Visit Agenda: Kejagung Lelang Ferrari hingga Harley Davidson, Target Rp100 Miliar
Visit Agenda: Kejagung Lelang Ferrari hingga Harley Davidson, Target Rp100 Miliar
Detail Lelang dan Proses Pendaftaran
Visit Agenda – Jakarta – Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menyelenggarakan lelang barang sitaan negara yang meliputi mobil mewah seperti Ferrari, sepeda motor Harley Davidson, serta aksesori merek ternama seperti tas Hermes, Dior, dan Louis Vuitton. Acara ini diperkirakan akan menghasilkan pendapatan sebesar Rp100 miliar dalam tahun ini. Kegiatan yang digelar selama Car Free Day di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 10 Mei 2026, akan memamerkan ratusan aset yang telah melalui proses seleksi dan perawatan khusus.
Lelang BPA Fair 2026 ditempatkan di Gate 6, Gelora Bung Karno, dengan tujuan mengakomodasi berbagai kalangan pengunjung. Untuk mengikuti lelang, peserta harus melakukan pendaftaran akun dan menyetor uang jaminan sesuai ketentuan. Proses pendaftaran bisa dilakukan secara online atau langsung di lokasi acara. Dalam satu hari pertama, antrean pengunjung sudah sangat panjang, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap barang-barang yang dilelang.
Barang sitaan yang dilelang meliputi mobil Ferrari 488 yang ditawarkan dengan harga Rp6,59 miliar, sepeda motor Ducati Superleggera V4 dengan harga mulai dari Rp1,47 miliar, serta koleksi perhiasan dan lukisan emas bernilai tinggi. Semua aset tersebut telah diproses secara transparan dan profesional untuk memastikan nilai pasar yang akurat. Kepala BPA Kejaksaan Agung, Kuntadi, menjelaskan bahwa lelang ini bukan hanya sarana pendapatan tetapi juga strategi untuk mendekatkan masyarakat ke lembaga pemulihan aset negara.
“Kami berharap lelang ini mampu menarik partisipasi masyarakat luas,” kata Kuntadi.
Dalam acara yang diadakan selama empat hari, BPA juga bermitra dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, serta bank-bank besar seperti Mandiri, BNI, BRI, dan Bank Syariah Indonesia. Platform lelang.go.id turut terlibat sebagai penyedia layanan transaksi digital. Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan publik mengenai peran BPA dalam memulihkan kerugian negara akibat tindak pidana.
Signifikansi Lelang BPA Fair 2026
Lelang yang digelar dalam rangka Visit Agenda ini menjadi langkah strategis dalam mengefisiensikan pengelolaan aset rampasan negara. Dengan mempercepat penjualan, BPA berupaya mempercepat pemulihan kerugian negara dan meningkatkan transparansi dalam proses pemilikan aset. “Lelang merupakan alat efektif untuk mencapai tujuan kami,” ujarnya.
Acara ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh barang berkelas dengan harga terjangkau. Selain itu, BPA Fair 2026 menjadi wadah bagi perusahaan-perusahaan lokal dan internasional untuk mengeksplorasi pasar Indonesia. Kepala BPA menegaskan bahwa lelang ini merupakan bagian dari upaya mengakselerasi penerimaan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) tahun ini, yang ditargetkan mencapai lebih dari Rp2 triliun.
“Visit Agenda ini membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif,” tambah Baringin, Wakil Ketua Panitia BPA Fair 2026.
Sebagai langkah promosi, lelang ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai fungsi BPA. Dalam dua tahun terakhir, BPA telah melakukan penjualan aset rampasan negara secara berkala. Kegiatan ini juga menjadi bentuk keberhasilan kerja sama antara lembaga hukum dan sektor keuangan dalam mengoptimalkan pengelolaan dana negara. Dengan menggabungkan teknologi dan partisipasi masyarakat, BPA berharap mampu membangun citra positif serta mendukung pertumbuhan PNBP secara signifikan.
