What Happened During: Jadi Selebriti, Kerbau Albino Bernama Donald Trump Akan Disembelih saat Iduladha
Kerbau Albino Donald Trump Jadi Bintang Kurban Iduladha
What Happened During Iduladha menjadi sorotan media nasional dan internasional akhir-akhir ini, terutama karena adanya kerbau albino langka yang diberi nama Donald Trump. Hewan ini menjadi fenomena unik di Bangladesh, negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, yang tengah merayakan hari raya kurban. Dengan bentuk fisik menyerupai karakter ikonik mantan presiden Amerika Serikat, kerbau ini menarik perhatian ribuan pengunjung ke peternakan milik Ziauddin Mridha di distrik Narayanganj, dekat ibukota Dhaka.
Nama yang Memikat Perhatian
Kerbau albino ini diberi nama Donald Trump oleh adik laki-laki pemiliknya, menurut laporan Reuters, Minggu (24/5/2026). Penamaan ini terinspirasi dari sehelai rambut pirang yang tumbuh di bagian depan kepalanya, mirip dengan gaya rambut sang politisi. Mridha menjelaskan bahwa penamaan ini bertujuan untuk memikat minat publik, sekaligus menjadi momen lucu dalam tradisi kurban yang serius. “Nama ini disebut-sebut sebagai cara membuat pengalaman kurban lebih menyenangkan,” katanya.
“What Happened During Iduladha, kita melihat penggabungan budaya dan humor dalam ritual yang biasanya serius. Kerbau ini adalah contoh bagaimana keunikan fisik bisa menjadi simbol kecil dalam masyarakat yang dikenal konservatif,” tambah Mridha.
Penampilan kerbau ini juga menarik perhatian karena warna kulitnya yang krem dan hidung kemerahan, yang membuatnya berbeda dari ribuan ternak lainnya. Walaupun jarang, albino adalah variasi genetik alami, dan keberadaannya di tengah perayaan Iduladha memberikan dimensi baru pada ritual pengorbanan. Mridha menjelaskan bahwa ia memerlukan perawatan ekstra untuk menjaga kesehatannya, termasuk mandi empat kali sehari dan pemberian makan yang teratur.
Ritual yang Dihadirkan dengan Unik
Dalam beberapa tahun terakhir, budaya kurban di Bangladesh mulai mengalami perubahan. Masyarakat kini lebih tertarik pada ternak yang memiliki ciri khas, seperti bulu unik atau bentuk yang mengingatkan pada selebriti. Tren ini dilakukan untuk menarik perhatian lebih banyak pengunjung, sekaligus memperkaya pengalaman spiritual mereka selama Iduladha. Kerbau Donald Trump menjadi ikon dari tren ini, dengan status sebagai hewan yang disebut “bintang populer” dalam kota.
“What Happened During Iduladha kali ini menciptakan buzz di media sosial, terutama di kalangan muda yang membagikan foto dan video kerbau ini. Banyak orang memandangnya sebagai pengingat akan kehidupan dan keberagaman di dunia,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Kerbau ini juga menjadi bahan pembicaraan di kalangan ilmuwan, yang memperkirakan bahwa jumlah hewan albino di Bangladesh sangat sedikit. Menurut Mridha, hewan tersebut adalah satu-satunya yang tercatat di peternakannya, dan keterlibatannya dalam Iduladha menunjukkan betapa besar daya tariknya. Ia akan disembelih sebagai bagian dari ritual yang dilakukan oleh keluarga Mridha, menandai akhir dari perjalanan menarik ini.
Durung Iduladha, kerbau Donald Trump akan menjadi bintang utama dalam acara pengorbanan yang rutin dilakukan oleh masyarakat. Meskipun tubuhnya besar dan kurban sering kali melibatkan hewan yang lebih kecil, penampilannya yang memikat tetap menjadi fokus. “What Happened During Iduladha ini adalah tentang bagaimana satu hewan bisa mengubah cara kita memandang ritual tradisional,” katanya, menyoroti peran hewan ini dalam memperkaya kesadaran lokal.
Pengalaman ini menunjukkan bagaimana budaya lokal dapat berevolusi dengan memasukkan elemen modern, seperti penamaan ternak inspiratif. Mridha juga menjelaskan bahwa ia menjual kerbau ini untuk jumlah yang lebih tinggi dari biasanya, karena minat masyarakat yang luar biasa. “What Happened During Iduladha adalah tentang keterlibatan masyarakat, dan kerbau ini menjadi pengingat tentang kekhasan yang bisa kita banggakan,” tambahnya.
