Pembangunan Tol Yogya-Bawen Seksi Ambarawa-Bawen Capai 98,68%, Siap Beroperasi Akhir 2026
Tol Yogya-Bawen Seksi Ambarawa Siap Akhir 2026
Beritasosial.com – PT Jasa Marga (Persero) baru saja menggelar pertemuan resmi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, pihak manajemen Jasa Marga melaporkan perkembangan terkini proyek infrastruktur jalan tol di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Fokus utama pembicaraan adalah percepatan pengoperasian ruas-ruas jalan tol yang terintegrasi dengan jaringan transportasi di DIY. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, secara khusus menyoroti capaian signifikan pada Pembangunan Tol Yogya Bawen Seksi Ambarawa-Bawen. Ruas jalan sepanjang 4,98 kilometer ini telah mencapai tingkat konstruksi sebesar 98,68 persen. Dengan progres yang sangat mendekati penyelesaian, ruas ini diproyeksikan siap beroperasi pada akhir tahun 2026 mendatang.
Alhamdulillah kami diterima Bapak Gubernur DIY untuk melaporkan progres pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo dan Jalan Tol Jogja-Bawen, ujar Rivan dalam keterangan resminya.
Progres Tol Jogja-Solo dan Akses Bokoharjo
Selain fokus pada proyek Tol Yogya-Bawen, Jasa Marga juga menyampaikan update mengenai pembangunan Tol Jogja-Solo. Salah satu inisiatif penting yang sedang dibahas adalah percepatan pengembangan Akses Bokoharjo. Rute ini akan menghubungkan Exit Tol Purwomartani menuju wilayah selatan DIY. Menurut Rivan, pembangunan jaringan jalan tol di kawasan tersebut memiliki tujuan ganda. Di satu sisi, proyek ini diharapkan memperlancar mobilitas harian masyarakat. Di sisi lain, konektivitas yang lebih baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi regional secara signifikan.
Data terbaru per 24 Juni 2026 menunjukkan bahwa pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer telah mencapai progres fisik sebesar 92,54 persen. Angka ini berada di atas target yang ditetapkan dengan deviasi positif sebesar 0,20 persen. Sementara itu, kesiapan lahan untuk proyek Akses Bokoharjo telah mencapai 99,38 persen per 1 Juli 2026. Seluruh dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA) untuk Akses Bokoharjo telah diselesaikan. Hal ini menandakan bahwa proyek tersebut siap memasuki tahap pelaksanaan konstruksi secara masif dalam waktu dekat.
Manfaat Strategis bagi Pariwisata dan Ekonomi
Akses Bokoharjo yang sedang dibangun nantinya akan terhubung langsung dengan Yogyakarta Outer Ring Road (YORR) 2. Selain itu, jalur ini juga akan berfungsi sebagai rute alternatif menuju Prambanan-Gading. Jasa Marga menargetkan Akses Bokoharjo dapat dipersiapkan untuk beroperasi secara fungsional guna mendukung kelancaran arus perjalanan Natal dan Tahun Baru 2026/2027 serta Lebaran 2027. Target operasional ini menjadi prioritas karena periode tersebut merupakan puncak musim perjalanan wisatawan.
Dari perspektif pariwisata, akses baru ini diproyeksikan mempermudah wisatawan menuju sejumlah destinasi populer. Beberapa lokasi yang akan diuntungkan antara lain Istana Ratu Boko, Candi Prambanan, dan Tebing Breksi. Jasa Marga menilai peningkatan konektivitas tersebut dapat membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di sekitar jalur tol. Hal ini sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata, UMKM, dan investasi di wilayah DIY dan sekitarnya.
Frequently Asked Questions
Berapa panjang ruas Tol Yogya-Bawen Seksi Ambarawa-Bawen? Ruas Tol Yogya-Bawen Seksi Ambarawa-Bawen memiliki panjang sepanjang 4,98 kilometer.
Kapan Tol Yogya-Bawen Seksi Ambarawa-Bawen akan beroperasi? Ruas jalan ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026 setelah mencapai progres konstruksi 98,68 persen.
Berapa progres Tol Jogja-Solo Paket 1.2 per Juni 2026? Pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan-Purwomartani mencapai 92,54 persen per 24 Juni 2026.
Apa fungsi utama Akses Bokoharjo? Akses Bokoharjo akan menghubungkan Exit Tol Purwomartani ke wilayah selatan DIY dan terhubung dengan YORR 2 serta rute Prambanan-Gading.
Siapa yang memimpin PT Jasa Marga dalam proyek ini? Direktur Utama PT Jasa Marga yang memimpin proyek ini adalah Rivan A. Purwantono.
