Rusia dan China Bersatu di SCO, Iran Tetap Jadi Bintang Paling Bersinar
Peringatan 25 Tahun SCO: Bishkek Jadi Panggung Geopolitik yang Tak Bisa Diabaikan
Beritasosial.com – Ibu kota Kyrgyzstan, Bishkek, akan menjadi titik temu para pemimpin dunia pada hari Senin ketika KTT tahunan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) digelar. Vladimir Putin dari Rusia dan Xi Jinping dari China memimpin rombongan yang mencakup lebih dari belasan kepala negara. Namun, momentum utama pertemuan kali ini bukan sekadar agenda rutin tahunan — melainkan peringatan seperempat abad sejak organisasi tersebut didirikan, sekaligus panggung di mana dua kekuatan besar Asia mencoba mengukuhkan narasi tatanan dunia multipolar di hadapan tekanan Barat.
Dari Forum Ekonomi ke Front Politik
Sejak awal, SCO diposisikan sebagai wadah kerja sama ekonomi dan keamanan regional. Deklarasi pendiriannya secara eksplisit menegaskan bahwa organisasi ini
“bukanlah aliansi yang ditujukan untuk melawan negara lain.”
Realitas di lapangan, terutama dalam dua tahun terakhir, telah menggeser karakter pertemuan tersebut. Pada KTT tahun lalu, Putin secara terbuka menuduh negara-negara Barat sebagai pemicu konflik di Ukraina. Xi Jinping, di sisi lain, melontarkan kecaman terhadap apa yang ia sebut “tindakan intimidasi” — sebuah frasa yang secara implisit merujuk pada eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan China di kawasan Indo-Pasifik. Kini, di Bishkek, kedua pemimpin diperkirakan akan kembali menyelaraskan pesan mereka: bahwa tatanan global tidak boleh lagi didominasi oleh satu kutub kekuatan.
Iran: Bintang yang Semakin Terang di Orbit SCO
Di antara seluruh delegasi, perhatian terbesar kemungkinan akan tertuju pada Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Teheran resmi bergabung dengan SCO pada tahun 2023, sebuah langkah yang mengubah posisi strategis negara itu di peta aliansi Asia Tengah dan Selatan. Sejak aksesi tersebut, Iran telah memperdalam kerja sama militer dengan Moskow serta menjalin kemitraan energi yang semakin erat dengan Beijing. Kombinasi kedua relasi itu menjadikan Teheran simpul penting dalam arsitektur keamanan dan pasokan energi yang SCO coba bangun.
Pezeshkian dijadwalkan melakukan pembicaraan bilateral dengan Putin selama KTT berlangsung. Pertemuan tingkat menteri kedua negara telah lebih dulu digelar pada bulan Juli dalam forum Dewan Menteri Luar Negeri SCO, sehingga agenda bilateral di Bishkek dipandang sebagai kelanjutan dari konsultasi teknis tersebut. Kehadiran Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan turut menambah bobot diplomatik acara, meskipun Ankara sendiri bukan anggota penuh organisasi melainkan berstatus mitra dialog.
Skala Keanggotaan dan Bobot Demografis
SCO saat ini memiliki 10 negara anggota tetap. Di luar lingkaran inti itu, 15 negara lain terhubung sebagai “mitra dialog”, termasuk Turki, Arab Saudi, dan Qatar. Para pemimpin India dan Pakistan — keduanya anggota penuh — juga diperkirakan hadir di Bishkek, yang berarti dinamika persaingan kedua negara tersebut akan menjadi variabel tersendiri dalam setiap sesi negosiasi. Secara agregat, blok ini mengklaim mewakili sekitar 40 persen populasi dunia dan menyumbang sekitar 25 persen produk domestik bruto global, angka yang menjadikannya entitas geopolitik dengan jangkauan yang sulit diabaikan oleh siapa pun di panggung internasional.
Bayang-Bayang Konflik Dagang AS–China
KTT SCO di Kyrgyzstan berlangsung di tengah ketegangan perdagangan yang memanas antara Washington dan Beijing. Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent, menjelang pertemuan para pemimpin keuangan G20 di Amerika Serikat, menyatakan akan mendorong anggota G20 untuk meninjau ulang ketentuan perdagangan dengan China. Ia menyebut surplus perdagangan global Beijing sebesar 1,2 triliun dolar AS (setara 9,36 triliun dolar Hong Kong) sebagai kondisi yang tidak dapat dipertahankan.
“Dunia tidak bisa memiliki China dengan surplus perdagangan sebesar USD1,2 triliun (HK$9,36 triliun).”
Bessent melanjutkan pandangannya dengan catatan bahwa perekonomian China, menurutnya, sedang dalam kondisi lemah dan bergantung pada ekspor untuk keluar dari tekanan domestik.
“Di China, perekonomiannya cukup lemah, dan mereka berusaha keluar dari situasi tersebut melalui ekspor; mereka perlu menyeimbangkan kembali perekonomian mereka.”
Ia juga mengungkapkan rencana pertemuan bilateral dengan Gubernur Bank Rakyat China, Pan Gongsheng, selama konferensi G20 berlangsung, meski enggan merinci agenda pembicaraan tersebut. Pernyataan ini menambah lapisan ketegangan di balik layar KTT SCO: sementara para pemimpin di Bishkek menggemakan retorika kerja sama dan multipolaritas, Washington secara simultan menekan Beijing dari sisi perdagangan dan keuangan global.
Implikasi bagi Tatanan Regional
Peringatan 25 tahun SCO bukan sekadar tonggak historis. Ia menandai matangnya sebuah forum yang telah berevolusi dari diskusi ekonomi antarnegara Asia Tengah menjadi arena di mana Rusia, China, Iran, dan sekutu mereka mengoordinasikan posisi terhadap isu-isu yang selama ini didominasi oleh institusi Barat. Kehadiran Turki sebagai mitra dialog, ekspansi hubungan militer Iran–Rusia, serta ketegangan dagang AS–China yang terus memanas menjadikan KTT Bishkek tahun ini salah satu pertemuan paling padat substansi geopolitik dalam sejarah organisasi tersebut. Bagaimana deklarasi multipolar yang diumumkan di Kyrgyzstan akan diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret — baik di kawasan Asia Tengah, Timur Tengah, maupun dalam negosiasi perdagangan multilateral — akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kredibilitas SCO di tahun-tahun mendatang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Rusia dan China Bersatu di SCO Iran?
Rusia dan China Bersatu di SCO Iran is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Rusia dan China Bersatu di SCO Iran matter?
Rusia dan China Bersatu di SCO Iran matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
