Main Agenda: Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35

Gus Yahya Mencalonkan Diri Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU 35
Beritasosial.com – Jakarta – Gus Yahya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, secara resmi menyatakan niat untuk kembali mengajukan diri sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke-35. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menyelesaikan berbagai agenda strategis yang telah dimulai selama masa kepemimpinannya. Gus Yahya menilai bahwa peran Ketua Umum PBNU sangat penting dalam mengarahkan visi dan misi organisasi, serta memastikan keberlanjutan peran NU dalam masyarakat.
Dalam pernyataannya, Gus Yahya menyampaikan bahwa keputusan untuk mencalonkan diri kembali didasari oleh komitmen untuk melanjutkan program-program yang belum tuntas. Ia mengungkapkan bahwa dengan pengalaman sebelumnya, dirinya lebih paham bagaimana menyempurnakan tugas-tugas yang sudah dijalankan agar lebih bermakna bagi anggota Nahdlatul Ulama. “Saya ingin memastikan semua agenda utama PBNU bisa tercapai secara maksimal,” tegas Gus Yahya saat berbicara di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).
Strategi Gus Yahya dalam Menyelesaikan Agenda PBNU
Gus Yahya menekankan bahwa pemilihan Ketua Umum PBNU yang akan digelar di Muktamar NU ke-35 bukan hanya tentang penggantian posisi, tetapi juga tentang pengembangan arah organisasi. Menurutnya, proses ini melibatkan kolaborasi yang intens antara berbagai elemen dalam PBNU. “Kita harus melihat ini sebagai peluang untuk memperkuat peran PBNU sebagai lembaga keagamaan yang mampu membawa perubahan,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa agenda utama yang dipertahankan mencakup peningkatan kualitas pengembangan keagamaan, pendidikan, dan ekonomi.
“Main Agenda ini adalah langkah untuk memastikan PBNU tetap relevan di tengah dinamika masyarakat yang terus berubah. Saya optimis dengan kekuatan internal NU, kita bisa mewujudkan visi yang lebih besar,” ujar Gus Yahya dalam kesempatan yang sama.
Gus Yahya menyoroti pentingnya koordinasi antarwilayah dalam menjalankan agenda utama PBNU. Ia menekankan bahwa penyelesaian program-program seperti pendidikan Islam dan ekonomi syariah membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen NU. “Kita tidak bisa mencapai tujuan tanpa dukungan dari setiap cabang dan wilayah,” jelasnya. Selain itu, ia juga ingin melanjutkan upaya dalam memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan lembaga-lembaga lain.
Penetapan Lokasi Muktamar ke-35 dan Persiapan Pelaksanaan
PBNU secara resmi menetapkan bahwa Muktamar ke-35 akan diadakan di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Keputusan ini diambil setelah rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU Lantai 8, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7/2026). “Tambakberas dipilih karena kemampuannya dalam menyambut acara besar dan kepercayaan masyarakat,” kata Saifullah Yusuf, Ketua Panitia OC Muktamar, dalam pernyataannya.
Gus Ipul, Sekretaris Jenderal PBNU, mengajak seluruh PWNU dan PCNU untuk bersiap memperkuat pelaksanaan Muktamar. “Kami berharap partisipasi aktif dari seluruh wilayah dan cabang NU untuk mendukung keberhasilan acara ini melalui kerja sama dan semangat kebersamaan,” tambah Gus Ipul. Ia juga menyebutkan bahwa lokasi Muktamar menjadi faktor penting dalam memastikan keterlibatan masyarakat luas dan visibilitas organisasi.
“Main Agenda Muktamar ke-35 adalah memastikan semua pihak termasuk anggota NU dan masyarakat luas memahami pentingnya peran PBNU sebagai penggerak keagamaan dan sosial,” terang Saifullah Yusuf. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan acara akan dimulai dengan persiapan infrastruktur dan logistik yang matang.
Gus Yahya menekankan bahwa Muktamar ke-35 merupakan momen penting untuk mengevaluasi progres program PBNU selama ini. Menurutnya, dengan agenda utama yang diusung, organisasi bisa menjadi lebih kuat dan relevan. “Kita harus terus berinovasi agar PBNU bisa berkontribusi lebih besar di masa depan,” imbuhnya. Ia juga menyebutkan bahwa keberhasilan Muktamar akan menjadi dasar bagi peningkatan kualitas pengelolaan organisasi.
