Profil dan Karier Marsekal TNI Yusuf Jauhari, Lulusan AAU 1990 Dilantik Jadi Wamenhan

profil-dan-karier-marsekal-tni-yusuf-jauhari-lulusan-aau-1990-dilantik-jadi-wamenhan-uzm

Marsekal TNI Yusuf Jauhari Resmi Mengemban Tugas sebagai Wakil Menteri Pertahanan

Beritasosial.com – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Marsekal TNI Yusuf Jauhari untuk mengisi jabatan Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi Pertahanan. Pelantikan berlangsung di Jakarta pada Kamis, 15 Oktober 2026, bersamaan dengan pengambilan sumpah empat wakil menteri Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029.

Penugasan tersebut menempatkan Yusuf pada bidang yang berkaitan langsung dengan kesiapan dukungan pertahanan, pengembangan industri pertahanan, serta pemanfaatan teknologi. Seusai dilantik, ia menyampaikan harapan agar industri pertahanan dapat mengambil peran dalam penguatan kemampuan nasional.

“Harapannya tidak hanya kekuatan TNI, tapi bagaimana ekonomi bergerak,” ujar Yusuf.

Pengangkatan Yusuf Jauhari dan tiga wakil menteri lainnya dituangkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42/M Tahun 2026 mengenai pengangkatan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Pengucapan Sumpah Jabatan

Dalam prosesi pelantikan, para wakil menteri mengikuti pembacaan sumpah jabatan yang dipandu Presiden Prabowo. Sumpah tersebut menjadi pernyataan komitmen untuk menjalankan amanah pemerintahan sesuai konstitusi dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan.

Dengan jabatan barunya, Yusuf menangani lingkup kerja yang mencakup logistik pertahanan, industri pertahanan, dan teknologi pertahanan. Tiga sektor ini saling berhubungan karena dukungan peralatan, pemeliharaan, data, serta pengembangan kemampuan teknologi menjadi bagian dari kebutuhan pertahanan yang berkelanjutan.

Latar Belakang Pendidikan Yusuf Jauhari

Yusuf Jauhari lahir di Semarang pada 4 Oktober 1967. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1990. Pendidikan militernya kemudian berlanjut setelah masa pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Pada 2000, Yusuf mengikuti Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara atau Sekkau. Lima tahun setelahnya, ia menempuh Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara pada 2005. Riwayat pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya di lingkungan TNI Angkatan Udara dan Kementerian Pertahanan.

Di luar pendidikan kedinasan, Yusuf menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Tri Dharma, Balikpapan, pada 1996. Ia kemudian melanjutkan studi magister di Royal Melbourne Institute of Technology, Australia, pada 2003. Perpaduan pendidikan militer dan akademik itu melengkapi pengalaman yang kelak banyak berkaitan dengan bidang teknis, informasi, sarana, hingga logistik pertahanan.

Perjalanan Karier di TNI AU

Karier Yusuf dimulai sebagai Perwira Pertama DP Gubernur AAU pada 1990. Setahun kemudian, ia bertugas sebagai Perwira Anggota Depolek 02 SMO. Pada tahap awal pengabdiannya, ia juga menjalankan sejumlah penugasan yang terkait dengan radar, pemeliharaan, dan sistem elektronik.

Pada 1998, Yusuf dipercaya menjadi Kepala Seksi Teknik Satuan Radar 255 BPP. Ia lalu menjabat Kepala Seksi Display Sathar 52 Depohar 50 pada 1999, sebelum melanjutkan tugas sebagai Kepala Seksi Bengkel Digital Sathar 52 Depohar 50 pada 2001.

Setelah itu, Yusuf mengemban jabatan Kepala Seksi Har Sathar 52 Depohar 50 pada 2002. Ia menjadi Komandan Satuan Pemeliharaan 52 Deposar 50 SMO pada 2004, lalu menjabat Komandan Satuan Radar 223 BPP Kosek Hanudnas II pada 2006.

Pengalaman di bidang radar dan pemeliharaan berlanjut saat Yusuf menjabat Kepala Seksi Pusat Operasi dan Pemeliharaan Subdis Radar Diskomlekau pada 2009. Rangkaian tugas tersebut menunjukkan keterlibatannya dalam area yang membutuhkan kemampuan teknis, pengelolaan sistem, dan dukungan operasional.

Pengalaman di Kementerian Pertahanan

Pada 2012, Yusuf menjadi Perwira Menengah Mabes TNI. Pada tahun yang sama, ia juga bertugas sebagai Analis Madya Bidang Hubungan Kelembagaan di Puskompublik Kementerian Pertahanan.

Perjalanannya di Kementerian Pertahanan berlanjut sebagai Kepala Bidang Infosan Pusdatin Kemhan pada 2014. Dua tahun kemudian, ia menjadi Kepala Bagian Rumah Tangga Roum Setjen Kemhan. Pada 2017, Yusuf dipercaya memimpin Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertahanan.

Tanggung jawab yang diembannya semakin luas ketika ia menjabat Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan pada 2018. Pada 2020, ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan. Posisi berikutnya adalah Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan pada 2025.

Riwayat jabatan tersebut memberi Yusuf pengalaman di bidang data dan informasi, layanan umum, sarana pertahanan, serta pengelolaan logistik. Kini, pengalaman itu menjadi modal dalam menjalankan mandat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi Pertahanan.

Fokus Tugas Baru di Sektor Pertahanan

Jabatan baru Yusuf berada pada persimpangan antara kebutuhan operasional pertahanan dan penguatan kapasitas industri. Logistik pertahanan berkaitan dengan kesiapan dukungan bagi pelaksanaan tugas, sementara industri pertahanan dan teknologi menjadi unsur penting dalam pengembangan kemampuan nasional.

Pernyataan Yusuf mengenai harapan agar ekonomi turut bergerak menggambarkan keterkaitan antara penguatan sektor pertahanan dan aktivitas industri. Dalam lingkup tugasnya, kontribusi industri pertahanan diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan TNI, tetapi juga memberi dampak melalui kegiatan ekonomi yang terkait dengan sektor tersebut.

Kepercayaan Presiden Prabowo kepada Marsekal TNI Yusuf Jauhari menandai kelanjutan perjalanan panjangnya dari lingkungan AAU, satuan radar, bidang pemeliharaan, hingga berbagai jabatan strategis di Kementerian Pertahanan. Dengan latar pengalaman tersebut, ia kini mengemban tanggung jawab sebagai salah satu wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih.

Frequently Asked Questions

What is Profil dan Karier Marsekal TNI Yusuf?

Profil dan Karier Marsekal TNI Yusuf is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Profil dan Karier Marsekal TNI Yusuf matter?

Profil dan Karier Marsekal TNI Yusuf matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *