New Policy: KAI Logistik dan Bogantara Jajaki Usaha Pengiriman Hewan Ternak
KAI Logistik dan Bogantara Jajaki Usaha Pengiriman Hewan Ternak
New Policy – Dalam rangka mendorong inovasi dalam bidang logistik, perusahaan logistik KAI meluncurkan new policy terbaru yang menargetkan pengembangan layanan pengiriman hewan ternak. Kerja sama strategis antara KAI Logistik dan PT Bogantara Indo Transport menjadi langkah penting dalam menciptakan solusi distribusi komoditas pangan strategis yang lebih efisien. Dengan new policy ini, kedua perusahaan berharap memperluas jaringan logistik nasional berbasis transportasi kereta api, yang sebelumnya belum sepenuhnya menjangkau segmen hewan ternak secara optimal.
Langkah Strategis untuk Memperkuat Rantai Pasok Nasional
Kerja sama yang diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada hari Minggu (10/5/2026) bertujuan menghadirkan layanan pengiriman multikomoditas yang lebih komprehensif. Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, dalam keterangan tertulis, mengatakan bahwa new policy ini merupakan bagian dari upaya transformasi perusahaan untuk menyesuaikan portofolio layanan dengan permintaan pasar. “Sejalan dengan visi menjadi perusahaan total logistics solution, kami melalui layanan KALOG Plus berupaya menghadirkan solusi logistik yang mampu memenuhi kebutuhan pengiriman hasil bumi dan ternak secara bersamaan,” ujar Yuskal.
Dalam new policy ini, penjajakan bisnis akan difokuskan pada pengiriman sapi dari Banyuwangi, Jawa Timur, ke Jakarta menggunakan jalur Stasiun Ketapang menuju Stasiun Jakarta Gudang sebagai rute utama. Ini menjadi langkah awal untuk menguji kelayakan penggunaan kereta api dalam distribusi hewan ternak, yang selama ini lebih sering diangkut melalui truk atau kapal. Yuskan menambahkan bahwa pengembangan layanan ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam mengatasi kendala distribusi yang sering terjadi akibat kondisi lalu lintas dan cuaca.
Kapasitas Angkutan dan Efisiensi Waktu
Penggunaan moda kereta api dalam new policy KAI Logistik menawarkan keunggulan kompetitif, baik dalam kapasitas angkutan maupun efisiensi waktu. Dalam satu rangkaian perjalanan, kereta api diperkirakan mampu mengangkut minimal 280 ekor sapi, dengan rata-rata 14 hingga 18 ekor per gerbong. Ini menjadikan kereta api sebagai alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan metode transportasi darat lainnya. Selain itu, durasi perjalanan sekitar 26 jam, yang lebih singkat dibandingkan pengiriman melalui truk, juga menjadi keuntungan utama. “Durasi perjalanan yang lebih singkat menjadi faktor penting bagi kesejahteraan hewan karena mampu menjaga kondisi ternak tetap stabil, minim stres, dan sehat hingga tiba di lokasi tujuan,” ujar Yuskal.
Kerja sama ini juga diharapkan mampu meningkatkan keterjangkauan komoditas pangan strategis, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat distribusi. Dengan new policy ini, KAI Logistik dan Bogantara berkomitmen untuk mengembangkan sistem distribusi yang lebih terpadu, mulai dari pengumpulan, pengangkutan, hingga pemasaran hewan ternak. Yuskan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan riset menyeluruh untuk memastikan layanan ini bisa diimplementasikan secara efektif, termasuk pengaturan kandang khusus yang nyaman untuk ternak selama perjalanan.
Menghadapi Tantangan dalam Industri Logistik
Sebelumnya, pengiriman hewan ternak di Indonesia lebih bergantung pada transportasi darat yang sering menghadapi hambatan seperti kemacetan dan kecelakaan jalan. New Policy KAI Logistik dan Bogantara dianggap sebagai solusi inovatif untuk mengatasi masalah ini. Yuskan menjelaskan bahwa penggunaan kereta api tidak hanya lebih aman, tetapi juga memungkinkan pengiriman dalam jumlah besar dengan biaya yang lebih terjangkau. “Kami percaya bahwa new policy ini akan menjadi fondasi untuk ekspansi layanan logistik berbasis relasi jangka panjang dengan mitra strategis seperti PT Bogantara Indo Transport,” tambahnya.
