Iran Rilis Video Mojtaba Khamenei untuk Pertama Kalinya, Tepis Rumor Negatif
Iran Rilis Video Mojtaba Khamenei Pertama Kali, Bantah Isu Kritis
Beritasosial.com – Langkah ini diambil untuk menepis berbagai spekulasi yang beredar mengenai kondisi kesehatan sang pemimpin. Mehr News Agency, lembaga pers resmi Iran, telah mengunggah rekaman video yang menampilkan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi negara tersebut. Rilis video ini menjadi momen penting setelah sang pemimpin tidak muncul di hadapan publik sejak serangan udara gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menewaskan ayah sekaligus pendahulunya, Ayatollah Ali Khamenei.
Detail Video dan Konteks Rilis
Kantor berita tersebut menulis dalam pengumumannya bahwa video ini merupakan rekaman pertama yang menampilkan Ayatollah Sayyed Mojtaba Khamenei secara langsung. Rekaman berdurasi 12 detik ini menunjukkan Mojtaba yang dikabarkan mengalami cedera serius pada wajah dan kaki dalam serangan 28 Februari. Dalam video, ia tampak sehat dan sedang berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Namun, belum terungkap secara pasti kapan dan di mana klip tersebut direkam.
“Dipublikasikan untuk pertama kalinya. Video pengajaran ilmu agama oleh Ayatollah Mojtaba Khamenei,” demikian keterangan yang juga disampaikan melalui akun X media tersebut, tanpa menyebutkan tanggal maupun lokasi pengambilan gambar, sebagaimana dikutip NDTV, Minggu (9/8/2026).
Posisi dan Komunikasi dengan Pemerintah
Sejak ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ketiga pada 8 Maret, Mojtaba telah mengeluarkan beberapa pernyataan tertulis melalui kantor berita pemerintah. Namun, ia belum pernah memublikasikan foto maupun rekaman suara dirinya. Pemimpin berusia 56 tahun itu juga tidak terlihat dalam rangkaian upacara pemakaman ayahnya pada bulan lalu.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan pada pekan ini bahwa komunikasi dengan Mojtaba saat ini “sangat sulit”.
“Saat ini sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya. Namun bagaimanapun juga, kehadirannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami agar kami dapat terus melanjutkan (perjuangan),” kata Pezeshkian.
Meski demikian, Pezeshkian mengatakan dirinya masih dapat menggelar pertemuan produktif dengan Mojtaba dan mendapat respons berupa “kebaikan serta logika yang sangat masuk akal”.
“Sayangnya, situasi saat ini memungkinkan sejumlah orang yang berniat buruk menggambarkannya secara berbeda dan menghadirkan citra yang berbeda mengenai dirinya,” ujar Pezeshkian.
Isu Kesehatan yang Beredar di Media
Presiden AS Donald Trump pada bulan lalu mengeklaim bahwa kondisi Mojtaba sudah “90 persen menuju kematian”. Sementara itu, Channel 14 Israel baru-baru ini melaporkan bahwa kondisi Mojtaba berada dalam keadaan “buruk”. Isu-isu ini semakin menguat setelah Mojtaba tidak muncul dalam berbagai acara publik selama beberapa minggu terakhir.
Para pengamat politik Iran menilai bahwa rilisan video ini merupakan strategi komunikasi yang tepat untuk meredam spekulasi negatif. Dengan menampilkan Mojtaba dalam kondisi yang tampak sehat, pemerintah Iran ingin memastikan stabilitas politik di tengah transisi kepemimpinan. Video ini juga diharapkan dapat memperkuat legitimasi Mojtaba sebagai pemimpin baru Iran.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Video Mojtaba Khamenei
Kapan video Mojtaba Khamenei pertama kali dirilis? Video ini dirilis pada Minggu, 9 Agustus 2026, melalui akun resmi Mehr News Agency di platform media sosial.
Apa isi utama video tersebut? Video berdurasi 12 detik ini menampilkan Mojtaba Khamenei sedang memberikan pengajaran ilmu agama dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.
Bagaimana kondisi kesehatan Mojtaba menurut video? Meskipun dikabarkan mengalami cedera pada wajah dan kaki, Mojtaba tampak sehat dan aktif dalam video tersebut.
Siapa yang pertama kali melaporkan kondisi Mojtaba memburuk? Presiden AS Donald Trump dan Channel 14 Israel merupakan pihak yang pertama kali melaporkan kondisi Mojtaba dalam keadaan kritis.
Apakah video ini merekam momen setelah serangan udara? Video tidak secara eksplisit menyebutkan tanggal dan lokasi pengambilan gambar, namun konteksnya berkaitan dengan periode setelah serangan udara 28 Februari.
Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan politik Iran, Anda dapat mengunjungi halaman berita internasional Sindonews yang menyajikan update terkini mengenai situasi di Timur Tengah.
