Sultan Brunei Berharta Rp450 Triliun Cabut Gelar Bangsawan Menantu karena Perilaku Tak Pantas

sultan-brunei-berharta-rp450-triliun-cabut-gelar-bangsawan-menantu-karena-perilaku-tak-pantas-asp

Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu: Sikap Tak Pantas

Beritasosial.com – BANDAR SERI BEGAWAN — Kerajaan Brunei Darussalam kembali menjadi sorotan dunia. Sultan Hassanal Bolkiah, yang dikenal sebagai salah satu penguasa termuda di dunia, telah mengambil keputusan tegas. Sultan Brunei Berharta Rp450 Triliun ini resmi mencabut gelar kebangsawanan menantunya, Pengiran Raabi’atul Adawiyyah. Langkah ini diambil setelah sang menantu dinilai melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan martabat keluarga kerajaan.

Keputusan ini disampaikan melalui dekrit resmi yang berlaku efektif sejak hari pengumuman. Pengiran Raabi’atul Adawiyyah kehilangan status keputrian serta gelar kehormatan “Yang Mulia” yang selama ini dimilikinya. Istri dari Pangeran Malik ini kini kembali ke status aslinya sebagai anggota keluarga kerajaan tanpa gelar khusus. Pangeran Malik sendiri merupakan putra kedua Sultan dan menduduki posisi keempat dalam garis suksesi takhta Brunei.

“Tindakan ini berlaku segera, disebabkan oleh tindakan yang dianggap tidak pantas bagi istri seorang anggota keluarga kerajaan karena mencoreng reputasi dan merupakan bentuk ketidakhormatan serius terhadap Baginda.”

Menurut laporan yang dihimpun pada Senin, 10 Agustus 2026, kerajaan memilih untuk tidak memberikan penjelasan rinci mengenai alasan spesifik pencabutan gelar. Sistem pemerintahan Brunei yang cenderung tertutup membuat informasi resmi selalu dikendalikan dengan ketat. Namun, berbagai sumber menyebutkan bahwa perilaku tidak pantas tersebut berkaitan dengan sikap yang dianggap merendahkan kehormatan keluarga kerajaan.

Posisi Sultan dalam Hierarki Kekayaan Dunia

Sultan Hassanal Bolkiah bukan hanya penguasa Brunei, tetapi juga salah satu individu terkaya di planet ini. Dengan total kekayaan mencapai USD28 miliar atau setara Rp450 triliun, Sultan Brunei Berharta Rp450 Triliun ini menduduki peringkat atas dalam daftar monarki paling kaya. Kekayaan ini berasal dari cadangan minyak dan gas alam yang melimpah di wilayah Brunei Darussalam.

Sultan yang baru saja merayakan ulang tahun ke-80 ini telah menjalani perjalanan panjang dalam memimpin Brunei. Dari tiga pernikahan yang pernah dilaluinya, hanya satu yang masih bertahan hingga saat ini. Pernikahan pertamanya dengan Ratu Saleha, sepupu dekatnya, dikaruniai enam orang anak. Dua pernikahan keduanya berakhir dengan perceraian, menjadikan pengalaman ini tidak terlalu asing bagi sang penguasa.

Dampak terhadap Garis Suksesi Takhta

Pencabutan gelar Pengiran Raabi’atul Adawiyyah tidak secara langsung mengubah garis suksesi takhta Brunei. Pangeran Al-Muhtadee Billah tetap menjadi pewaris utama tahta, sementara Pangeran Malik menempati posisi keempat. Keempat putri Sultan tidak memiliki hak suksesi berdasarkan konstitusi Brunei yang menganut sistem patriarki.

Jika rumor perceraian antara Pangeran Malik dan Pengiran Raabi’atul Adawiyyah terbukti benar, maka ini akan menjadi perceraian kedua dalam keluarga kerajaan Brunei. Pasangan ini telah dikaruniai empat orang anak selama lebih dari satu dekade pernikahan mereka. Kehadiran anak-anak dalam proses perceraian akan menjadi pertimbangan penting bagi pengadilan keluarga kerajaan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Ini

Apa penyebab utama pencabutan gelar Pengiran Raabi’atul Adawiyyah? Kerajaan Brunei menyatakan bahwa perilaku tidak pantas yang dilakukan menantunya menjadi alasan utama. Meskipun tidak ada rincian spesifik, hal ini dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan serius terhadap keluarga kerajaan.

Apakah Pangeran Malik juga kehilangan gelar akibat kasus ini? Tidak. Pangeran Malik tetap mempertahankan gelar dan posisinya dalam garis suksesi takhta Brunei. Pencabutan gelar hanya berlaku untuk Pengiran Raabi’atul Adawiyyah sebagai menantu.

Berapa total kekayaan Sultan Brunei saat ini? Sultan Hassanal Bolkiah memiliki kekayaan sekitar USD28 miliar atau setara Rp450 triliun, menjadikannya salah satu monarki paling kaya di dunia.

Apakah ada kemungkinan perceraian antara Pangeran Malik dan Pengiran Raabi’atul Adawiyyah? Rumor perceraian mulai beredar setelah pencabutan gelar. Jika benar, ini akan menjadi perceraian kedua dalam sejarah pernikahan Pangeran Malik.

Bagaimana posisi Pangeran Malik dalam garis suksesi takhta Brunei? Pangeran Malik menduduki urutan keempat dalam garis suksesi takhta Brunei, setelah Pangeran Al-Muhtadee Billah dan dua putra sulung Pangeran Al-Muhtadee.

Kasus ini menunjukkan bahwa bahkan dalam keluarga kerajaan yang sangat dihormati, perilaku tidak pantas tetap mendapat sanksi tegas. Sultan Brunei Berharta Rp450 Triliun ini konsisten dalam menjaga martabat dan kehormatan keluarga kerajaan Brunei Darussalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *