Defisit Anggaran Membengkak, Rusia Lepas 43,5 Ton Cadangan Emas
Rusia Menjual Emas untuk Menutup Celah Anggaran yang Semakin Dalam
Beritasosial.com – Moskow – Pemerintah Rusia memutuskan untuk menguras sebagian cadangan emasnya sepanjang tahun 2026 demi mendapatkan likuiditas guna menutupi defisit anggaran membengkak. Keputusan strategis ini diambil di tengah naiknya belanja militer untuk melanjutkan konflik di Ukraina, sementara penerimaan negara terus tertekan oleh berbagai faktor ekonomi global.
Fakta bahwa mereka menjual emas menunjukkan bahwa Rusia mulai kehabisan aset lain yang lebih likuid. Jadi, ada tekanan terhadap defisit dan sumber pendanaan untuk menutup defisit tersebut,
— Elina Ribakova, ekonom Peterson Institute for International Economics (8/8/2026)
Penurunan Cadangan Emas ke Level Terendah Sejak 2022
Bank Sentral Rusia mencatat cadangan emas nasional mencapai 73,4 juta troy ons atau setara 2.282 metrik ton pada awal Juli 2026. Angka ini mengalami penurunan sebesar 43,5 metrik ton sejak permulaan tahun, menandai level terendah sejak invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022. Penjualan emas ini merupakan respons langsung terhadap defisit anggaran membengkak yang dihadapi negara tersebut.
Dengan harga emas yang sempat menyentuh rekor pada awal tahun, penjualan ini diperkirakan menghasilkan lebih dari USD5 miliar. Rata-rata harga emas mencapai sekitar USD4.800 per troy ons dalam empat bulan pertama 2026, sebelum kemudian turun ke kisaran USD4.000 per troy ons. Langkah ini memungkinkan Moskow untuk lepas dari 43 ton emas tanpa mengganggu stabilitas ekonomi domestik secara signifikan.
Belanja Pertahanan Melonjak Drastis
Tekanan utama pada anggaran Rusia berasal dari peningkatan belanja pertahanan. Financial Times melaporkan bahwa Kementerian Keuangan Rusia telah memperingatkan pemerintah bahwa pembengkakan belanja perang dapat mencapai sedikitnya USD28 miliar pada 2026, dengan potensi pembengkakan lanjutan pada 2027 dan 2028.
Belanja pertahanan Rusia telah meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan 2021 dan mencapai sekitar 16 triliun rubel atau USD204 miliar pada 2025. Defisit anggaran membengkak Rusia untuk 2026 diproyeksikan sebesar 1,6% dari produk domestik bruto (PDB), atau sekitar USD40 miliar, dan masih berpotensi membesar seiring berjalannya waktu.
Analisis: Bukan Tanda Kepanikan
Ini merupakan situasi luar biasa, tetapi masih menjadi tren yang relatif normal. Hal tersebut tidak menunjukkan Rusia bangkrut, kehabisan uang, atau tidak memiliki aset lain,
— Chris Weafer, analis keuangan Macro-Advisory berbasis di Moskow
Analis keuangan yang berbasis di Moskow dari Macro-Advisory, Chris Weafer, menilai penjualan emas tersebut tidak menunjukkan Rusia sedang mengalami kepanikan atau menuju kebangkrutan. Menurut dia, emas sebagian besar dijual oleh Kementerian Keuangan melalui Dana Kesejahteraan Nasional (National Wealth Fund/NWF), bukan secara langsung oleh Bank Sentral Rusia.
Ia mengatakan emas menjadi salah satu aset likuid yang dapat dijual NWF ketika negara membutuhkan dana, terutama setelah sanksi membuat Rusia tidak dapat mengakses obligasi pemerintah AS dan Jerman. Weafer memperkirakan nilai NWF mencapai sekitar USD150 miliar, dengan sekitar USD50 miliar di antaranya merupakan aset likuid.
Prospek Jangka Panjang dan Ketergantungan pada Minyak
Pemerintah Rusia berupaya mempertahankan cadangan likuid tersebut untuk mencegah spekulasi mengenai krisis keuangan dan menjaga posisi geopolitik Kremlin. Ketergantungan pada komoditas energi tetap menjadi faktor krusial dalam stabilitas ekonomi negara tersebut.
Kemampuan Rusia sangat bergantung pada hal itu. Ketika harga minyak tinggi, Rusia memperoleh pendapatan dan lebih mudah mendapatkan pinjaman. Namun, jika harga minyak turun, misalnya ke USD60 atau USD40 per barel, krisis dapat segera muncul,
— Elina Ribakova
Ribakova mengatakan Rusia masih memiliki penyangga karena merupakan salah satu produsen emas terbesar dunia dan dapat mengisi kembali cadangannya melalui pembelian dari produsen domestik. Selain itu, pendapatan minyak dan gas tetap menjadi faktor utama yang menentukan kemampuan Moskow membiayai perang.
Ribakova dan Weafer menilai Rusia masih mampu membiayai perang dalam 12 hingga 24 bulan mendatang dengan mengurangi belanja nonpertahanan. Namun, kebijakan tersebut menimbulkan distorsi jangka panjang dan memperlebar perbedaan antara pihak yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan Kremlin yang memprioritaskan pembiayaan perang.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Penjualan Emas Rusia
Berapa ton emas yang dijual Rusia? Rusia menjual 43,5 ton cadangan emasnya sepanjang tahun 2026 untuk menutupi defisit anggaran.
Mengapa Rusia menjual emas? Penjualan emas dilakukan untuk mendapatkan likuiditas guna menutupi defisit anggaran yang membengkak akibat belanja pertahanan yang meningkat.
Apakah penjualan emas ini tanda krisis? Menurut para analis, penjualan emas bukan tanda kepanikan atau kebangkrutan, melainkan langkah normal untuk mengelola aset likuid.
Berapa nilai estimasi penjualan emas tersebut? Dengan harga emas yang bervariasi antara USD4.000 hingga USD4.800 per troy ons, penjualan ini diperkirakan menghasilkan lebih dari USD5 miliar.
