Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari

New Policy Memulai Produksi Sumur LLA-5 PHE ONWJ, 780 Barel Per Hari
Beritasosial.com – Program New Policy yang dicanangkan oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menggerakkan kembali produksi minyak di Lapangan LLA, perairan utara Jawa Barat. Setelah vakum selama 24 tahun, sumur LLA-5 kini menghasilkan 780 barel minyak per hari, yang merupakan capaian signifikan mengingat target awal hanya 300 barel per hari. Hasil ini memberikan semangat baru bagi industri energi nasional, khususnya dalam upaya meningkatkan kembali kapasitas produksi migas di daerah lepas pantai yang sebelumnya terlantar. New Policy diharapkan menjadi pendorong utama untuk mengakselerasi eksplorasi dan eksploitasi sumber daya bawah laut di wilayah tersebut.
Proses Reaktivasi Lapangan LLA: Perjalanan Menuju Kembali Berproduksi
Reaktivasi Lapangan LLA menjadi bagian dari New Policy yang dirancang untuk memulihkan potensi cadangan minyak dan gas yang tersembunyi di perairan utara Jawa Barat. Sumur LLA-5 mulai beroperasi pada 26 Juni 2026, setelah tim PHE ONWJ menghabiskan 67 hari untuk menyelesaikan proses pengeboran. Dalam waktu itu, pekerjaan telah mencapai lebih dari 84.000 jam kerja tanpa kecelakaan, menunjukkan efisiensi dan komitmen tinggi dalam implementasi New Policy. Kehadiran sumur ini bukan hanya mereaktivasi sumber daya yang ada, tetapi juga membuka peluang baru untuk eksplorasi lebih lanjut, seperti Sumur LLA-7 yang akan menjadi bagian dari strategi New Policy kedepannya.
Produksi awal dari Sumur LLA-5 menunjukkan kualitas minyak mentah yang baik, dengan kadar air sekitar tiga persen. Meskipun masih dalam fase pembersihan awal, pertumbuhan laju produksi diperkirakan akan terus berlanjut seiring perbaikan teknis dan penguatan infrastruktur. New Policy juga memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan proyek, memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi biaya operasional secara signifikan. Hasil ini menjadi bukti bahwa strategi New Policy tidak hanya fokus pada produksi kini, tetapi juga mencakup rencana jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan industri migas nasional.
“Kebangkitan Lapangan LLA melalui New Policy adalah bentuk keberhasilan kolaborasi antara tim teknis dan manajemen dalam mengatasi tantangan eksplorasi di lingkungan yang sulit,” kata General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama dalam pernyataannya. Ia menekankan bahwa proyek ini tidak hanya mengembalikan sumur yang mati, tetapi juga meningkatkan kembali kemampuan produksi nasional, yang sebelumnya mengalami penurunan akibat maturnya lapangan migas lain. Dengan New Policy, PHE ONWJ berupaya memperkuat posisi Pertamina sebagai pemain utama dalam pengelolaan sumber daya energi Indonesia.
Pengeboran Sumur LLA-5 menjadi salah satu inisiatif utama dalam New Policy yang fokus pada revitalisasi lapangan tua. Proses ini memerlukan teknologi canggih dan pengelolaan risiko yang ketat, terutama dalam lingkungan laut yang dinamis dan kondisi geologis kompleks. New Policy juga memperbolehkan perusahaan untuk mengadaptasi metode produksi yang lebih modern, seperti penggunaan sistem pengangkutan minyak secara efisien serta penerapan standar keselamatan yang lebih ketat. Sebagai bagian dari strategi ini, PHE ONWJ telah mengoperasikan Sumur LLA-6 sejak awal tahun 2026, menunjukkan bahwa New Policy bukan hanya sekadar kebijakan, tetapi juga aksi nyata untuk memperkuat kapasitas produksi nasional.
Menghadapi Tantangan Teknis dengan New Policy
Proyek reaktivasi Sumur LLA-5 menghadapi berbagai tantangan teknis, seperti perubahan kondisi laut, tekanan geologis, dan masalah struktur sumur yang telah tidak aktif selama 24 tahun. Namun, New Policy memungkinkan tim PHE ONWJ untuk mengatasi hal-hal tersebut dengan penyesuaian teknologi dan strategi yang lebih terarah. Proses pengeboran dilakukan dalam waktu singkat, yakni 67 hari operasi sejak akhir April 2026, yang menunjukkan efektivitas penerapan New Policy dalam peningkatan kecepatan eksekusi proyek. Selain itu, New Policy juga mendukung pembelajaran dari pengalaman sebelumnya, sehingga mencegah kesalahan yang mungkin terjadi pada proyek serupa.
Dalam New Policy, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan. Produksi minyak dari Lapangan LLA diperkirakan akan terus meningkat seiring penguatan sistem pembersihan dan pengaturan tekanan sumur. Selain itu, keberhasilan sumur LLA-5 menjadi landasan untuk mengevaluasi kembali potensi Lapangan LLA secara keseluruhan. Dengan New Policy, PHE ONWJ berharap dapat meningkatkan total produksi nasional sebesar 10% dalam beberapa tahun ke depan. Hasil ini tidak hanya berdampak pada ekonomi daerah, tetapi juga membantu memperkuat ketergantungan energi dalam negeri.
Upaya revitalisasi Lapangan LLA merupakan bagian dari New Policy yang menargetkan peningkatan produksi migas secara bertahap. Proyek ini juga menunjukkan komitmen Pertamina untuk memperluas jangkauan eksplorasi, terutama di daerah lepas pantai yang sebelumnya dianggap kurang menjanjikan. Dengan New Policy, PHE ONWJ terus berupaya mempercepat produksi minyak dan gas, sehingga dapat mendukung kebutuhan energi nasional yang terus meningkat. Capaian 780 barel per hari dari Sumur LLA-5 menjadi bukti bahwa New Policy berhasil memperbaiki efisiensi dan mengurangi hambatan dalam operasional. Proyek ini juga berdampak positif pada perekrutan tenaga lokal, dengan menggelar pelatihan khusus untuk meningkatkan keterampilan pekerja di sekitar Lapangan LLA.
