Key Strategy: PLN EPI Dorong Pengelolaan Sampah Pesisir di Kawasan Wisata Bagek Kembar

pln-epi-dorong-pengelolaan-sampah-pesisir-di-kawasan-wisata-bagek-kembar-lxa

PLN EPI Gunakan Key Strategy untuk Pengelolaan Sampah Pesisir di Kawasan Wisata Bagek Kembar

Key Strategy – Komitmen PLN EPI dalam menjaga keberlanjutan lingkungan semakin terlihat melalui inisiatif pengelolaan sampah terpadu yang diluncurkan di kawasan wisata Pantai Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Proyek ini merupakan bagian dari key strategy perusahaan dalam mengurangi limbah pesisir, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung ekonomi lokal. Dalam peluncuran program tersebut, PLN EPI berkolaborasi dengan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna, serta melibatkan pihak-pihak seperti pemerintah daerah, kelompok pengelola wisata (Pokdarwis), dan komunitas sekitar. Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pendekatan Ekonomi Sirkular dalam Program PLN EPI

“Key strategy kami mencakup pendekatan ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi dampak negatif limbah pesisir,” ujar Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, dalam keterangan pers, Rabu (13/5/2026). Inisiatif ini mengintegrasikan teknologi pengolahan sampah dengan prinsip ekonomi sirkular, yang berfokus pada pengurangan, penggunaan ulang, dan daur ulang. Dengan metode ini, PLN EPI berharap mampu mengubah sampah menjadi sumber daya ekonomi, seperti menghasilkan energi dari limbah organik atau menekan emisi gas rumah kaca melalui daur ulang bahan anorganik.

Program ini diterapkan di sekitar proyek gasifikasi PLTMGU Lombok Peaker, yang menjadi pusat kegiatan pengelolaan sampah. Pendekatan ini melibatkan pelatihan pemilahan sampah, pengumpulan limbah secara terstruktur, serta pengolahan hasilnya. Selain itu, PLN EPI juga memberikan fasilitas pengelolaan sampah modern kepada masyarakat setempat, seperti penggunaan alat daur ulang, tempat penampungan, dan sistem pengumpulan yang efisien. Seluruh proses ini dirancang agar sesuai dengan key strategy perusahaan dalam memperkuat tanggung jawaban sosial dan lingkungan (TJSL).

Manfaat Key Strategy untuk Komunitas Lokal

Pengelolaan sampah pesisir yang dicanangkan PLN EPI tidak hanya menargetkan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui key strategy ini, program bertujuan memperkuat kapasitas warga dalam mengelola sampah, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru. Contohnya, teknik budidaya maggot yang dikembangkan PLN EPI berpotensi menghasilkan protein hewani alternatif, sementara limbah organik dapat diubah menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian lokal. Selain itu, penguatan organisasi Pokdarwis dan pelatihan pengelolaan sampah berdampak pada peningkatan kesadaran lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat.

“Key strategy kami juga mencakup pemberdayaan masyarakat sebagai mitra utama dalam pengelolaan sampah,” tambah Mamit Setiawan. Inisiatif ini dilengkapi dengan pendampingan teknis, bimbingan penguasaan teknologi, serta pengakuan atas kontribusi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penikmat kegiatan wisata, tetapi juga aktor penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan tersebut. PLN EPI terus mendorong keterlibatan aktif mereka dengan menyediakan pelatihan dan sumber daya yang dibutuhkan.

Program pengelolaan sampah pesisir ini juga mencakup kegiatan pengumpulan dan pengolahan sampah secara terpadu, termasuk penggunaan teknologi daur ulang yang ramah lingkungan. PLN EPI berharap keberhasilan key strategy ini menjadi contoh terapan yang dapat diikuti oleh daerah lain. Dengan pendekatan yang komprehensif, proyek ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan wisata yang lebih bersih, sehat, dan menarik bagi pengunjung. Selain itu, PLN EPI juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mewujudkan inisiatif tersebut.

Meningkatnya jumlah pengunjung wisata di kawasan Pantai Bagek Kembar menjadi tantangan utama dalam mengelola sampah. Dalam key strategy yang diterapkan, PLN EPI menekankan perlunya sistem pengelolaan yang adaptif terhadap dinamika populasi pengunjung. Untuk itu, perusahaan bekerja sama dengan pihak terkait mengadakan program pendidikan lingkungan dan penguatan kapasitas komunitas. Selain itu, penggunaan alat dan metode yang inovatif, seperti sistem pengumpulan sampah berbasis digital, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses dan meminimalkan dampak lingkungan.

“Key strategy kami dirancang agar mampu menyeimbangkan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan perlindungan lingkungan,” jelas Mamit Setiawan. Proyek ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah tidak hanya sekadar pengumpulan, tetapi juga bisa menjadi strategi yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan key strategy ini, PLN EPI berharap mampu membangun kawasan wisata yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan menjadi destinasi yang diminati wisatawan. Program yang berjalan sejak Mei 2026 ini menjadi langkah awal dalam mencapai visi tersebut, dan akan terus dievaluasi untuk peningkatan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *