Main Agenda: MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian

mengemaskan-indonesia-wamenaker-jadi-saksi-keunggulan-manajerial-pegadaian-bdh

MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Buktikan Keunggulan Manajerial Pegadaian

Beritasosial.com – Acara main agenda yang digelar oleh Serikat Pekerja PT Pegadaian (SP Pegadaian) di Kota Depok, Minggu (19/7/2026), berhasil menarik partisipasi sekitar 1.000 peserta. Karyawan dan pensiunan perusahaan hadir untuk mendengarkan pidato dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor, Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan, serta jajaran direksi lainnya. Kehadiran Wamenaker dianggap sebagai bukti nyata bahwa model manajemen Pegadaian mendapat pengakuan nasional.

Kolaborasi Serikat Pekerja dan Manajemen Jadi Simbol Kepemimpinan Berkelanjutan

Wamenaker Afriansyah Noor menekankan bahwa main agenda ini menggambarkan keberhasilan sinergi antara serikat pekerja dan pihak manajemen. “Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa Pegadaian mampu menjadi contoh terbaik dalam mengelola hubungan industrial yang harmonis,” ungkapnya. Menurutnya, perusahaan-perusahaan BUMN lain dapat mengadopsi pendekatan serupa untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan.

“Dengan main agenda seperti ini, para karyawan merasa dihargai dan diberdayakan. Ini menjadi bukti bahwa komunikasi dua arah antara manajemen dan serikat pekerja adalah kunci keberhasilan,” tambah Afriansyah.

Keberhasilan Industri Perak Menjadi Bahan Evaluasi Nasional

Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyampaikan bahwa kinerja perusahaan pada semester pertama tahun 2026 mencapai target yang signifikan. “Pencapaian ini didorong oleh komitmen bersama antara manajemen dan serikat pekerja dalam membangun main agenda yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia,” terangnya. Ia menambahkan bahwa penghargaan Top Company di industri perak yang diterima Pegadaian menjadi bukti kompetensi manajerial perusahaan.

“Model main agenda yang dijalankan Pegadaian menciptakan lingkungan kerja yang dinamis. Hal ini membuktikan bahwa BUMN tidak hanya mengutamakan keuntungan finansial, tetapi juga kesejahteraan karyawan,” imbuh Damar.

Dalam main agenda tersebut, sejumlah inisiatif strategis diungkapkan, seperti pelatihan keterampilan digital dan program pengembangan karier berkelanjutan. Wamenaker menyatakan bahwa inisiatif ini selaras dengan visi pemerintah dalam mendorong transformasi BUMN menjadi lebih modern dan berkelanjutan. “Kolaborasi seperti ini memperkuat posisi Pegadaian sebagai perusahaan unggul dalam manajemen sumber daya manusia,” jelasnya.

Pengakuan Nasional Memicu Perubahan Budaya Perusahaan

Pegadaian tidak hanya mengunggulkan kinerja operasional, tetapi juga menjadi percontohan dalam membangun budaya kerja yang inklusif. Main agenda yang diusung oleh SP Pegadaian mencakup diskusi tentang penerapan sistem manajemen berbasis kinerja, transparansi pengambilan keputusan, dan kepuasan karyawan. Acara ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama antara pihak manajemen dan karyawan dalam mencapai tujuan bersama.

“Pegadaian telah membuktikan bahwa main agenda kolaborasi bisa menjadi fondasi untuk inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan. Model ini layak diapresiasi karena mampu menggabungkan kepentingan karyawan dengan keberlanjutan bisnis,” kata Damar Latri Setiawan.

Acara main agenda ini juga menarik perhatian banyak pengamat ketenagakerjaan. Mereka menyatakan bahwa keberhasilan Pegadaian dalam menjaga hubungan industri yang baik berdampak positif pada reputasi perusahaan dan kinerja ekonomi. Wamenaker menegaskan bahwa penghargaan keunggulan manajerial ini adalah bukti nyata dari keberhasilan main agenda yang dijalankan secara konsisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *