Important Visit: LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan

lppom-dorong-konsep-green-halal-untuk-perkuat-industri-berkelanjutan-opd

LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan

Important Visit – Sebagai bagian dari important visit yang dilakukan oleh LPPOM di 3rd International Halal Ecosystem Conference Cairo 2026, lembaga ini menyoroti kebutuhan pengintegrasian standar halal dengan prinsip keberlanjutan. Kegiatan yang diadakan secara hybrid pada 3 Juni 2026 ini menjadi platform untuk memperkenalkan konsep Green Halal, yang bertujuan menyatukan nilai-nilai agama dengan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).

Green Halal: Konsep Terpadu untuk Industri Berkelanjutan

Perusahaan yang mengadopsi Green Halal akan mampu mengukur kinerja keberlanjutan mereka dalam satu kerangka yang menyeluruh. Raafqi Ranasasmita, VP Corporate Secretary LPPOM, menjelaskan bahwa konsep ini tidak hanya memenuhi syarat halal, tetapi juga menekankan praktik bisnis yang ramah lingkungan dan berorientasi pada keadilan sosial. “Green Halal adalah upaya untuk memperkuat industri halal global dengan menjawab tantangan lingkungan dan ekonomi secara seimbang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026).

Konsep ini dirancang sebagai alat evaluasi yang komprehensif, memungkinkan pelaku usaha menilai kepatuhan halal sekaligus keberlanjutan operasional mereka. Dengan pendekatan ini, industri halal bisa menjadi lebih atraktif bagi konsumen yang semakin peduli terhadap isu-isu lingkungan dan sosial. Raafqi menegaskan bahwa nilai halal dan keberlanjutan sejalan dalam menciptakan kemaslahatan bagi manusia dan bumi.

Potensi Green Halal dalam Meningkatkan Daya Saing Global

Dalam important visit ke acara internasional tersebut, LPPOM juga memaparkan potensi konsep Green Halal dalam memperkuat daya saing sektor halal di tingkat global. Pendekatan ini dirasa relevan mengingat industri halal berkembang pesat, dengan nilai pasar yang terus meningkat. Dengan menggabungkan keberlanjutan lingkungan dan standar halal, produk dan layanan akan memiliki daya tarik lebih tinggi di pasar internasional.

Raafqi menambahkan bahwa Green Halal tidak hanya menjadi jaminan kualitas produk, tetapi juga menyediakan kerangka kerja untuk menilai dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi. Ini bisa menjadi acuan bagi produsen, pengusaha, dan regulator untuk memastikan bahwa bisnis mereka tidak hanya sesuai dengan prinsip syariah, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. “Kita perlu mengubah cara kita melihat industri halal, agar lebih holistik dan menarik bagi generasi masa depan,” katanya.

Konsep Green Halal juga memiliki dampak signifikan pada sektor pertanian, manufaktur, dan pelayanan. Misalnya, dalam pertanian, penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistem bisa menjadi kriteria utama. Sementara itu, dalam industri manufaktur, standar keberlanjutan bisa diterapkan melalui pengurangan limbah, penggunaan energi terbarukan, dan peningkatan efisiensi produksi. “Keberlanjutan bukan hanya tentang alam, tapi juga tentang komunitas dan manajemen perusahaan,” lanjut Raafqi.

Dalam important visit ini, LPPOM juga menyampaikan kerja sama dengan lembaga lain untuk mengembangkan Green Halal Rating. Kriteria ini akan mencakup aspek seperti penggunaan bahan baku, proses produksi, pengemasan, dan distribusi. Dengan adanya sistem rating yang jelas, konsumen bisa lebih mudah memahami tingkat keberlanjutan produk halal yang mereka beli. “Kita ingin memastikan bahwa konsumen mendapat informasi yang lengkap dan transparan,” ujarnya.

Acara yang dihadiri delegasi dari Brunei Darussalam, Denmark, dan negara-negara lain tersebut menyoroti pentingnya inovasi dalam industri halal. Para peserta berdiskusi tentang bagaimana Green Halal dapat menjadi alat untuk memperkuat ekonomi berkelanjutan, khususnya di tengah isu-isu seperti perubahan iklim dan ketidaksetaraan sosial. “Ini adalah important visit yang menginspirasi, karena memberikan gambaran tentang masa depan industri halal yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutup Raafqi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *