Kolaborasi Kemenekraf dan ShopeeFood Dorong Pebisnis Kuliner Go Digital via Gen Matic

khrisna-edit-1788210873-bb35d966a0

Program Gen Matic Bawa Keterampilan Digital ke Jantung Pemulihan Ekonomi Sumatra

Beritasosial.com – Di tengah upaya pemulihan pascabencana yang masih berlangsung di sejumlah wilayah pesisir dan dataran tinggi Sumatra, sebuah inisiatif pelatihan digital menyasar langsung para pelaku usaha kecil dan menengah yang membutuhkan jalur baru untuk bertahan serta tumbuh. Sebanyak 120 peserta dari Aceh Tamiang, Aceh, dan Bukittinggi, Sumatra Barat, mengikuti rangkaian pelatihan Generasi Melek Teknologi (Gen Matic) yang dirancang untuk membekali mereka dengan kemampuan memanfaatkan platform digital guna menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Shopee Indonesia dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf/Bekraf RI). Fokus utamanya bukan sekadar pengenalan teknologi secara umum, melainkan penerapan konkret: bagaimana seorang pedagang kecil dapat membuka toko daring, mendaftar sebagai mitra layanan pesan-antar makanan, atau menghasilkan pendapatan dari pembuatan konten digital.

Materi Pelatihan yang Berorientasi pada Praktik Langsung

Para peserta menerima panduan bertahap mengenai tiga pilar utama. Pilar pertama mencakup langkah-langkah memulai dan mengembangkan usaha di ekosistem Shopee, mulai dari pembuatan akun penjual hingga pengelolaan katalog produk. Pilar kedua membahas mekanisme bergabung sebagai Merchant ShopeeFood, sebuah layanan yang memungkinkan pelaku usaha kuliner menjangkau pelanggan lebih luas tanpa harus membangun infrastruktur logistik sendiri. Pilar ketiga memperkenalkan program Shopee Affiliate, di mana peserta belajar cara menghasilkan komisi melalui pembuatan dan distribusi konten promosi.

Pengampu materi pelatihan terdiri atas instruktur yang telah memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta anggota tim Kampus UMKM Shopee. Kombinasi ini memastikan bahwa konten yang disampaikan tidak hanya memenuhi standar kompetensi nasional, tetapi juga relevan dengan dinamika pasar digital terkini.

Suara Kemenekraf: Keterampilan Produktif sebagai Fondasi Pemulihan

Yuana Rochma Astuti, Direktur Konten Digital Kemenekraf RI, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak dapat bergantung semata-mata pada bantuan material. Masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana membutuhkan instrumen produktif agar mampu membangun kembali kemandirian ekonominya secara mandiri.

“Penting juga untuk memberikan bekal produktif agar masyarakat dapat memanfaatkan setiap peluang ekonomi secara optimal,” ujar Yuana saat ditemui usai acara pelatihan.

Ia menjelaskan bahwa program bertema ‘Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya’ hadir di Sumatra dengan tujuan spesifik: membekali masyarakat dengan keterampilan digital sehingga mereka mampu menangkap peluang dan menghasilkan pendapatan dari perputaran ekonomi digital, baik dalam kapasitas sebagai penjual maupun sebagai kreator konten. Dalam konteks Aceh dan Sumatra Barat, yang masih memulihkan infrastruktur dan jaringan distribusi pascabencana, akses ke ekonomi digital menjadi alternatif yang relatif cepat untuk menghidupkan kembali arus pendapatan rumah tangga.

Perspektif Shopee: Dari Pengetahuan ke Penerapan

Balques Manisang, Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, menambahkan bahwa seluruh materi pelatihan disusun dengan prinsip aplikabilitas langsung. Artinya, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi memperoleh langkah konkret yang dapat mereka terapkan segera setelah pelatihan berakhir. Pendekatan ini penting mengingat banyak pelaku UMKM di daerah yang memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya untuk mengikuti kursus berdurasi panjang.

Konteks Lebih Luas: Digitalisasi UMKM di Daerah Terdampak Bencana

Keberadaan program Gen Matic di wilayah Sumatra bukan peristiwa terisolasi. Ia merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mengurangi kesenjangan digital antara pusat dan daerah, khususnya di kawasan yang baru saja mengalami guncangan ekonomi akibat bencana alam. Ketika jalur distribusi fisik terputus atau belum pulih sepenuhnya, platform digital menawarkan saluran alternatif yang relatif tahan terhadap gangguan infrastruktur darat.

Bagi pelaku usaha kuliner di Aceh Tamiang atau Bukittinggi, kemampuan mendaftar sebagai Merchant ShopeeFood berarti mereka dapat melayani pelanggan di radius yang jauh lebih luas tanpa perlu membuka cabang fisik baru. Sementara itu, program afiliasi membuka kemungkinan bagi mereka yang belum memiliki produk fisik untuk tetap berpartisipasi dalam ekonomi digital melalui konten kreatif. Kedua jalur ini saling melengkapi dan memperluas spektrum peluang pendapatan bagi masyarakat yang sedang dalam fase pemulihan.

Dengan melibatkan lembaga sertifikasi nasional seperti BNSP, program ini juga membangun kredibilitas dan standar mutu yang dapat diandalkan. Bagi peserta yang belum pernah bersentuhan dengan dunia digital, bimbingan dari instruktur bersertifikat mengurangi hambatan psikologis dan teknis sekaligus memastikan bahwa keterampilan yang diperoleh memiliki dasar kompetensi yang diakui secara formal.

Ke depan, keberhasilan program semacam ini akan diukur bukan hanya dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi dari tingkat konversi keterampilan menjadi aktivitas ekonomi nyata. Jika para pelaku usaha di Aceh dan Sumatra Barat mampu menerjemahkan materi Gen Matic menjadi transaksi, konten, dan pendapatan yang berkelanjutan, maka kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta ini akan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah-wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Frequently Asked Questions

What is Kolaborasi Kemenekraf dan ShopeeFood Dorong Pebisnis?

Kolaborasi Kemenekraf dan ShopeeFood Dorong Pebisnis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kolaborasi Kemenekraf dan ShopeeFood Dorong Pebisnis matter?

Kolaborasi Kemenekraf dan ShopeeFood Dorong Pebisnis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *