New Policy: Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
UNEG Launches New Coffee Supply Chain Short Course for Indonesia-Thailand Students
New Policy – Dalam rangka menerapkan New Policy yang menekankan kolaborasi global dalam bidang pertanian, Universitas Jember (UNEG) mengadakan program pendidikan internasional berupa Short Course tentang rantai pasok kopi Jawa. Program ini bertujuan memperkaya pengetahuan mahasiswa Indonesia dan Thailand terkait pengelolaan komoditas kopi yang menjadi salah satu andalan ekonomi daerah. Kegiatan yang diadakan di Discuss Cafe, Jember, menarik partisipasi dari mahasiswa S2 Agribisnis UNEG serta peserta pertukaran dari Mahasarakham University, Thailand, untuk memahami seluruh tahapan dari produksi hingga distribusi kopi.
Program Short Course Sebagai Upaya Mewujudkan New Policy
New Policy ini menjadi bagian dari inisiatif UNEG dalam mendorong penguasaan teknologi dan strategi pemasaran modern oleh generasi muda. Melalui pendekatan praktis, program ini memperkenalkan sistem rantai pasok yang kompleks, mulai dari pertanian, pengolahan pasca-panen, hingga distribusi ke pasar internasional. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mempelajari metode pengemasan, pemasaran, dan pengelolaan kualitas kopi secara mendalam, sekaligus membangun jaringan profesional antarnegara.
Proses belajar mengajar berlangsung secara interaktif, dengan kombinasi presentasi teori, kunjungan langsung ke lokasi pengolahan kopi, serta diskusi panel yang melibatkan para praktisi industri. Materi utama berjudul “Supply Chain Coffee in Java” ini dirancang untuk menggali potensi pengembangan usaha kopi yang berkelanjutan, termasuk upaya meminimalkan limbah dan meningkatkan efisiensi produksi. Dengan New Policy ini, UNEG berkomitmen menjadi pusat pengembangan agribisnis berbasis teknologi digital.
“Penerapan New Policy ini tidak hanya mengisi kebutuhan pasar global, tetapi juga memperkuat kerja sama antara institusi pendidikan Indonesia dan Thailand,” kata Dr. Ir. Joni Murti Mulyo Aji, M.Rur.M., ketua program magister Agribisnis di Faperta UNEG. Ia menambahkan, program ini membantu peserta memahami dinamika rantai pasok yang dihadapi produsen kopi, mulai dari peran petani hingga pengaruh distribusi terhadap harga jual di pasar.
Kegiatan Short Course ini juga menegaskan peran pendidikan tinggi dalam menciptakan kebijakan yang relevan dengan tantangan sektor pertanian. Dengan menempatkan mahasiswa di tengah industri, UNEG menargetkan pengembangan keahlian praktis yang bisa diterapkan di lapangan. Para peserta, seperti Mahasarakham University, berharap program ini menjadi wadah untuk menggali peluang bisnis baru dalam sektor kopi, terutama di tengah kompetisi global yang semakin ketat.
Manfaat New Policy untuk Industri Kopi
Salah satu tujuan utama New Policy ini adalah meningkatkan daya saing industri kopi Jawa melalui pendekatan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan pasar. Dengan mempelajari teknik pengolahan dan distribusi modern, mahasiswa dari kedua negara diharapkan dapat mengembangkan solusi inovatif yang berdampak pada kualitas produk dan produktivitas petani. Program ini juga memberikan wawasan tentang peran pemerintah dan organisasi lokal dalam membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan sektor ini.
Peserta dari Thailand berkesempatan mempelajari sistem industri kopi di Indonesia, termasuk penerapan teknologi digital seperti e-commerce dan blockchain dalam rantai pasok. Sementara itu, mahasiswa Indonesia mendapatkan wawasan tentang praktik terbaik dari negara tetangga dalam pengembangan kopi sebagai produk ekspor. Dengan New Policy ini, UNEG ingin menciptakan kemitraan yang berkelanjutan antara kedua belah pihak, yang bisa diterapkan dalam bentuk penelitian, pengembangan, dan pemasaran kopi di masa depan.
Sebagai bagian dari New Policy, kegiatan ini juga memberikan pelatihan tentang keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam dalam produksi kopi. Kombinasi antara teori dan praktik ini diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk berkontribusi pada pengembangan industri kopi yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. Dengan memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Thailand, UNEG menegaskan komitmen untuk menciptakan kebijakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.
