Iran Gabung Bank BRICS, Makin Yakin Tinggalkan Dolar Bersama Negara Berkembang
Iran Gabung Bank BRICS Makin Kuat Tinggalkan Dolar
Beritasosial.com – Iran Gabung Bank BRICS Makin Yakin dalam misi mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan global. Langkah strategis ini diambil oleh Teheran untuk memperkuat posisi ekonomi di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat yang terus diperluas. Abdolnaser Hemmati, Gubernur Bank Sentral Iran, mengonfirmasi bahwa negaranya akan segera resmi menjadi anggota New Development Bank (NDB). Lembaga pendanaan multilateral ini didirikan oleh kelompok negara-negara berkembang BRICS sebagai alternatif dari institusi keuangan Barat.
Pengumuman penting tersebut disampaikan Hemmati dalam persiapan pertemuan dengan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara anggota BRICS di India. Media pemerintah Iran melaporkan perkembangan ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk diversifikasi mata uang dalam perdagangan internasional. Dengan bergabungnya Iran ke dalam NDB, diharapkan dapat tercipta sistem pembayaran yang lebih mandiri dari pengaruh dolar AS.
Strategi De-dollarisasi Iran Melalui BRICS
Keputusan Iran untuk merapat ke bank pembangunan BRICS memiliki dasar yang kuat secara ekonomi dan politik. Hingga saat ini, negara tersebut masih mengalami isolasi dari sistem keuangan berbasis dolar AS akibat sanksi internasional yang terus diperluas sejak tahun 2018. Kondisi ini memaksa Iran mencari alternatif pendanaan untuk proyek infrastruktur dan perdagangan yang berada di luar pengaruh Washington.
Hasil terpenting dari kerja sama di antara negara-negara anggota BRICS adalah pembentukan New Development Bank, dan negara kita akan segera menjadi anggota bank ini, tegas Abdolnaser Hemmati.
Sejak tahun 2024, Iran telah resmi menjadi bagian dari blok BRICS. Kehadirannya di NDB dipandang sebagai langkah efektif untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara pasar berkembang seperti China, Rusia, India, dan Brasil. Iran Gabung Bank BRICS Makin menunjukkan komitmen serius dalam membangun sistem keuangan alternatif yang lebih inklusif bagi negara-negara berkembang.
Peran NDB dalam Mengubah Lanskap Keuangan Global
New Development Bank didirikan pada tahun 2015 oleh lima negara pendiri, yaitu Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Bank ini dirancang khusus untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota. Keanggotaan NDB terbuka untuk semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, menjadikannya institusi keuangan yang semakin relevan dalam sistem moneter global.
Sebelum Iran, Uzbekistan baru saja ditetapkan sebagai anggota ke-10 NDB pada tanggal 5 Juni lalu. Salah satu agenda utama yang terus digalakkan oleh negara-negara BRICS adalah mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar AS dalam perdagangan internasional atau yang dikenal sebagai gerakan Dedolarisasi. Hemmati meyakini bahwa keterlibatan Iran di NDB akan mempercepat kerja sama moneter bilateral maupun trilateral menggunakan mata uang lokal masing-masing negara anggota.
Meskipun divisi komunikasi korporat NDB saat ini belum memberikan konfirmasi resmi terkait detail keanggotaan Iran, pengumuman dari Teheran ini menegaskan bahwa peta kekuatan ekonomi global sedang bergeser ke arah multipolar. Iran Gabung Bank BRICS Makin menjadi simbol pergeseran kekuatan dalam sistem keuangan internasional yang selama ini didominasi oleh negara-negara Barat.
Frequently Asked Questions
Apa itu New Development Bank (NDB)?
NDB adalah lembaga pendanaan multilateral yang didirikan pada tahun 2015 oleh lima negara BRICS untuk membiayai proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota.
Kapan Iran resmi bergabung dengan BRICS?
Iran telah resmi menjadi bagian dari blok BRICS sejak tahun 2024 setelah melalui proses negosiasi panjang dengan negara-negara anggota pendiri.
Apa tujuan utama de-dollarisasi oleh BRICS?
Tujuan utama de-dollarisasi adalah mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam perdagangan internasional dan sistem keuangan global untuk menciptakan alternatif yang lebih stabil.
Siapa saja anggota NDB saat ini?
Anggota NDB terdiri dari lima negara pendiri (Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan) ditambah Iran dan Uzbekistan sebagai anggota terbaru, total 10 negara.
Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan ekonomi Iran dan BRICS, kunjungi [artikel terkait di sindonews.com](https://ekbis.sindonews.com).
