Visit Agenda: Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
JAKARTA
Visit Agenda menjadi perhatian publik setelah pengacara Roy Suryo dan Dokter Tifa, Refly Harun, memberikan informasi terkini mengenai kondisi kedua kliennya. Dalam pernyataan terbaru, Refly menjelaskan bahwa Dokter Tifa masih membutuhkan infus untuk memperbaiki kondisinya yang terus memburuk, sementara Roy Suryo menolak mengonsumsi obat secara rutin. Hal ini memicu kekhawatiran dari banyak pihak, khususnya mengenai Visit Agenda yang dinilai sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka selama menjalani proses hukum.
“Setelah ditahan oleh Polda Metro Jaya, kebutuhan kesehatan mereka menjadi lebih kritis. Dokter Tifa tetap membutuhkan perawatan intensif, termasuk infus, untuk mengatasi gangguan yang terus berkembang. Sementara Roy Suryo, meski tidak menolak perawatan secara total, memilih untuk menghindari obat yang diberikan karena rasa tidak nyaman dan kebiasaan pola hidupnya yang berbeda,” ujar Refly Harun dalam wawancara dengan media pada hari Minggu (21/6/2026).
Perkembangan Kesehatan Pasca-Tahanan
Kondisi kesehatan keduanya memperlihatkan perubahan signifikan sejak penahanan mereka. Refly mengungkapkan bahwa sebelum ditangkap, keduanya memiliki rutinitas pengobatan yang dipantau secara ketat, termasuk konsumsi obat yang teratur dan kebutuhan nutrisi yang dijaga. Namun, setelah diasingkan dari lingkungan yang biasa, mereka mengalami penurunan kinerja tubuh yang nyata.
“Pada hari penangkapan, mereka tidak sempat memenuhi kebutuhan pengobatan. Bahan-bahan seperti alat infus, makanan, dan obat-obatan harus diangkut secara manual, sehingga terjadi keterlambatan dalam pengaturan perawatan. Faktor ini memicu peningkatan risiko kesehatan, terutama untuk Dokter Tifa yang memiliki riwayat penyakit yang kompleks,” tambah Refly.
Dokter Tifa, yang diketahui memiliki riwayat penyakit lambung dan hipertensi, mengalami gangguan pencernaan yang memperparah kondisinya. Sementara Roy Suryo, yang juga memiliki catatan medis, menolak mengonsumsi obat karena merasa tidak nyaman dengan protokol pengobatan yang diterapkan di penjara. Hal ini memperkuat argumen bahwa Visit Agenda diperlukan untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan pasien selama proses hukum berlangsung.
Konteks Hukum dan Tuntutan Masyarakat
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa terjadi dalam konteks kasus korupsi yang sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya. Mereka dianggap sebagai pelaku tindakan kriminal yang merugikan keuangan negara. Namun, sejumlah keluarga dan rekan-rekan menyatakan bahwa Visit Agenda harus diutamakan untuk memastikan bahwa mereka tidak terlalu terganggu dalam menjalani proses pemulihan kesehatan.
“Beberapa pihak mengkritik penjara yang belum memiliki fasilitas lengkap untuk memenuhi kebutuhan pasien. Ini menjadi alasan utama mengapa Visit Agenda harus tetap dijaga. Dengan adanya kunjungan rutin, pasien dapat memperoleh bantuan medis yang lebih tepat dan mengurangi stres psikologis yang memengaruhi kondisi kesehatannya,” jelas Refly dalam kesempatan yang sama.
Publik mulai memperhatikan Visit Agenda sebagai bagian dari tuntutan advokasi yang dibawa oleh Refly Harun. Banyak warga mengapresiasi upaya pengacara tersebut untuk memastikan bahwa hak kesehatan kedua klien tetap terpenuhi, meskipun mereka sedang dijadikan sasaran hukum. Dengan Visit Agenda yang terus dilakukan, diharapkan kondisi keduanya bisa segera membaik.
Persiapan dan Langkah-Langkah untuk Pemulihan
Dalam upaya menjaga kondisi kesehatan pasien, Refly Harun berharap Visit Agenda dapat menjadi jembatan antara keluarga dan institusi penjara. “Dengan adanya Visit Agenda, kami bisa memastikan bahwa pasien mendapat dukungan psikologis dan fisik yang diperlukan. Ini juga membantu mereka dalam menjaga kepercayaan terhadap sistem hukum yang diterapkan,” ujarnya.
“Kami sedang berupaya agar Visit Agenda dapat berjalan lancar. Termasuk memastikan bahwa dokter yang menangani kasus mereka memiliki akses yang cukup untuk memberikan pengobatan. Selain itu, kami juga menginginkan adanya perubahan pola makan dan istirahat yang lebih terstruktur untuk mempercepat pemulihan kesehatan,” tambah Refly.
Dengan Visit Agenda yang terus berlanjut, diharapkan kondisi Dokter Tifa dan Roy Suryo bisa menjadi lebih stabil. Selain itu, Visit Agenda juga menjadi sarana untuk memantau progres kesehatan mereka secara berkala. Refly berharap pihak berwenang bisa memperhatikan hal ini, karena kesehatan pasien tidak boleh menjadi bahan pengecilan makna dalam proses hukum.
