Main Agenda: Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei

Main Agenda: Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
Beritasosial.com – Teheran, Iran – Pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, menjadi momen penting dalam hubungan geopolitik regional, di mana Hamas dan Hizbullah dipilih sebagai tamu istimewa. Perayaan ini tidak hanya menghormati kepergian tokoh sentral Iran, tetapi juga menggarisbawahi peran kedua organisasi tersebut dalam arena politik Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengadakan pertemuan terpisah dengan delegasi dari Hamas dan Hizbullah sebelum upacara pemakaman, menurut laporan Kementerian Luar Negeri Iran. Pemakaman Khamenei, yang dihadiri oleh para pemimpin negara-negara kawasan, menjadi panggung bagi kesepakatan diplomatik dan penghargaan terhadap keberhasilan militer serta diplomatik Iran dalam konflik terkini.
Pertemuan Diplomatik dengan Delegasi Hamas dan Hizbullah
Pertemuan dengan delegasi Hamas, yang dipimpin oleh Mohammad Darwish, kepala Dewan Syura Hamas, berlangsung sebelum upacara pemakaman. Darwish menyampaikan belasungkawa atas kematian Khamenei dan menegaskan dukungan organisasinya terhadap perjuangan Palestina. Ia juga menjelaskan situasi di Gaza dan Tepi Barat, menyebutkan bahwa respons internasional terhadap kondisi tersebut dianggap sebagai “bencana” oleh pihaknya. Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan bahwa Darwish mengapresiasi peran Iran dalam mendukung Palestina sejak lama, serta menyoroti keberhasilan negara itu dalam menghadapi tekanan dari Israel dan kekuatan-kekuatan lain.
Dalam pertemuan yang sama, Araghchi berbicara tentang hubungan Iran dengan Hamas, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Ia menegaskan komitmen Iran untuk terus mendukung kelompok tersebut, terutama dalam konteks perang Palestina melawan pendudukan Israel. Pemakaman Khamenei, yang menjadi Main Agenda dalam pertemuan tersebut, menjadi kesempatan untuk memperkuat solidaritas internasional terhadap gerakan anti-Israel. Pemimpin Hamas juga menyoroti keberhasilan Iran dalam memperkuat aliansi strategis dengan berbagai pihak di Timur Tengah, termasuk Hizbullah.
Peran Hizbullah dalam Pemakaman Khamenei
Delegasi Hizbullah, yang dipimpin oleh Muhammad Fneish, pejabat politik senior dan mantan anggota parlemen Lebanon, juga menghadiri pertemuan dengan Araghchi. Fneish menyampaikan belasungkawa atas kematian Khamenei dan mengucapkan terima kasih kepada Iran atas dukungan yang diberikan kepada Lebanon. Ia menegaskan bahwa keberhasilan militer dan diplomatik Iran dalam konflik terkini, termasuk perang dengan AS dan Israel, sangat berpengaruh terhadap stabilitas kawasan.
Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, melalui perwakilannya, menyatakan bahwa perlawanan mereka terhadap Israel selama bertahun-tahun menjadi salah satu Main Agenda yang diakui oleh Iran. Araghchi mengapresiasi peran Hizbullah dalam memperkuat gerakan anti-Israel dan menegaskan bahwa Iran akan terus mendukung organisasi tersebut. Pertemuan ini juga menegaskan kembali kemitraan strategis antara Iran dan Hizbullah, yang sejak lama menjadi pilar utama dalam upaya mengubah dinamika politik Timur Tengah.
Selain itu, pemakaman Khamenei memberikan kesempatan bagi delegasi dari Hamas dan Hizbullah untuk memperkuat hubungan dengan Iran. Dalam sebuah
deklarasi resmi
, Kementerian Luar Negeri Iran menyebutkan bahwa kehadiran kedua organisasi tersebut menunjukkan kepentingan bersama dalam menghadapi ancaman yang mengancam keamanan dan kemerdekaan Palestina. Khamenei, yang meninggal dunia setelah menjabat sebagai pemimpin tertinggi selama 14 tahun, memiliki peran besar dalam memimpin Iran dan memberikan dukungan kepada gerakan-gerakan anti-Israel. Dengan demikian, pemakaman ini menjadi momen penting untuk menegaskan komitmen Iran terhadap Main Agenda yang diusung oleh Hamas dan Hizbullah.
Kehadiran Hamas dan Hizbullah di pemakaman Khamenei juga menegaskan posisi Iran sebagai pemimpin gerakan anti-Barat di Timur Tengah. Dalam wawancara khusus dengan media setelah pertemuan, Araghchi mengatakan bahwa pemakaman ini menjadi Main Agenda untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama antara Iran dengan organisasi-organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ia menambahkan bahwa pertemuan dengan kedua delegasi tersebut membantu menegaskan bahwa Iran akan terus menjadi poros utama dalam konflik antara Palestina dan Israel, serta menegaskan peran pentingnya dalam arena diplomatik global.
Selain itu, pemakaman Khamenei juga menjadi momen untuk menyoroti peran kementerian luar negeri Iran dalam mengelola hubungan dengan organisasi-organisasi politik dan militer di kawasan. Araghchi menyatakan bahwa kementerian tersebut akan terus mengambil peran aktif dalam Main Agenda yang ditetapkan oleh Khamenei, seperti mendukung gerakan Palestina dan memperkuat posisi Iran sebagai negara unggul dalam diplomasi. Pemakaman ini dianggap sebagai salah satu bagian penting dari warisan Khamenei, yang ingin ditinggalkan sebagai simbol perlawanan terhadap kekuatan-kekuatan yang menentang kepentingan Timur Tengah.
