Duta Besar AS: Negara-negara Teluk Harus Memilih Israel atau Iran
Duta Besar AS: Negara-Negara Teluk Harus Memilih Israel atau Iran
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee, menyatakan bahwa dia “sangat yakin” negara-negara lain di Timur Tengah akan segera bergabung dengan Perjanjian Abraham dan mengambil langkah resmi untuk memperkuat hubungan dengan Israel. Namun, beberapa negara Arab masih menyatakan kekecewaan atas serangan militer Israel yang terjadi di Jalur Gaza, Lebanon, Suriah, serta wilayah Iran.
Komentar Huckabee
Dalam pidatonya di Israel, Huckabee berusaha menegaskan dukungan AS terhadap kekuatan militer negara itu, dengan menekankan bahwa “Israel adalah pengantar pertama, sementara AS adalah hidangan utama” dalam perang melawan teokrasi Iran. Ia juga menyoroti bahwa negara-negara Teluk kini menyadari keharusan untuk memilih antara ancaman dari Iran atau Israel.
“Mereka melihat Israel membantu kita dan Iran menyerang kita. Israel tidak mencoba mengambil wilayah Anda, juga tidak mengirimkan rudal ke Anda,” ujarnya.
Insiden di Kuwait
Kementerian Dalam Negeri Kuwait melaporkan bahwa empat anggota Garda Revolusi Iran (IRGC) diduga berusaha masuk ke wilayah tersebut melalui jalur laut untuk menjalankan operasi “konfrontatif”. Para “penyusup” ini terlibat pertempuran dengan pasukan Kuwait dan menyebabkan satu dari mereka terluka, sementara dua lainnya berhasil melarikan diri.
“Mereka mengaku ditugaskan menyusup ke Pulau Bubiyan menggunakan kapal nelayan yang disewa khusus untuk melakukan tindakan permusuhan terhadap Kuwait,” tambah pernyataan kementerian.
Perspektif Iran
Iran terus mengancam akan meningkatkan pengayaan uranium hingga 90% jika terjadi serangan baru dari AS dan Israel, menurut laporan terbaru. Ancaman ini sejalan dengan ketegangan geopolitik yang menggelomang wilayah Timur Tengah saat ini.
