Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin – Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin ke Polda Metro
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin – Dalam upaya mengungkap dugaan penyalahgunaan informasi yang tidak akurat, sejumlah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah menyiapkan laporan terhadap Taj Yasin, Agus Suparmanto, serta Thobahul Aftoni. Laporan ini akan diajukan ke Polda Metro Jaya, sebagai langkah untuk menuntut tanggung jawab atas penggunaan data palsu dalam acara Muktamar PPP tahun 2025 dan kegiatan administratif partai. Saiful Rahmat Dasuki, Ketua DPW PPP DKI Jakarta, menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan setelah sejumlah anggota partai merasa dirugikan akibat nama mereka dimanipulasi tanpa izin.
Muktamar PPP dan Dugaan Penipuan
Menurut Saiful, Muktamar PPP yang diadakan akhir tahun 2025 menjadi titik awal munculnya kecurigaan tentang penggunaan data yang tidak benar. Ia mengungkapkan bahwa ada sekitar puluhan kader yang melaporkan adanya penyalahgunaan nama mereka dalam dokumen resmi serta surat pernyataan yang dibuat tanpa persetujuan. “Dugaan penggunaan data palsu ini menimbulkan kerugian besar, baik secara materi maupun reputasi partai,” jelasnya. Ia menambahkan, bahwa tindakan tersebut juga memengaruhi kepercayaan publik terhadap kredibilitas partai dalam mengelola struktur kepengurusan dan kegiatan internal.
Langkah Hukum yang Diambil
Sebagai langkah tindak lanjut, Saiful dan tim hukum kader PPP berencana mengajukan laporan ke Polda Metro Jaya dalam waktu dekat. Ia mengatakan bahwa selain data palsu, ada juga dugaan penyusupan di lingkungan DPP PPP yang menyebabkan kegaduhan dalam proses pengambilan keputusan. “Kami telah mengumpulkan bukti-bukti kuat, termasuk surat yang tidak sesuai dengan fakta, serta rekaman video yang menunjukkan penggunaan nama kader tanpa izin,” ujarnya. Laporan ini akan mencakup kegiatan administratif dan komunikasi yang dianggap tidak transparan.
“Kader PPP tidak bisa dibiarkan menjadi korban pemalsuan dokumen yang merugikan partai. Laporan ini akan menjadi langkah penting untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat,” tambah Saiful.
Dalam konteks ini, Taj Yasin sebagai Sekretaris Jenderal PPP, serta Agus Suparmanto dan Thobahul Aftoni, yang terlibat dalam kepengurusan partai, menjadi sasaran utama laporan tersebut. Saiful menjelaskan bahwa selama Muktamar, beberapa kader merasa data pribadi mereka dipakai untuk kepentingan tertentu, sementara mereka sendiri tidak menyadari proses ini. “Ini adalah tindakan yang menggangu keabsahan proses demokratis partai, terutama dalam pengambilan keputusan struktural,” tegasnya.
“Pemalsuan data dan surat serta penyusupan ke dalam struktur kepengurusan adalah indikasi adanya upaya mengubah arah politik PPP tanpa persetujuan yang sah,” kata Saiful dalam wawancara terpisah.
Langkah ini juga diharapkan mampu memberikan dampak pada perubahan kepengurusan partai, terutama setelah tudingan dualisme kepengurusan PPP muncul. Saiful menegaskan bahwa laporan ini tidak hanya sebagai bentuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai cara untuk memperkuat transparansi dan keadilan dalam dinamika internal partai. “Kami ingin menunjukkan bahwa kader PPP tetap aktif dalam memastikan kebenaran dan kepercayaan terhadap partai,” pungkasnya. Selain itu, laporan ini juga diharapkan mampu menjadi bahan pertimbangan bagi pihak yang terkait dalam memperbaiki sistem pengambilan keputusan di lingkungan partai.
