Official Announcement: Hizbullah Klaim 32 Serangan terhadap Pasukan Israel di Lebanon Selatan dalam 24 Jam
Hizbullah Umumkan 32 Serangan terhadap Pasukan Israel di Lebanon Selatan dalam 24 Jam
Official Announcement – Dalam sebuah Official Announcement yang dilayangkan melalui media resmi mereka, Hizbullah mengklaim telah melakukan 32 serangan terpisah terhadap angkatan Israel di daerah selatan Lebanon dalam sehari. Serangan tersebut terjadi pada hari Selasa, 26 Mei 2026, dan fokusnya pada pasukan Israel yang sedang beroperasi di sekitar kota Zawtar al-Sharqiya. Dalam pernyataannya, kelompok militer Lebanon tersebut menyebutkan bahwa para pejuangnya terus-menerus melakukan tindakan strategis, termasuk menembakkan roket, senjata artileri, dan drone untuk menghambat kemajuan militer Israel.
Strategi Serangan dan Sasaran Utama
Menurut laporan dari media Hizbullah dan Al Mayadeen, konfrontasi dimulai setelah serangan udara dan tembakan artileri Israel yang dianggap sebagai langkah persiapan untuk invasi ke Zawtar al-Sharqiya. Pejuang Hizbullah dilaporkan menyerang pasukan Israel yang maju, menghancurkan beberapa tank Merkava serta kendaraan lapis baja. Dalam Official Announcement terbaru, kelompok tersebut menegaskan bahwa platform Iron Dome dan dua quadcopter Israel menjadi sasaran utama, sebagai bentuk pembalasan atas serangan-serangan yang sebelumnya dilakukan oleh pasukan Israel.
“Serangan ini membuktikan bahwa Hizbullah masih mampu mengendalikan operasi meskipun terjadi peningkatan aktivitas militer Israel di Lebanon Selatan,”
kata pernyataan dari pengurus kelompok tersebut.
Konteks Pertempuran dan Dukungan Internasional
Lebanon Selatan, yang telah lama menjadi front pertempuran antara Hizbullah dan Israel, kembali menjadi sasaran utama. Dalam Official Announcement mereka, Hizbullah menekankan bahwa serangan-serangan ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat posisi di wilayah tersebut. Pejuang kelompok tersebut diberitakan berhasil merusak sistem komunikasi Israel dan meruntuhkan beberapa platform pertahanan militer. Rekaman dari media militer mereka menunjukkan serangan drone Ababil yang menargetkan tank Merkava di Markaba pada pukul 08.45 pagi.
Berbagai serangan tambahan juga dilakukan terhadap pasukan Israel dan kendaraan militer di daerah sungai, jalur menuju Zawtar, serta fasilitas air di Yahmar al-Shaqif. Official Announcement yang dirilis oleh Hizbullah mengungkapkan bahwa operasi ini terjadi dalam rangka menghentikan eksplorasi Israel terhadap wilayah yang mereka dominasi. Selain itu, tindakan-tindakan ini dianggap sebagai respons terhadap serangan udara yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Evaluasi Serangan dan Dampak Masa Depan
Dalam Official Announcement terbaru, Hizbullah menyebutkan bahwa serangan-serangan ini telah mengganggu kemampuan Israel dalam mengatur operasi di Lebanon Selatan. Dengan menargetkan jalur logistik dan posisi penting, kelompok tersebut berharap dapat menurunkan ketergantungan Israel pada sistem pertahanan yang mereka pasang. Dukungan internasional juga menjadi faktor penting dalam memperkuat kemampuan Hizbullah, terutama dari negara-negara yang mendukung perjuangan mereka melawan pendudukan Israel.
Koresponden Al Mayadeen di Lebanon Selatan mengklaim bahwa laporan pasukan Israel memasuki Zawtar al-Sharqiya belum terbukti akurat. Konfrontasi, menurut mereka, lebih banyak terjadi di sekitar pinggiran kota dan daerah sungai. Serangan drone yang berkelanjutan diluncurkan dari Lebanon menuju wilayah yang diduduki, sementara serangan terus berlangsung terhadap komando militer Israel. Official Announcement dari Hizbullah memperkuat klaim bahwa mereka masih mampu mengambil inisiatif dalam konflik ini.
Perspektif Internasional dan Dampak Politik
Dunia internasional memperhatikan kejadian ini sebagai bagian dari dinamika konflik Israel-Hizbullah yang berlangsung di Lebanon Selatan. Official Announcement yang dikeluarkan oleh Hizbullah pada hari Selasa tersebut menegaskan bahwa kelompok tersebut tidak hanya bertahan dalam pertempuran, tetapi juga mampu menyerang dengan intensitas tinggi. Beberapa analis politik mengatakan bahwa serangan-serangan ini berdampak signifikan terhadap kebijakan Israel dalam memperluas pengaruh militer mereka ke daerah-daerah terpencil.
Kelompok Hizbullah juga menyoroti kesiapan mereka dalam menghadapi operasi Israel yang berkelanjutan. Dalam Official Announcement terbaru, mereka menyatakan bahwa anggota organisasi mereka telah melakukan latihan perang secara berkala untuk memastikan efektivitas serangan. Strategi yang digunakan mencakup kombinasi antara serangan udara, darat, dan taktik perang modern seperti penggunaan drone dan senjata artileri. Dengan upaya ini, Hizbullah berharap dapat memperkuat posisi mereka di Lebanon Selatan dan mencegah peningkatan dominasi Israel di wilayah tersebut.
