Pasukan Pro-Saudi Siap Rebut Ibu Kota Yaman yang Dikuasai Houthi, Ini 5 Faktanya
Pasukan Pro Saudi Siap Rebut Sanaa dari Houthi
Beritasosial.com – Pasukan Pro Saudi Siap Rebut kendali atas ibu kota Yaman menjadi kenyataan pada hari Senin, ketika dentuman artileri menggema di langit provinsi al-Bayda dan al-Jawf. Operasi ofensif berskala besar ini menandai eskalasi paling tajam dalam konflik Yaman sejak gencatan senjata PBB tahun 2022 berantakan. Tujuan satu-satunya: merebut kembali Sanaa, kota yang telah berada di bawah cengkeran pemberontak Houthi selama lebih dari satu dekade.
Para komandan militer di Riyadh dan Sanaa menegaskan bahwa langkah ini bukan manuver taktis sesaat, melainkan keputusan strategis yang telah dirumuskan berbulan-bulan. Dalam kerangka berpikir mereka, tanpa penguasaan kembali ibu kota, setiap wacana perdamaian kehilangan fondasi teritorialnya.
Perintah Resmi: “Merebut Kembali Sanaa”
Majoor Jenderal Samir Al-Sabri, Wakil Menteri Pertahanan Yaman, mengumumkan keputusan komando tertinggi melalui siaran televisi pemerintah. Pernyataannya singkat dan tanpa ruang tafsir.
“Merebut kembali Sanaa,” tegas Al-Sabri, merujuk pada perintah serangan balik total terhadap posisi Houthi di sekeliling ibu kota.
Majid al-Nuzaili, juru bicara pasukan pemerintah, memperluas narasi misi dalam keterangan terpisah. Baginya, operasi ini bukan sekadar pertempuran, melainkan pembebasan nasional.
“Membebaskan Yaman dari cengkeraman Houthi dan mengembalikan Sanaa sebagai ibu kota bagi seluruh rakyat Yaman,” ujar al-Nuzaili.
Ia juga mengeluarkan peringatan langsung kepada warga sipil: hindari jalur utama yang menghubungkan Sanaa dengan Marib dan al-Jawf. Rute yang disebut secara spesifik meliputi koridor melalui Nihm, Sirwah, Mahliyah, dan al-Hazm. Peringatan tersebut mengonfirmasi bahwa pasukan akan memanfaatkan jalur-jalur itu sebagai koridor suplai dan manuver tempur.
al-Hazm: Gerbang Timur Menuju Ibu Kota
Secara geografis, provinsi al-Bayda dan al-Jawf merupakan pintu masuk utama dari arah timur menuju Sanaa. Siapa pun yang menguasai kedua wilayah ini mengendalikan akses darat ke ibu kota. Pada Senin, pertempuran paling intensif tercatat di sekitar kota al-Hazm, tempat pihak Houthi mengklaim setidaknya tujuh orang tewas dalam serangan terhadap fasilitas penjara. Angka korban itu, meski belum diverifikasi independen, menunjukkan bahwa kontak langsung telah terjadi dan pertempuran tidak lagi terbatas pada tembakan jarak jauh.
Konteks lokal memperparah situasi: al-Hazm selama bertahun-tahun menjadi titik transit bagi warga sipil yang melarikan diri dari pertempuran di selatan. Jika kota ini berubah menjadi medan perang terbuka, tekanan pengungsian akan melonjak dan membebani sistem kemanusiaan yang sudah berada di ambang kolaps.
Akar Konflik dan Runtuhnya Gencatan 2022
Perang Yaman bermula pada 2014 ketika Houthi—kelompok syiah Zaidi berbasis di pegunungan utara—mencengkeram Sanaa dalam waktu kurang dari sebulan. Penyerbuan itu memicu intervensi militer pimpinan Arab Saudi pada 2015, menyeret seluruh negara Teluk ke dalam konflik dan mengubah Yaman menjadi arena proxy antara Riyadh dan Teheran.
Setelah hampir sembilan tahun pertempuran yang menewaskan ratusan ribu jiwa dan melahirkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia, PBB berhasil memediasi gencatan senjata pada 2022. Diplomat saat itu optimis jeda tersebut dapat berkembang menjadi kerangka penyelesaian politik permanen. Namun ketegangan regional yang memuncak akibat perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menghancurkan momentum diplomasi, menciptakan lingkungan di mana kedua belah pihak merasa lebih aman melanjutkan pertempuran daripada duduk di meja perundingan.
Pertempuran kembali pecah pada Juli ketika pasukan pemerintah menyerang bandara yang dikuasai Houthi di Sanaa. Insiden itu secara langsung menghalangi pendaratan pesawat asal Iran—tindakan yang dianggap provokasi berat oleh Teheran dan sekutunya di Yaman. Sebagai balasan, Houthi melancarkan serangan besar-besaran pekan lalu, bergerak maju melalui wilayah barat Taiz dan selatan Hodeidah dengan target strategis berupa kota pelabuhan al-Makha dan infrastruktur pesisir di sekitarnya.
FAQ
Apa tujuan utama operasi militer yang sedang berlangsung?
Pasukan Pro Saudi Siap Rebut kembali Sanaa dari kendali Houthi. Operasi ini bertujuan memulihkan kendali pemerintah yang diakui komunitas internasional atas ibu kota Yaman, yang telah berada di bawah penguasaan pemberontak sejak 2014.
Jalur mana yang harus dihindari warga sipil?
Juru bicara militer meminta masyarakat menghindari koridor yang menghubungkan Sanaa dengan Marib dan al-Jawf, khususnya rute melalui Nihm, Sirwah, Mahliyah, dan al-Hazm. Jalur-jalur tersebut diperkirakan akan digunakan sebagai jalur suplai dan manuver pasukan.
Kapan gencatan senjata terakhir berakhir dan mengapa?
Gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022 runtuh akibat eskalasi regional—perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran—yang menghancurkan momentum diplomasi. Pertempuran kembali pecah pada Juli ketika pasukan pemerintah menyerang bandara Houthi di Sanaa dan menghalangi pendaratan pesawat Iran.
Berapa korban yang dilaporkan di al-Hazm?
Pihak Houthi mengklaim setidaknya tujuh orang tewas dalam serangan terhadap fasilitas penjara di al-Hazm pada Senin. Angka tersebut belum diverifikasi secara independen.
