22 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Polda Luar Jawa, Ada Irjen Pol hingga AKBP

22 Pati dan Pamen Mutasi ke Polda Luar Jawa dalam Program Terbaru Kapolri
Beritasosial.com – Dalam upaya memperkuat struktur organisasi dan pembinaan karier, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi terhadap 22 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) ke wilayah Polda luar Jawa. Mutasi ini merupakan bagian dari Latest Program yang diumumkan pada 7 Mei 2026, dengan total 108 personel Polri yang mengalami perubahan posisi. Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 ditandatangani oleh As SDM Polri Irjen Pol Anwar, yang menjelaskan bahwa rotasi jabatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan profesionalisme di berbagai daerah.
Strategi Mutasi untuk Penguatan Struktur
Mutasi ini menunjukkan komitmen Kapolri dalam memastikan kinerja Polri tetap optimal di seluruh provinsi. Seperti yang dijelaskan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir,
“Mutasi dan rotasi jabatan adalah proses alami dalam organisasi Polri. Ini bertujuan memperkuat pembinaan karier, memperbarui struktur, serta meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tugas yang semakin dinamis,”
katanya, yang dilansir pada Jumat (29/5/2026). Selain itu, mutasi ini juga dirancang untuk menyeimbangkan pengalaman dan keahlian perwira di berbagai wilayah, terutama di luar Jawa yang memiliki tantangan khusus.
Dampak Mutasi terhadap Kinerja Regional
Beberapa perwira yang dipindahkan ke Polda luar Jawa akan menempati posisi strategis di Korps Bhayangkara. Contohnya, dua Brigjen Pol dan satu Kombes Pol ditempatkan di Densus 88 Antiteror, yang membantu intensifikasi operasi di daerah rawan teror. Selain itu, penempatan perwira ke berbagai Polda juga bertujuan memperkuat kinerja dalam pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat. Dengan Latest Program ini, Polri berupaya mengoptimalkan sumber daya di setiap wilayah untuk merespons kebutuhan yang berbeda.
Daftar lengkap mutasi 22 Pati dan Pamen mencakup perubahan posisi yang signifikan. Beberapa di antaranya mencakup promosi ke jabatan baru, sementara lainnya kembali ke posisi asli untuk memperkuat pengelolaan operasional. Mutasi ini mencerminkan kebijakan Kapolri dalam mengatur distribusi personel secara lebih proporsional dan berkelanjutan. Hal ini juga menunjukkan bahwa Latest Program tidak hanya fokus pada reorganisasi internal, tetapi juga pada penguatan kapasitas di luar Jawa.
Detil Mutasi dan Penempatan Strategis
Dalam daftar mutasi terbaru, beberapa nama perwira yang dipindahkan mencolok karena peran strategisnya. Misalnya, Irjen Pol Djati Wityoto Abadhy dipindahkan dari Kapolda Kaltara ke Kapolda Sumbar, sementara Brigjen Pol Agus Wijayanto menjabat sebagai Kapolda Kaltara setelah menempati Karowabprof Divpropam. Penempatan ini dilakukan untuk memastikan pengalaman dan keahlian spesifik dapat diaplikasikan di daerah yang membutuhkan perhatian khusus. Latest Program ini juga mencakup rotasi perwira ke berbagai divisi seperti Dirreskrimum dan Dirreskrimsus, yang menjelaskan penyesuaian tugas berdasarkan kebutuhan saat ini.
Pelaksanaan mutasi ini dilakukan secara bertahap untuk menghindari gangguan pada operasional sehari-hari. Kapolri menekankan pentingnya konsistensi dalam pelayanan dan kinerja, terutama di wilayah yang terletak jauh dari pusat. Dengan mengubah posisi perwira, Polri berharap mampu menghadapi dinamika sosial, politik, dan ekonomi secara lebih responsif. Latest Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun jaringan komando yang lebih kuat dan adaptif di seluruh Indonesia.
