Tetangga dan Kerabat Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Fotografer iNews Yudistiro Pranoto
Warga Nuansa Asri Panjatkan Doa untuk Keselamatan Yudistiro Pranoto
Beritasosial.com – Suasana haru menyelimuti Masjid Al-Wafa di kawasan Perumahan Nuansa Asri, Cinangka, Depok, Jawa Barat, pada Kamis malam (10/9/2026). Seusai Salat Isya, tetangga dan kerabat berkumpul untuk memanjatkan doa bersama bagi fotografer iNews Media Group, Yudistiro Pranoto, yang masih hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di perairan Selat Sunda.
Warga datang dengan satu harapan utama: Yudistiro, yang akrab dipanggil Yudis, dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Doa yang dipanjatkan malam itu juga ditujukan bagi empat jurnalis lain serta awak kapal yang belum diketahui keberadaannya setelah perjalanan menuju kawasan Krakatau.
Doa Bersama Digelar Secara Mendadak
Di dalam masjid, jamaah duduk bersila memenuhi ruangan. Tangan terangkat saat rangkaian doa dan istigosah berlangsung. Kebersamaan warga menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga Yudis yang sedang menunggu kepastian kabar.
Ketua RT setempat, Hanes, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut disiapkan dalam waktu singkat setelah kabar hilangnya Yudis menyebar di lingkungan perumahan. Seluruh warga diajak hadir untuk memperkuat doa keselamatan bagi para jurnalis dan kru kapal.
“Kita undang seluruh warga perumahan ini untuk mengadakan doa bersama istigosah,” kata Hanes.
Doa bersama itu tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang bagi warga untuk menyampaikan kepedulian kepada keluarga yang tengah menghadapi masa penuh ketidakpastian. Dalam suasana khusyuk, harapan baik dipanjatkan agar proses pencarian segera menghasilkan kabar yang menenangkan.
Sosok Aktif di Lingkungan Perumahan
Bagi warga Nuansa Asri, Yudis bukan sekadar tetangga. Ia dikenal mudah bergaul dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan. Keterlibatannya dalam berbagai agenda warga membuat kabar hilangnya Yudis terasa dekat bagi banyak orang di kawasan tersebut.
Salah satu kenangan yang masih melekat adalah saat peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Yudis ikut membantu mencari dukungan dana untuk kegiatan 17 Agustus, termasuk untuk menyediakan hadiah bagi anak-anak yang mengikuti perlombaan.
“Beliau sampai carikan dana untuk acara tersebut,” ujar Hanes.
Kontribusi itu dipandang warga sebagai cerminan perhatian Yudis terhadap kehidupan bersama di lingkungannya. Jika sebelumnya warga berkumpul dalam suasana perayaan kemerdekaan, kali ini mereka hadir dengan tujuan yang berbeda: menguatkan satu sama lain melalui doa.
Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Yudistiro Pranoto merupakan satu dari lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat berada di perairan Selat Sunda. Rombongan berangkat dari Anyer menggunakan speedboat menuju kawasan Krakatau untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Selain Yudis dari iNews Media Group, empat jurnalis lain yang berada dalam rombongan tersebut ialah Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Daus dari Anadolu, dan Donal yang bekerja sebagai jurnalis freelance. Keberadaan awak kapal yang membawa rombongan juga masih menjadi perhatian dalam upaya pencarian.
Perjalanan peliputan ke kawasan Krakatau merupakan bagian dari tugas jurnalistik untuk menghadirkan informasi dari lokasi yang memiliki nilai penting bagi publik. Dalam situasi seperti ini, perhatian tidak hanya tertuju pada para pewarta, melainkan pula kepada kru kapal yang mendukung perjalanan mereka di laut.
Harapan Kabar Baik dari Depok
Warga Nuansa Asri memilih mengambil peran melalui doa dan dukungan bagi keluarga. Tidak ada perayaan atau keramaian pada malam itu; yang hadir adalah kesungguhan warga untuk memohon keselamatan bagi Yudis, rekan-rekannya, dan seluruh kru kapal.
Doa bersama di Masjid Al-Wafa menjadi simbol bahwa keluarga para jurnalis yang hilang tidak menghadapi situasi ini sendirian. Tetangga, kerabat, dan warga sekitar turut menaruh harapan agar pencarian segera membawa kepastian.
Bagi lingkungan tempat Yudis tinggal, malam tersebut menjadi ikhtiar sederhana yang lahir dari kedekatan sosial. Warga mengenang sosok yang selama ini terlibat dalam kegiatan bersama, sambil terus berharap kelima jurnalis dan kru kapal dapat ditemukan dengan selamat.
Di tengah penantian, doa-doa yang dipanjatkan selepas Isya menjadi penguat bagi keluarga serta seluruh pihak yang menunggu perkembangan pencarian di Selat Sunda. Harapan warga tetap sama: kabar baik segera tiba dan semua yang hilang kontak dapat kembali berkumpul dengan orang-orang terdekatnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Tetangga dan Kerabat Gelar Doa Bersama?
Tetangga dan Kerabat Gelar Doa Bersama is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Tetangga dan Kerabat Gelar Doa Bersama matter?
Tetangga dan Kerabat Gelar Doa Bersama matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
