa keberlanjutan pendidikan vokasi nasional memerlukan kolaborasi yang lebih kuat antara lembaga swasta, pemerintah, dan sektor industri. Menurutnya, dengan kepemimpinan baru, PELITA akan menjadi pendorong utama dalam transformasi sistem pendidikan tinggi vokasi yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Strategi Sinergi dan Peran Shalfi Andri
Shalfi Andri, yang juga pendiri PELITA sejak 2022, akan mengambil peran penting dalam memperkuat jaringan antara perguruan tinggi vokasi, dunia kerja, dan pemerintah. PELITA, sebagai organisasi yang mengelola 13 institusi pendidikan vokasi, berharap ia bisa mempercepat inisiatif strategis seperti pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Dendi Pratama menegaskan bahwa kebijakan Key Discussion yang diusung oleh organisasi ini akan menjadi dasar untuk melahirkan program yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.
“Dengan pengalaman yang telah saya kumpulkan selama membangun PELITA, saya yakin bisa membawa perubahan yang signifikan dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi. Kemitraan dengan MNC University akan menjadi kekuatan tambahan untuk menciptakan kualitas pendidikan yang kompetitif,” ujar Shalfi Andri dalam Key Discussion yang dilangsungkan secara daring.
Dendi Pratama menyoroti pentingnya keberhasilan Key Discussion sebagai langkah awal dalam mencapai tujuan besar pendidikan vokasi nasional. Ia menyebut bahwa MNC University akan berperan aktif dalam mendorong inovasi, peningkatan fasilitas, serta pengembangan kerja sama dengan perusahaan besar. “Komitmen kami untuk Key Discussion tidak hanya terbatas pada pembicaraan, tapi juga pada tindakan nyata yang berdampak langsung pada pelaku pendidikan vokasi,” tambahnya.
Kelangsungan Program dan Persiapan Kegiatan Masa Depan
Menurut Direktur Eksekutif PELITA, Ginanjar, keputusan menetapkan Shalfi sebagai Ketua Umum adalah bagian dari upaya untuk menjaga keberlanjutan program yang sudah berjalan. PELITA akan memperkuat pengelolaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 dan Musyawarah Nasional (Munas) 2027, yang menjadi platform untuk menggali potensi dan tantangan pendidikan vokasi di tingkat nasional. “Key Discussion ini membuka peluang untuk mengeksplorasi solusi baru, termasuk integrasi kurikulum dengan kebutuhan industri dan peningkatan daya saing lulusan,” jelas Ginanjar.
“PELITA akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Key Discussion yang mendorong pendidikan vokasi sebagai bagian dari pembangunan nasional,” tutur Shalfi dalam pernyataannya. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan MNC University dalam mengembangkan program studi yang selaras dengan tren teknologi dan kebutuhan ekonomi.
Dengan kepemimpinan baru, PELITA berharap bisa mempercepat proyek seperti peluncuran program sertifikasi kompetensi, penguatan kerja sama dengan perusahaan, serta pengembangan infrastruktur pendidikan vokasi di berbagai daerah. Dendi Pratama menegaskan bahwa MNC University, yang memiliki lebih dari 10.000 mahasiswa, akan menjadi bagian integral dari Key Discussion ini dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Kami tidak hanya berbicara tentang peningkatan akademik, tapi juga tentang penguasaan keterampilan praktis yang diperlukan di dunia kerja,” pungkasnya.
Key Discussion ini juga menjadi momen penting untuk meninjau kembali visi pendidikan vokasi nasional, yang selama ini masih menghadapi masalah kurangnya pengakuan dari dunia kerja dan keterbatasan akses ke pelatihan berbasis teknologi. Dengan partisipasi aktif dari MNC University, PELITA berharap dapat menjadi wadah yang mendorong inovasi dan mempercepat pergeseran dari model pendidikan konvensional ke pendidikan yang lebih praktis dan relevan.
Untuk mendukung Key Discussion ini, PELITA juga merencanakan peluncuran program baru yang fokus pada bidang teknologi informasi, bisnis digital, dan manufaktur modern. Shalfi Andri menyatakan bahwa inisiatif ini akan diimplementasikan secara bertahap, mulai dari tahun 2026 hingga 2028. “PELITA berkomitmen untuk menjadi organisasi yang mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja dan inovatif, sejalan dengan kebutuhan ekonomi nasional,” tutur dia.
Dengan keberhasilan Key Discussion, PELITA dan MNC University diharapkan bisa menjadi contoh terbaik dalam membangun sistem pendidikan vokasi yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Program yang diusung tidak hanya mengejar peningkatan kuantitas, tetapi juga kualitas, sehingga mampu menciptakan lulusan yang memiliki daya saing tinggi di tingkat internasional.
