Ditarik dari Perairan Asia Tenggara, Kapal Induk George Washington Gantikan USS Abraham Lincoln
Kapal Induk George Washington Gantikan USS Abraham Lincoln
Beritasosial.com – Ditarik dari Perairan Asia Tenggara, kapal induk USS Abraham Lincoln kini memerlukan pengganti yang siap beroperasi di kawasan strategis. Angkatan Laut Amerika Serikat sedang melakukan upaya maksimal untuk mengirimkan kapal pengganti guna mendukung kru USS Lincoln yang tengah menghadapi situasi sulit. Kapal induk tersebut mengalami berbagai kendala serius setelah menjalani penugasan yang lebih lama dari jadwal semula. Menurut laporan MS NOW yang diterbitkan hari Jumat, Kelompok Tempur Kapal Induk George Washington—yang saat ini beroperasi di perairan dekat Malaysia—sedang dalam perjalanan menuju kawasan Timur Tengah. Baca juga: Perkembangan terbaru misi kapal induk AS.
Armada Menuju Selat Malaka
Tiga kapal, yaitu USS George Washington, USS Robert Smalls, dan USS Shoup, telah melewati Selat Malaka setelah melintasi Selat Singapura ke arah barat. Konfirmasi mengenai pergerakan armada ini disampaikan oleh seorang pejabat Angkatan Laut kepada media USNI News. Kelompok Tempur Kapal Induk George Washington diperkirakan akan mengambil alih tugas Kelompok Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln di Laut Arab dalam kurun waktu sekitar delapan hari ke depan. Pergerakan ini menunjukkan komitmen AS untuk menjaga stabilitas kawasan yang semakin kompleks.
Keluarga dari 5.000 pelaut dan Marinir yang bertugas di kapal Lincoln telah menyampaikan keberatan kepada pimpinan Angkatan Laut terkait kondisi yang semakin memburuk. Mereka juga menuntut kejelasan mengenai kapan penugasan tersebut akan resmi berakhir. Situasi ini semakin diperparah dengan keterlambatan pasokan logistik yang seharusnya telah tiba di kapal.
Rekor 241 Hari di Laut
Kapal Lincoln telah beroperasi di Laut Arab sejak bulan Januari lalu. Personel di dalamnya dilaporkan menghadapi kondisi yang cukup memprihatinkan, termasuk kekurangan makanan dan berbagai pasokan penting. Masalah-masalah ini telah memicu sejumlah keluhan di antara kru kapal. Kapal ini berhasil mencatatkan rekor baru bagi Angkatan Laut dengan menghabiskan 241 hari berturut-turut di laut, melampaui pencapaian USS Dwight D. Eisenhower yang mencapai 206 hari pada tahun 2020 selama masa pandemi COVID-19. Rekor ini sekaligus menjadi bukti ketangguhan kru Lincoln, namun juga menyoroti beban kerja yang berlebihan.
Penugasan Lincoln semula dijadwalkan selesai pada bulan Mei. Namun, misi ini diperpanjang seiring dengan keterlibatan pemerintahan Trump dalam konflik yang disebut sebagai perang melawan Iran. Para pelaut dan Marinir di kapal Lincoln mengeluhkan bahwa mereka sebelumnya diyakinkan bahwa konflik tersebut hanya akan berlangsung dalam hitungan minggu. Lihat juga: Analisis dampak perpanjangan misi militer AS.
Kekhawatiran Kesehatan Mental
Sensor Ruben Gallego menyoroti situasi di kapal Lincoln melalui unggahan di platform X pada hari Rabu. Ia menyatakan bahwa perlakuan Presiden AS Donald Trump terhadap personel militer dalam penugasan berkepanjangan ini bukan hanya menjijikkan, tetapi juga berbahaya.
“Cara [Presiden AS Donald Trump] memperlakukan personel militer kita dalam pelaksanaan penugasan yang berkepanjangan ini bukan hanya menjijikkan, tetapi juga berbahaya.”
Keluarga para pelaut di kapal Lincoln telah mengungkapkan kekhawatiran serius mengenai memburuknya kondisi kesehatan mental kru kapal. Bahkan, dikabarkan terdapat beberapa pelaut yang sempat mencoba melompat ke laut akibat tekanan yang mereka rasakan. Meskipun Angkatan Laut AS mengakui adanya kendala dalam hal pasokan, pihak militer membantah adanya krisis kesehatan mental di kapal Lincoln yang mengangkut 5.000 personel.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Misi Kapal Induk AS
Apa alasan utama USS Abraham Lincoln ditarik dari Perairan Asia Tenggara? Kapal Lincoln ditarik karena penugasan yang melebihi jadwal semula dan berbagai kendala logistik serta kesehatan yang dihadapi kru selama 241 hari di laut.
Kapan USS George Washington tiba di Laut Arab? Armada George Washington diperkirakan akan mengambil alih tugas Lincoln dalam kurun waktu sekitar delapan hari sejak pengumuman resmi.
Berapa jumlah personel yang bertugas di kapal Lincoln? Kapal Lincoln mengangkut sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang bertugas dalam misi tersebut.
Apakah ada dampak politik dari perpanjangan misi ini? Ya, perpanjangan misi ini menjadi sorotan politik karena terkait dengan konflik yang disebut sebagai perang melawan Iran dan kritik terhadap kebijakan pemerintahan Trump.
