Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare

dd47fa97-0165-4416-bfb3-570ed772004d-0

Special Plan Meningkatkan Produktivitas Sawah Subang Hingga 4,76 Ton per Hektare

Beritasosial.com – Sebuah inisiatif bernama Special Plan berhasil meningkatkan hasil panen padi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, hingga mencapai 4,76 ton per hektare. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Subang dan wawancara dengan para petani di Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, lahan yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan sekitar 1 ton gabah per hektare kini mengalami lonjakan signifikan. Teknologi pupuk hayati menjadi kunci utama dalam transformasi ini, yang diharapkan mampu menjadi contoh bagi pertanian berkelanjutan di daerah lain.

Program Special Plan: Integrasi Teknologi dan Praktik Petani

Program Special Plan merupakan kolaborasi antara Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) dengan Pemerintah Desa Sukasari. Dukungan teknis dan bahan pupuk hayati diberikan oleh PT Intani Bumi Lestari (IBL) serta PT Indoraya Mitra Persada 168 (IMP 168), yang menyediakan produk Pureplant dan HumicGen. Kedua perusahaan ini bekerja sama untuk mengoptimalkan metode pertanian yang ramah lingkungan, sekaligus memastikan kesinambungan hasil panen yang stabil.

Metode ini berfokus pada penggunaan pupuk hayati sebagai pengganti atau pengaya pupuk kimia. Teknologi ini melibatkan penanaman bahan organik alami yang membantu memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Dengan penerapan teknik ini, petani di Desa Sukasari melaporkan peningkatan hasil panen yang mencolok, terutama di lahan bekas kebun rambutan yang dikenal kurang produktif sebelumnya. Special Plan juga dilengkapi dengan pelatihan teknis dan pengawasan berkala untuk memastikan penerapan yang tepat.

“Kami sangat terkejut dengan peningkatan hasil panen. Dulu, lahan ini tidak bisa menghasilkan lebih dari satu ton per hektare, tetapi kini mencapai 4,76 ton. Special Plan membantu kami memahami cara bertani yang lebih efisien,” ujar Kepala Desa Sukasari, Olih Solihin, dalam pernyataan yang diterima pada hari Sabtu, 11 Juli 2026.

Metode ini juga memberikan manfaat tambahan, seperti pengurangan biaya produksi dan peningkatan kualitas air tanah. Olih menjelaskan bahwa sebelumnya, lahan yang ditanami padi tiga musim tanam tidak mencapai target optimal. Dengan teknologi pupuk hayati, tanah menjadi lebih subur dan tanaman tumbuh lebih cepat. Selain itu, para petani mengalami peningkatan pengelolaan lahan, mulai dari penyiraman hingga pengendalian hama, yang sebelumnya tergantung pada tradisi lama.

Manfaat dan Dampak Positif dari Program Special Plan

Kebijakan Special Plan telah membuktikan bahwa penggunaan teknologi inovatif dapat mengubah pola pertanian tradisional menjadi modern. Pertumbuhan hasil panen yang pesat menunjukkan potensi teknologi pupuk hayati untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan. BPS Subang mencatat bahwa rata-rata hasil panen di daerah tersebut sebelumnya berkisar antara 3 hingga 4 ton per hektare, tetapi lahan yang diperbaiki melalui program ini menembus angka 4,76 ton, menempatkan desa ini sebagai contoh sukses.

Selain meningkatkan hasil panen, program ini juga berkontribusi pada peningkatan ekonomi petani. Dengan menghasilkan lebih banyak gabah, petani dapat menikmati keuntungan lebih besar dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahan dasar minyak bumi. Kepala Desa Sukasari menambahkan bahwa dampak ini terasa jelas dalam kehidupan sehari-hari warga, termasuk peningkatan kesejahteraan dan keberlanjutan usaha tani. Special Plan juga membuka peluang kerja sama dengan lembaga lain untuk memperluas cakupannya ke wilayah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *