Main Agenda: Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI

danantara-janji-ajak-diskusi-pengusaha-tentukan-acuan-harga-komoditas-yang-dibeli-pt-dsi-tqw

Main Agenda: Diskusi Harga Komoditas dengan Pengusaha oleh PT DSI

Main Agenda –

Pengenalan

Main Agenda menjadi fokus utama pemerintah dalam mengoptimalkan strategi ekspor Indonesia. Sebagai bagian dari rencana penguatan sektor perdagangan, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) berkomitmen untuk mengajak diskusi para pengusaha sebelum menetapkan acuan harga komoditas strategis seperti CPO, batubara, dan ferro alloy. Langkah ini bertujuan memastikan kebijakan baru tidak merugikan pelaku usaha, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan komoditas yang diexport.

“Main Agenda ini dirancang untuk menciptakan kepastian harga yang adil antara pengusaha dan instansi negara. Kita akan mendengarkan aspirasi mereka agar harga yang ditetapkan selaras dengan kondisi pasar dan kebutuhan industri,” ujar Dony Oskaria, COO Danantara, dalam konferensi pers di Kantor Wisma Danantara, Minggu (31/5).

Dony menekankan bahwa partisipasi pengusaha dalam proses penentuan harga sangat penting. Dengan memperhatikan input dari para pelaku usaha, PT DSI diharapkan bisa membangun kepercayaan dan meminimalkan risiko ketidakseimbangan harga yang memengaruhi sektor ekspor.

Transisi dan Fungsi PT DSI

PT DSI akan memulai fungsi sebagai pengekspor tunggal komoditas strategis pada awal tahun 2027. Namun, sejak 1 Juni 2026, perusahaan ini mulai bertindak sebagai pengawas yang memastikan kebijakan ekspor berjalan terstruktur. Dony menyampaikan bahwa proses transisi ini dilakukan secara bertahap, sambil melakukan evaluasi kinerja untuk memperbaiki operasional dalam masa penguasaan penuh di 2027.

Dalam upaya mewujudkan Main Agenda, PT DSI juga berencana melibatkan pemerintah dalam diskusi harga. Menurut Dony, kebijakan ini memerlukan harmonisasi antara kepentingan negara dan pelaku usaha, terutama dalam menangani isu under-invoicing dan transfer pricing yang selama ini menjadi sorotan.

Komitmen Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa Main Agenda ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kestabilan ekonomi dan memastikan arus devisa tetap lancar. “Kita ingin membangun sistem harga yang transparan, sehingga pengusaha tidak merasa tertekan, tetapi justru termotivasi meningkatkan produksi dan ekspor,” kata Menko Airlangga.

Menurutnya, kebijakan penentuan harga oleh PT DSI tidak akan mengganggu kontrak-kontrak yang telah berjalan. “Main Agenda ini juga bertujuan memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional dengan memastikan kualitas dan harga komoditas kompetitif,” jelas Menko Airlangga, yang menyoroti peran BUMN dalam menjembatani kebutuhan industri dan kepentingan negara.

“Main Agenda ini akan menjadi landasan utama dalam mengatur harga komoditas. Dengan komunikasi terbuka, kita yakin bisa mencapai kesepakatan yang seimbang dan berkelanjutan,” pungkas Dony, yang menambahkan bahwa diskusi tersebut akan melibatkan berbagai asosiasi pengusaha dan lembaga pemerintah terkait.

Selain itu, Dony mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau dampak kebijakan ini secara berkala. “Kita akan menyesuaikan acuan harga berdasarkan kinerja pasar dan pertumbuhan ekspor, sehingga Main Agenda ini bisa beradaptasi dengan dinamika ekonomi,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *