5 Fakta Menarik Spanyol Singkirkan Belgia di Piala Dunia 2026

Screenshot

5 Fakta Menarik Spanyol Singkirkan Belgia di Piala Dunia 2026

Beritasosial.com – Piala Dunia 2026 menjadi panggung penting bagi Timnas Spanyol, yang berhasil mengakhiri perjalanan Belgia di babak perempat final dengan kemenangan dramatis 2-1. Pertandingan di Stadion Los Angeles (SoFi Stadium), Inglewood, pada hari Sabtu (12/7) dini hari WIB, tidak hanya mengantarkan La Furia Roja ke semifinal, tetapi juga menciptakan sejumlah fakta menarik yang menggambarkan dominasi mereka di turnamen ini. Berikut lima fakta penting usai pertandingan tersebut.

1. Mikel Merino Jadi Pahlawan Terakhir

Mikel Merino kembali menjadi penentu kemenangan Spanyol, dengan gol penentu pada menit ke-88 mengakhiri pertandingan. Gol ini tercipta dari bola muntah tembakan Pau Cubarsí yang melesat melewati jangkauan Senne Lammens, kiper Belgia. Pemain yang telah memperkuat Athletic Bilbao sejak 2021 ini menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak dua gol krusial di menit 80 atau setelahnya. Sebelumnya, dia juga memberikan kontribusi kunci saat Spanyol mengalahkan Portugal di fase 16 besar, menegaskan kembali perannya sebagai penyelemat tim.

2. Rodri Pecahkan Rekor Umpan Terbaik

Performa Rodri di Piala Dunia 2026 memperlihatkan kemampuan luar biasa sebagai gelandang bertahan. Dalam pertandingan melawan Belgia, ia mencatatkan 62 umpan yang secara langsung mengubah skenario pertahanan lawan di area lapangan terakhir. Angka ini mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Toni Kroos selama Piala Dunia 2014, dengan 58 umpan. Rodri membuktikan bahwa Spanyol telah membangun struktur permainan yang konsisten, dengan kemampuannya dalam mengatur ritme dan memperkuat pertahanan tim.

3. Pedro Porro Diakui Sebagai Bek Kreatif

Pedro Porro, bek kanan Spanyol, muncul sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam permainan ofensif tim. Di pertandingan melawan Belgia, umpanannya membantu Fabián Ruiz mencetak gol pembuka yang menjadi katalis kemenangan. Dalam turnamen ini, Porro menciptakan sembilan peluang emas, menjadikannya bek dengan inisiatif serangan tertinggi sepanjang sejarah Piala Dunia. Keberhasilannya mencatatkan catatan ini menegaskan peran baru sebagai penjaga gawang yang juga berkontribusi dalam serangan, yang sebelumnya jarang terjadi.

4. Spanyol Akhirnya Kebobolan Setelah 649 Menit Tidak Ada Gol

Rekor pertahanan Spanyol yang sempurna berakhir setelah 649 menit tanpa kebobolan. Gol sundulan Charles De Ketelaere di menit ke-41 menjadi penanda keberhasilan Belgia memecahkan pertahanan La Furia Roja. Sebelumnya, Spanyol tidak pernah kebobolan sejak pertandingan melawan Jepang di fase grup 2022 hingga perempat final 2026, mencatatkan enam clean sheet beruntun. Ini menempatkan mereka sebagai tim dengan catatan tertinggi dalam sejarah Piala Dunia, yang menggambarkan ketangguhan mereka di lini belakang.

5. Lamine Yamal Terus Mengukir Catatan Sejarah

Lamine Yamal, bintang muda Barcelona, kembali menunjukkan bakatnya dengan penampilan ke enam di Piala Dunia. Meski tidak mencetak gol, kecepatan dan visi permainannya menjadi ancaman bagi pertahanan Belgia. Kemampuannya membuat pukulan pada menit ke-78, di mana dia melewati tiga pemain untuk menciptakan peluang terbuka, menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain termuda yang paling berpengaruh. Kehadiran Yamal di laga ini menambah daftar pemain di bawah usia 18 tahun dengan partisipasi terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.

Kemenangan Spanyol atas Belgia tidak hanya menjadi bukti kekuatan tim, tetapi juga menegaskan keberagaman strategi mereka. Pertandingan melawan Belgia menegaskan bahwa Spanyol mampu beradaptasi dengan berbagai situasi, termasuk saat menghadapi tim kuat dengan lini depan yang solid. Dengan melangkah ke semifinal, La Furia Roja kini bersiap menghadapi Prancis di Stadion Dallas, Rabu (15/7) pukul 02.00 WIB, yang akan menjadi duel antara dua raksasa Eropa. Kekuatan Spanyol di fase ini terlihat dari konsistensi mereka dalam mengelola pertandingan, serta kemampuan individu pemain yang terus tumbuh.

“Kemenangan melawan Belgia adalah bukti bahwa kita tidak hanya memiliki kekuatan fisik, tetapi juga mentalitas yang tangguh. Setiap gol yang kami cetak adalah hasil dari kerja sama tim yang sempurna,” kata pelatih Spanyol, Luis Enrique, usai pertandingan.

Pertandingan ini juga menjadi penanda bahwa Spanyol siap menghadapi tantangan berat di babak semifinal. Dengan kekuatan fisik yang memadai dan strategi permainan yang matang, La Furia Roja kini menjadi favorit utama untuk mengharumkan nama negara di Piala Dunia 2026. Fakta-fakta yang tercatat selama pertandingan melawan Belgia menegaskan bahwa Spanyol bukan hanya tim yang dominan, tetapi juga tim yang terus berkembang dan menampilkan permainan kreatif dalam setiap pertandingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *