Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana

Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
Beritasosial.com – JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) menyatakan bahwa likuiditas yang dikelola instansi tersebut saat ini masih dalam kondisi memadai. Meskipun ada tambahan beban dari program baru seperti draf implementasi B50 dan alokasi harga khusus bagi nelayan, BPDP memastikan bahwa program utama pemerintah berbasis kelapa sawit tetap akan terpenuhi secara finansial.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mochmad Alfansyah, memperkirakan anggaran operasional untuk mewujudkan mandatori biodiesel pada tahun anggaran ini mencapai sekitar Rp32,3 triliun. Meski jumlahnya besar, ia menegaskan bahwa alokasi dana untuk program fundamental seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), sarana dan prasarana (sarpras), hingga dana riset tidak akan dipangkas atau mengalami hambatan.
“PSR, sarpras, riset, SDM, harus tetap tersedia dana-nya,” ujar Alfansyah saat diwawancara media di Gedung Surachman Tjokrodisuryo BPDP, Rabu (15/7/2026).
Selain mengelola dana B50, BPDP juga sedang menggodok skema bantuan finansial untuk penyaluran BBM solar nonsubsidi. Skema ini ditujukan untuk kelompok nelayan dengan kuota 400 ribu kiloliter. Berdasarkan perhitungan internal, dana yang dibutuhkan untuk insentif tersebut dianggap lebih rendah dari Rp1,5 triliun.
Alfansyah menegaskan bahwa kesiapan dana untuk program-program tersebut sudah terjamin. “BPDP siap mendukung,” tambahnya.
