Senior REI Berkumpul, Fokus Tuntaskan Gangguan Regulasi
Senior REI Gelar Pertemuan Kedua, Dorong Perbaikan Regulasi Properti
Beritasosial.com – Badan Pertimbangan Organisasi Realestat Indonesia (BPO REI) kembali menyelenggarakan pertemuan silaturahmi dengan para senior serta pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) REI. Kegiatan ini bertujuan memperkuat soliditas organisasi dan menemukan solusi atas berbagai hambatan yang dihadapi industri properti nasional. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (13/8) ini dihadiri sekitar 66 peserta, meliputi para senior, anggota BPO, dan pengurus DPP REI.
Di antara para pengembang besar nasional yang hadir dalam acara tersebut adalah Sugianto Kusuma atau Aguan sebagai Pendiri Agung Sedayu Group, Richard Kusuma selaku CEO PIK, serta Ali Hanafiah yang menjabat sebagai Executive Senior PIK. Kehadiran juga ditunjukkan oleh FX Ridwan Darmali (Presdir BSD), Adrianto P. Adhi (Presdir Summarecon Agung), dan Budiarsa Sastrawinata (Managing Director Ciputra Group). Selain itu, hadir Harjanto Tirtohadiguno (Preskom Alam Sutera Group), Alex Tedja (Preskom Pakuwon Group), Sutedja Darmono (Direktur Jababeka Group), Mualim (Direktur Podomoro Group), Theo L Sambuaga (Preskom Lippo Group), Kosmian Pudjiadi (Preskom Pudjiadi Prestige/Jayakarta Group), dan Rudy Margono (Preskom Gapura Prima Group).
Perlu Penyempurnaan Regulasi untuk Capai Target 3 Juta Rumah
Ketua Kehormatan REI, MS Hidayat, menjelaskan bahwa pertemuan rutin antara senior REI dan DPP REI awalnya dilandasi pemikiran untuk mendorong program pemerintah di sektor perumahan agar berjalan sesuai harapan. Seiring waktu, pertemuan ini juga menjadi wadah membahas berbagai tantangan yang dihadapi pengembang, mulai dari perizinan, tata ruang, perkotaan, hingga perpajakan.
Hari ini kami menilai perlu adanya penyempurnaan dan perbaikan regulasi yang harus dilakukan pemerintah kalau kita mau sukses menuju pembangunan 3 juta rumah. Jadi kami akan rutinkan terus pertemuan untuk meng-update informasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pengembang khususnya anggota REI.
MS Hidayat, yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian RI periode 2009-2014, menekankan pentingnya konsistensi dalam pertemuan tersebut. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa setiap persoalan yang dihadapi pengembang dapat ditangani secara efektif.
REI: Kontributor Terbesar Pembangunan Hunian Nasional
Menurut MS Hidayat, REI telah berdiri dan berkontribusi besar terhadap pembangunan hunian serta kota-kota di Indonesia selama lebih dari 54 tahun. Hingga saat ini, organisasi tersebut masih menjadi kontributor terbesar dalam pembangunan perumahan nasional, baik rumah subsidi maupun rumah komersial. Lebih dari itu, mayoritas kota mandiri (township) yang sukses dikembangkan di Indonesia merupakan milik anggota REI.
Pengalaman dan loyalitas REI dalam pembangunan negeri tidak perlu diragukan lagi. Sejak awal didirikan tahun 1972, REI selalu mendapatkan tugas khusus dari pemerintah untuk menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program perumahan. Ketika melihat adanya masalah-masalah serius di lapangan saat ini, REI menyusun secara internal perbaikan apa saja yang perlu diperjuangkan sebagai upaya memperkuat soliditas.
Ketika melihat ada masalah-masalah serius yang terjadi di lapangan saat ini, maka kami menyusun secara internal perbaikan apa saja yang perlu diperjuangkan REI sebagai upaya memperkuat soliditas. Sebagai bentuk support, tadi kami juga sepakat bahwa perjuangan dan perbaikan regulasi ini akan dilakukan lewat satu pintu yakni melalui DPP REI.
Komite Ahli Siap Kaji Perbaikan Regulasi
BPO REI dan DPP REI telah membentuk komite khusus yang terdiri dari 15 ahli dan praktisi di bidang perpajakan, tata kota, tata ruang, pertanahan, dan infrastruktur. Komite ini bertugas mengkaji dan merumuskan penyempurnaan atau perbaikan regulasi yang dibutuhkan untuk menggerakkan sektor properti guna memastikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
Ketua Umum REI periode 1983-1986, Siswono Yudo Husodo, menyampaikan bahwa pertemuan para tokoh realestat ini cukup positif sebagai bentuk dukungan nyata bagi kemajuan industri properti di Tanah Air yang saat ini diakui sedang tidak baik-baik saja. Menurutnya, sesepuh REI yang hadir adalah pelaku yang telah membangun berbagai proyek properti dari perumahan, mal, perkantoran, kawasan industri, hingga kota mandiri.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Senior REI Berkumpul Fokus Tuntaskan Gangguan?
Senior REI Berkumpul Fokus Tuntaskan Gangguan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Senior REI Berkumpul Fokus Tuntaskan Gangguan matter?
Senior REI Berkumpul Fokus Tuntaskan Gangguan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
