AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari – 3 Anggota IRGC Tewas

52df66cc-35b7-4bd5-932e-f258df6b34c9-0

AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam Dua Hari, 3 Anggota IRGC Tewas

Beritasosial.com – TEHERAN –

Sumber media AS melaporkan bahwa pasukan Amerika Serikat menyerang lebih dari 170 titik target militer Iran di wilayah pesisir negara itu dekat Selat Hormuz dalam dua hari terakhir.

Serangan mencakup sistem pertahanan udara, lokasi penyimpanan drone dan rudal, kapal cepat militer, serta infrastruktur logistik. Dalam pernyataan resmi, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyebutkan bahwa serangan bertujuan mengurangi kemampuan Iran untuk menyerang kapal komersial di wilayah straits tersebut.

Menurut laporan Mizan, tiga anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) gugur dalam operasi militer AS. Serangan timbal balik, termasuk pada Rabu, terus mengancam kesepakatan gencatan senjata, meski serangan pada hari Kamis terlihat lebih besar secara keseluruhan. Pernyataan Presiden Donald Trump yang membingungkan—mengizinkan serangan beruntun sambil menegaskan bahwa itu tidak berarti kembali ke perang skala penuh—menimbulkan ketidakpastian mengenai langkah berikutnya.

Kemacetan di Wilayah Teluk

Selain Iran, negara-negara lain di wilayah Teluk juga mengalami serangan. Di Yordania, sirene dibunyikan di berbagai wilayah. Kementerian Luar Negeri Kuwait mengatakan bahwa sejak subuh, mereka mendeteksi tiga rudal balistik, satu rudal jelajah, dan sepuluh drone di ruang udara negara itu. Serangan berhasil ditangani, tetapi serpihan terlempar, menyebabkan satu orang terluka.

Serangan serupa terjadi di Bahrain dan Qatar sekitar pukul 03.30 [00:30 GMT]. Tingkat ancaman dinaikkan, dengan pesan peringatan muncul di ponsel penduduk. Namun, ancaman tersebut segera dihilangkan melalui pesan lain, meski ini pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir warga Qatar menerima peringatan semacam itu.

Iran Buka Suara

Iran mengakui serangan terhadap negara-negara Teluk, menyebut bahwa mereka menampung pangkalan militer AS dan oleh karena itu dianggap mendukung tindakan tersebut. Namun, negara-negara di sekitar Teluk membantah klaim itu. Di Qatar, pejabat menegaskan bahwa tidak ada pangkalan militer mereka yang terlibat dalam serangan terhadap Iran, sekaligus terus mendorong dialog antar pihak.

Presiden Trump menolak seruan Netanyahu agar AS tidak menjual jet tempur siluman F-35 ke Turki, menambah kompleksitas situasi krisis regional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *