UAS : Percaya Mitos, Menjerumuskan ke Syirik
Mitos yang Diyakini Tanpa Dalil Dapat Menjerumuskan ke Syirik
Beritasosial.com – UAS – Keyakinan terhadap berbagai mitos yang tidak berlandaskan dalil dikhawatirkan mampu melemahkan akidah seseorang. Bahkan, hal ini berpotensi membawa manusia kepada perbuatan syirik. Ustaz Abdul Somad atau yang dikenal UAS pernah mengulas hal tersebut secara mendalam dalam salah satu ceramahnya.
Kisah Gerhana dan Wafatnya Putra Nabi Ibrahim
UAS menyoroti peristiwa ketika putra Nabi Ibrahim ‘alaihissalam wafat pada usia sekitar 18 bulan. Pada hari yang sama, terjadi gerhana matahari. Sebagian masyarakat kala itu menghubungkan kedua peristiwa tersebut. Mereka meyakini fenomena alam itu muncul karena kesedihan atau kemarahan sang nabi.
Namun, anggapan tersebut segera dibantah oleh UAS. Menurutnya, keyakinan semacam itu hanyalah mitos belaka yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. “Nggak ada hubungan, mitos ini,” tegas UAS dalam penjelasannya.
Pentingnya Berpegang pada Dalil yang Sahih
UAS menegaskan bahwa seorang Muslim tidak boleh mempercayai sesuatu yang tidak memiliki dalil yang sahih. Keimanan harus dibangun di atas petunjuk Al-Qur’an dan hadis, bukan pada cerita atau kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Ia menjelaskan:
“Kalau ada disebutkan ulama, dari kitab, dari hadis, amalkan. Kalau hanya pantang-pantang saja, mitos. Bisa syirik kita, bisa rusak akidah kita.”
Menurut UAS, mempercayai mitos yang diyakini dapat mendatangkan manfaat atau menolak bahaya termasuk bentuk keyakinan yang bertentangan dengan tauhid. Sebab, dalam Islam hanya Allah SWT yang berkuasa memberikan manfaat maupun menimpakan mudarat kepada hamba-Nya.
Peringatan UAH tentang Syirik yang Tidak Disadari
Penjelasan senada juga pernah disampaikan Ustaz Adi Hidayat (UAH). Ia mengingatkan bahwa syirik merupakan dosa terbesar dalam Islam dan terkadang dilakukan seseorang tanpa disadari. UAH menjelaskan, salah satu bentuk syirik adalah meyakini adanya makhluk atau benda yang memiliki kekuasaan sebagaimana kekuasaan Allah SWT.
Karena itu, umat Islam diminta berhati-hati terhadap berbagai kepercayaan yang tidak memiliki landasan syariat, termasuk mitos yang diyakini dapat menentukan nasib, keselamatan, maupun rezeki seseorang. Seorang Muslim hendaknya menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman dalam berkeyakinan, sehingga terhindar dari khurafat, takhayul, maupun berbagai bentuk kesyirikan yang dapat merusak kemurnian akidah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is UAS?
UAS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does UAS matter?
UAS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
