Jenderal Iran: Negara Mana Pun yang Jadi Tameng AS Akan Terbakar dalam Kobaran Api Perang!

Peringatan Keras dari Komandan Iran: Tameng AS Akan Hangus dalam Api Konflik
Strategi Eskalasi Amerika Serikat di Kawasan Regional
Beritasosial.com – TEHERAN — Mayor Jenderal Ali Abdollahi, yang menjabat sebagai Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, menyampaikan peringatan tegas kepada seluruh negara yang bersedia menjadi pelindung bagi Amerika Serikat. Menurutnya, pihak-pihak tersebut akan menanggung beban berat akibat konsekuensi perang yang akan datang.
Menurut analisisnya, Washington sedang bergerak cepat menuju jalur eskalasi yang semakin meluas dalam konflik regional. Langkah ini merupakan bagian dari strategi berbahaya yang dirancang untuk memperluas dan memaksakan dominasi ilegal di seluruh wilayah. Ia juga mendesak negara-negara di kawasan tersebut untuk mempertimbangkan ulang hubungan kerja sama mereka dengan Washington.
Amerika Serikat Memanfaatkan Negara Muslim sebagai Perisai
Jenderal tersebut menyoroti bagaimana Amerika Serikat memanfaatkan kekayaan dan infrastruktur vital negara-negara Muslim sebagai perisai pertahanan bagi militernya yang sedang melemah. Pada saat yang sama, Washington memperkuat mesin militer dan keamanan rezim Zionis yang dikenal membunuh anak-anak.
“Negara-negara Muslim di kawasan ini harus tahu bahwa Amerika Serikat menggunakan modal, kekayaan, infrastruktur vital, dan sumber daya strategis mereka sebagai perisai pertahanan bagi militernya yang melemah, sementara pada saat yang sama memperkuat mesin militer dan keamanan rezim teroris Zionis yang membunuh anak-anak,” paparnya, seperti dikutip dari Mehr News Agency, Minggu (2/8/2026).
Republik Islam Siap Hadapi Serangan
Amerika Serikat yang disebutnya sebagai negara kriminal telah membuktikan selama perang baru-baru ini melawan Republik Islam Iran bahwa mereka tidak akan menahan diri dari tindakan agresi atau penghancuran terhadap kepentingan dan sumber daya negara-negara Muslim dalam mengejar tujuan jahatnya.
Republik Islam Iran, sambung dia, bersama dengan putra-putra bangsa yang gagah berani di Angkatan Bersenjata dan Front Perlawanan, telah membuktikan bahwa keseimbangan kekuatan di kawasan ini tidak lagi mengikuti persamaan sebelumnya.
“Kegagalan Amerika Serikat untuk mencapai tujuan agresif dan ilegalnya terhadap Iran telah memaksa militer AS yang melemah dan rezim Zionis untuk melancarkan perang, pertumpahan darah, dan agresi dari balik wilayah negara-negara Muslim, membebankan biaya perang kepada pemerintah regional,” ujarnya.
Sebagai respons terhadap potensi ancaman, Iran sedang menyiapkan rencana komprehensif jika Amerika Serikat dan Israel memutuskan untuk menyerang infrastruktur strategis negara tersebut. Langkah ini menunjukkan kesiapan Tehran dalam menghadapi berbagai skenario konflik di masa depan.