Kerja sama ini juga membuka peluang kerja sama dengan pihak-pihak lain dalam sektor peternakan dan pangan. Dengan menggabungkan keahlian KAI Logistik dalam transportasi massal dan kapasitas Bogantara dalam pengelolaan distribusi, new policy ini diharapkan bisa mempercepat proses pengiriman hewan ternak ke pasar nasional maupun internasional. Yuskan menekankan bahwa keberhasilan new policy ini akan menjadi penanda bahwa transportasi kereta api bisa menjadi pilihan utama untuk komoditas yang sensitif terhadap kondisi lingkungan.
Langkah Awal dalam Pemetaan Jaringan Nasional
Penandatanganan MoU pada 10 Mei 2026 menandai awal dari pembentukan jaringan logistik nasional yang lebih luas. New Policy ini sekaligus menjadi acuan untuk pengembangan rute pengiriman hewan ternak ke berbagai daerah, mulai dari Jawa Timur hingga wilayah lain yang memiliki potensi ekspor. Yuskan menjelaskan bahwa KAI Logistik sedang memetakan beberapa jalur strategis untuk mewujudkan layanan distribusi yang lebih terjangkau dan terpercaya. “Kami berharap new policy ini bisa menjadi penggerak utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor logistik,” ujarnya.
Dalam new policy ini, pihaknya juga mengupayakan integrasi dengan sistem distribusi modern, seperti penggunaan teknologi IoT untuk memantau kondisi ternak selama perjalanan. Ini memastikan bahwa hewan ternak tetap dalam kondisi optimal, sehingga tidak mengalami penurunan kualitas sebelum sampai ke tujuan. Yuskan menambahkan bahwa penjajakan bisnis akan terus dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan kereta api dalam pengiriman multikomoditas, termasuk bahan pangan dan hewan ternak.
Potensi Dampak untuk Masyarakat dan Perekonomian
Perusahaan logistik KAI Logistik dan PT Bogantara Indo Transport yakin bahwa new policy ini akan memberikan dampak signifikan untuk masyarakat pengguna dan perekonomian nasional. Dengan mengurangi waktu dan biaya pengiriman, harga hewan ternak di pasar lokal diperkirakan akan lebih stabil. Selain itu, penggunaan kereta api juga bisa meningkatkan daya saing sektor peternakan dalam memasuki pasar ekspor. Yuskan menjelaskan bahwa new policy ini tidak hanya fokus pada transportasi, tetapi juga pada pengembangan ekosistem logistik yang lengkap, dari penyimpanan hingga distribusi.
Yuskal menambahkan bahwa pengiriman hewan ternak melalui kereta api juga memberikan manfaat lingkungan, karena mengurangi emisi karbon dibandingkan transportasi darat. “Kami berkomitmen untuk menciptakan new policy yang ramah lingkungan sekaligus efisien, sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya. Dengan demikian, new policy ini bukan hanya untuk keuntungan perusahaan, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam pengembangan sektor logistik dan pertanian di Indonesia.
Penjajakan dan Evaluasi Selanjutnya
Kerja sama antara KAI Logistik dan Bogantara Indo Transport masih dalam tahap penjajakan, dan pihaknya berencana menguji coba layanan tersebut dalam beberapa bulan ke depan. Yuskan menyatakan bahwa evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dan perbaikan infrastruktur. “Kami yakin new policy ini akan menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas logistik Indonesia, terutama dalam memenuhi permintaan ekspor,” tambahnya.
Keberhasilan new policy ini juga akan bergantung pada kolaborasi dengan pemerintah dan pihak terkait lainnya. Yuskan mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya memperoleh dukungan dari otoritas transportasi untuk mengembangkan lebih banyak rute pengiriman hewan ternak. Dengan peran aktif dalam new policy ini, KAI Logistik dan Bogantara berharap bisa menjadi salah satu pelaku utama dalam industri logistik nasional, serta memberikan contoh inovasi yang bisa diadopsi oleh perusahaan lain.
