Topics Covered: Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang

Hamas Tetap Pertahankan Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Beritasosial.com – Setelah lebih dari dua tahun perang di Jalur Gaza, organisasi militan Hamas masih diperkirakan memiliki sekitar 25.000 anggota, menurut laporan keamanan Israel yang dirilis oleh lembaga penyiaran publik tersebut pada hari Rabu (15/7/2026). Angka ini mencakup sekitar 2.500 personel dari unit elit Nukhba. Sebelum konflik pecah, Hamas diperkirakan memiliki total 35.000 pejuang, dengan sekitar 5.000 di antaranya termasuk dalam tim terpilih. Topics Covered juga mencakup bagaimana Hamas berhasil mempertahankan kekuatannya meski mengalami kerusakan infrastruktur dan tekanan besar dari Israel.
Kekuatan Militer Hamas: Pengendalian dan Strategi
Analisis terbaru dari Israel menunjukkan bahwa Hamas tidak hanya bertahan dalam jumlah anggota utama, tetapi juga beradaptasi dengan strategi untuk memulihkan kekuatan mereka. Dengan memanfaatkan perangkap tersembunyi, jaringan gerilya, dan dukungan dari negara-negara pendukung, organisasi tersebut mampu menjaga operasional militer mereka. Topics Covered menyoroti fakta bahwa Hamas mempertahankan sebagian besar pasukan mereka, yang mencerminkan ketangguhan dan kemampuan untuk mengubah strategi dalam kondisi sulit. Meskipun serangan Israel secara intens dilakukan terhadap posisi penting, Hamas terus menerapkan kegiatan rahasia untuk menyembunyikan anggota mereka dan memastikan keberlanjutan operasional.
Salah satu aspek penting dalam Topics Covered adalah keterlibatan Iran dalam dukungan militer Hamas. Pertemuan antara pemimpin Hamas dan pejabat Iran menunjukkan hubungan diplomatik yang kuat, yang berdampak pada persediaan senjata dan logistik. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Iran memberikan bantuan dalam menghadapi tekanan dari Israel, termasuk peran dalam membantu Hamas mengembangkan strategi perang. Topics Covered menjelaskan bahwa Hamas tidak hanya bergantung pada kekuatan internal, tetapi juga memperoleh dukungan eksternal untuk memperkuat posisi mereka.
Kegiatan Eksekusi: Taktik Kecurangan dan Ketenangan
Dalam Topics Covered, terungkap bahwa Hamas mulai mengubah cara mereka melakukan eksekusi terhadap individu yang dianggap menentang gerakan mereka. Sebelumnya, tindakan tersebut sering dilakukan secara terbuka untuk mengirim pesan politik, tetapi kini dilakukan secara rahasia di lokasi yang tersembunyi, seperti ruang bawah tanah atau tempat terkunci. Strategi ini bertujuan mengurangi risiko provokasi dari media lokal dan internasional. Topics Covered juga menyebutkan bahwa penggunaan senjata dan pengambilan gambar secara tersembunyi telah menjadi prioritas, sehingga meminimalkan dampak negatif pada citra Hamas.
“Pembunuhan tidak lagi dilakukan secara terbuka, melainkan dalam kegelapan untuk mengurangi dampak provokasi,”
Metode ini menunjukkan pergeseran strategis Hamas dalam menghadapi keadaan darurat. Selain itu, Topics Covered juga menyoroti bagaimana tindakan eksekusi ini dilakukan secara cepat dan efektif, bahkan di tengah operasi militer Israel. Dengan mengurangi jumlah korban yang terlihat, Hamas berusaha membangun kesan bahwa mereka mampu mengendalikan situasi dan memperkuat kekuasaan mereka di Jalur Gaza.
Kontak Diplomatik dengan Iran: Membangun Payung Internasional
Kontak diplomatik antara Hamas dan Iran menjadi bagian penting dari Topics Covered. Pertemuan yang dilakukan selama pemakaman almarhum Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menunjukkan komitmen Teheran untuk mendukung Hamas dalam konflik berkepanjangan. Laporan menyebutkan bahwa Hamas menyerahkan dokumen permintaan kepada Iran, termasuk seruan untuk mendapatkan “payung diplomatik” dalam negosiasi masa depan. Topics Covered menegaskan bahwa Iran berperan sebagai pendukung utama Hamas, baik secara langsung melalui persediaan senjata maupun secara tidak langsung melalui tekanan politik di tingkat internasional.
“Hamas meminta Iran membantu memperkuat posisi mereka melalui pengaruh regional dan internasional,”
Hubungan ini menjadi fokus dalam Topics Covered, karena menunjukkan bahwa Hamas tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga memanfaatkan hubungan diplomatik untuk memperoleh dukungan dalam menghadapi Israel. Selain itu, Topics Covered juga menyebutkan bahwa AS mengalirkan senjata ke Arab Saudi dan Kuwait dengan nilai total mencapai 36,2 triliun rupiah sebagai bagian dari upaya menghadapi perluasan perang Iran. Angka ini mencerminkan bagaimana negara-negara lain turut terlibat dalam dinamika politik dan militer di wilayah Timur Tengah.
Analisis terkait Topics Covered menggarisbawahi bahwa pertahanan kekuatan Hamas bukan hanya tentang jumlah personel, tetapi juga keterlibatan dalam lingkaran kekuasaan regional. Dengan dukungan Iran dan perangkap rahasia, Hamas mampu mempertahankan pengaruhnya meski mengalami kerusakan pada infrastruktur militer. Topics Covered juga menyoroti kebijakan Israel yang berfokus pada pengurangan pasukan Hamas, tetapi tetap mengakui bahwa organisasi tersebut mampu memulihkan kekuatannya secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa konflik di Jalur Gaza tidak hanya melibatkan pertarungan langsung, tetapi juga strategi pemasaran kekuasaan yang kompleks.
