Hacker Incar Gamer, 4 Juta Serangan Siber Dilancarkan

hacker-incar-gamer-4-juta-serangan-siber-dilancarkan-uzg

Hacker Incar Gamer 4 Juta Serangan Siber Dilancarkan dalam Setahun

Beritasosial.com – Hacker Incar Gamer 4 Juta serangan siber menjadi gambaran serius tentang risiko keamanan digital yang dihadapi pemain gim di seluruh dunia. Kaspersky mencatat lebih dari 4,078 juta serangan terhadap gamer dalam periode 1 Juli 2022 hingga 1 Juli 2023. Pelaku kejahatan siber membidik data pribadi pengguna melalui beragam metode, mulai dari eksploitasi berbasis web, serangan Distributed Denial of Service (DDoS), penambangan mata uang kripto, Trojan, hingga skema phishing yang semakin rumit.

Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa akun gim, perangkat komputer, dan ponsel gamer dapat menjadi sasaran bernilai bagi penjahat siber. Data login, informasi pribadi, item digital, maupun akses ke perangkat korban berpotensi dimanfaatkan ketika pengguna memasang aplikasi atau berkas dari sumber yang tidak tepercaya. Karena itu, isu Hacker Incar Gamer 4 Juta serangan tidak hanya berkaitan dengan gangguan saat bermain, tetapi juga perlindungan data pengguna.

Mod, Cheat, dan Gim Populer Menjadi Umpan Serangan

Selama periode pemantauan tersebut, Kaspersky mendeteksi 30.684 berkas unik yang disamarkan sebagai gim populer, mod, cheat, serta perangkat lunak lain yang berkaitan dengan gim. Berkas-berkas itu berpotensi digunakan untuk menginfeksi perangkat atau membahayakan data pengguna. Kaspersky menyebut insiden tersebut berdampak pada 192.456 pengguna di berbagai negara.

“Insiden-insiden ini berdampak pada 192.456 pengguna di seluruh dunia,” ungkap Kaspersky dalam pernyataannya.

Pelaku juga memanfaatkan berbagai aplikasi yang dapat terlihat tidak berbahaya, tetapi memiliki risiko besar bagi pengguna. Jenis ancaman tersebut mencakup downloader, adware, dan Trojan. Downloader dapat dipakai untuk mengunduh komponen berbahaya tambahan, sedangkan adware dapat mengganggu perangkat melalui iklan yang tidak diinginkan. Trojan dapat menyamar sebagai program biasa untuk memperoleh akses ke sistem atau data korban.

Jenis Ancaman yang Paling Sering Ditemukan

Menurut data Kaspersky, downloader menjadi ancaman yang paling banyak digunakan dengan porsi 89,70 persen. Setelah itu terdapat adware sebesar 5,25 persen dan Trojan sebesar 2,39 persen. Komposisi ini menjadi pengingat bagi gamer agar tidak mudah tergoda mengunduh perangkat lunak tambahan yang menjanjikan fitur khusus, akses gratis, atau keuntungan dalam permainan.

Serangan DDoS juga termasuk salah satu metode yang disebut dalam laporan tersebut. Dalam serangan ini, banyak sistem komputer digunakan untuk menyerang target tertentu, seperti server, situs web, atau sumber daya jaringan. Akibatnya, pengguna sah dapat kesulitan mengakses layanan karena sumber daya yang tersedia dibebani oleh lalu lintas serangan.

Minecraft dan Roblox Paling Sering Dipakai sebagai Kedok

Gim populer menjadi daya tarik utama bagi pelaku karena memiliki basis pengguna yang besar. Dalam laporan Kaspersky, Minecraft menjadi gim yang paling sering digunakan sebagai kedok ancaman, dengan porsi 70,29 persen. Roblox berada di posisi berikutnya sebesar 20,37 persen, disusul Counter-Strike 4,78 persen, PUBG 2,85 persen, Hogwarts Legacy 0,60 persen, DOTA 2 sebesar 0,45 persen, serta League of Legends 0,31 persen.

Temuan tersebut tidak berarti gim-gim tersebut secara langsung berbahaya. Risiko muncul ketika nama gim dipakai untuk menyamarkan berkas, aplikasi, mod, atau cheat yang tidak resmi. Dalam konteks Hacker Incar Gamer 4 Juta serangan, popularitas sebuah gim dapat dimanfaatkan pelaku untuk membuat korban lebih mudah percaya dan memasang berkas yang sebenarnya berisiko.

Laporan Newzoo tahun 2023 menunjukkan terdapat lebih dari 3 miliar gamer di dunia, atau hampir 40 persen dari populasi global. Newzoo Global Games Market Report 2023 juga mencatat jumlah gamer global sekitar 3,38 miliar orang. Jumlah pengguna yang sangat besar ini membuat keamanan digital menjadi kebutuhan penting, baik bagi pemain kasual maupun gamer yang aktif menggunakan layanan dan perangkat pendukung permainan.

Ancaman Juga Menyasar Perangkat Seluler

Selain komputer, perangkat seluler turut menjadi target. Kaspersky mencatat 436.786 upaya untuk menginfeksi perangkat seluler antara 1 Juli 2022 hingga 1 Juli 2023. Upaya tersebut berdampak pada 84.539 pengguna. Angka ini memperlihatkan bahwa perlindungan tidak cukup dilakukan pada PC atau konsol saja, terutama bagi gamer yang bermain dan mengelola akun melalui ponsel.

Gamer sebaiknya berhati-hati sebelum memasang aplikasi atau berkas yang mengatasnamakan gim populer. Mengunduh hanya dari sumber resmi, memeriksa izin aplikasi, serta menghindari tautan mencurigakan dapat membantu mengurangi risiko. Pengguna juga perlu waspada terhadap pesan yang meminta data login, kode verifikasi, atau informasi pribadi dengan alasan hadiah dan promosi gim.

FAQ: Cara Menghindari Ancaman Siber bagi Gamer

Apakah mengunduh mod atau cheat selalu berbahaya?

Tidak semua berkas memiliki risiko yang sama, tetapi berkas dari sumber tidak resmi dapat disalahgunakan untuk menyamarkan downloader, adware, atau Trojan. Karena itu, gamer perlu memastikan sumber unduhan tepercaya dan menghindari program yang menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam permainan.

Bagaimana melindungi akun gim dari phishing?

Jangan memasukkan data login atau kode verifikasi melalui tautan yang dikirim dari sumber tidak dikenal. Periksa alamat situs sebelum masuk, gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun, serta aktifkan fitur keamanan tambahan apabila tersedia.

Apakah ponsel gamer juga perlu diamankan?

Ya. Data Kaspersky mencatat ratusan ribu upaya infeksi pada perangkat seluler. Hindari memasang aplikasi dari sumber yang tidak resmi, periksa izin aplikasi, dan jangan sembarang membuka tautan yang berkaitan dengan hadiah, item, atau promosi gim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *