IHSG Ambrol 2,75% ke 6.144 – Terburuk di Emerging Market Asia
IHSG Turun 2,75% ke 6.144, Terburuk di Emerging Market Asia
IHSG Ambrol 2 75 ke 6 144 – JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penurunan tajam sebesar 2,75% ke level 6.144 pada perdagangan Kamis (21/5/2026) siang. Pelemahan ini menempatkan kinerja pasar saham Indonesia sebagai yang paling rendah di antara bursa emerging market Asia Pasifik. Dalam awal sesi, IHSG sempat dibuka menguat di level 6.366, bahkan mencapai titik tertinggi 6.373. Namun, tekanan jual yang membesar selama sesi menyebabkan indeks terus merosot hingga menyentuh level terendah 6.134 sebelum ditutup di zona merah.
Aktivitas Perdagangan Tinggi
Volume transaksi mencapai 18,8 miliar saham dengan nilai mencapai Rp9,7 triliun. Frekuensi perdagangan sekitar 1,2 juta kali, menunjukkan aksi jual yang intens di pasar. Dari total saham yang diperdagangkan, 633 emiten mengalami penurunan, sedangkan hanya 126 saham yang menguat. Sisanya, 200 saham lainnya berada di level stagnan.
Saham yang Berkinerja Baik dan Buruk
Sepanjang hari, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan signifikan. Contohnya, Satria Mega Kencana (SOTS) naik 25%, Kobexindo Tractors (KOBX) melonjak 16,67%, serta Alakasa Industrindo (ALKA) menguat 14,81%. Di sisi lain, saham LCK Global (LCKM) mengalami tekanan terbesar dengan penurunan 14,95%, diikuti Puri Sentul Permai (KDTB) dan Trimitra Propertindo (LAND) yang masing-masing melemah 14,92% dan 14,86%.
Kinerja Sektor yang Menurun
Secara sektoral, semua indeks mengalami pelemahan. Sektor bahan baku menjadi yang terparah dengan penurunan 6,49%, diikuti sektor energi yang merosot 5,02%, transportasi turun 4,69%, serta sektor siklikal dan industri masing-masing melemah 4,11% dan 4,02%.
Perbandingan dengan Bursa Asia
Penurunan IHSG kontras dengan pergerakan bursa Asia lainnya. Di kawasan regional, indeks KOSPI Korea Selatan melonjak 8,12%, TWSE Taiwan naik 3,89%, sementara FBMKLCI Malaysia hanya mengalami penurunan tipis 0,04%. IHSG juga mencatatkan penurunan signifikan sepanjang tahun ini, dengan kinerja total 29,76%.
Perkembangan IHSG Tahun Ini
Dalam lima tahun terakhir, kinerja IHSG hanya mencatatkan kenaikan terbatas sebesar 6,43%, mencerminkan tekanan berkepanjangan di pasar modal. Hal ini menunjukkan ketidakstabilan yang berlangsung dalam jangka panjang, meski sejumlah saham individu masih menunjukkan dinamika positif.
