Meeting Results: Cerita Djoko Slamet Pudjorahardjo, Peneliti yang Lulus S2 Teknik Fisika UGM di Usia 68 Tahun

cerita-djoko-slamet-pudjorahardjo-peneliti-yang-lulus-s2-teknik-fisika-ugm-di-usia-68-tahun-tdl

Djoko Slamet Pudjorahardjo: Peneliti Berusia 68 Tahun Lulus S2 Teknik Fisika di UGM

Meeting Results – JAKARTA – Djoko Slamet Pudjorahardjo, seorang peneliti di Pusat Riset Teknologi Akselerator (PRTA), Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN), dan Badan Riset serta Inovasi Nasional (BRIN), telah menyelesaikan program Magister Teknik Fisika di Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam usia yang cukup tua, yaitu 68 tahun. Pencapaian ini menunjukkan bahwa semangat belajar dan penelitian tidak pernah berhenti, bahkan di usia yang hampir mendekati pensiun. Meeting Results ini menjadi bukti komitmen Djoko untuk terus berkembang dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Program Magister oleh Penelitian: Langkah Kunci dalam Perjalanan Belajar

Djoko menyelesaikan studi pascasarjana dalam jangka waktu 1 tahun 11 bulan 29 hari, dengan IPK yang luar biasa mencapai 3,98. Tesisnya yang berjudul Analisis Desain Sumber Ion Tipe Multicusp untuk Siklotron 30 MeV menunjukkan komitmen tinggi terhadap bidang teknik fisika. Proses wisuda berlangsung pada 22–23 April 2026, menandai akhir dari perjalanan akademik yang dijalani dengan tekun. Program Magister oleh Penelitian (by Research) di UGM memainkan peran utama dalam memacu keberhasilannya.

“Saya memilih program Magister oleh Penelitian karena menyesuaikan kebutuhan teknik fisika yang saya terapkan dalam penelitian di BRIN. Selain itu, peluang ini membantu meningkatkan kompetensi SDM yang saya kerjakan di Yogyakarta,” ujarnya, dikutip dari laman UGM, Kamis (21/5/2026).

Kolaborasi dan Pengembangan Teknologi Akselerator

Djoko menekankan bahwa Program Magister Teknik Fisika UGM sangat relevan dengan pekerjaannya di BRIN, yang berfokus pada pengembangan teknologi akselerator atau pemercepat partikel. Dalam bidang ini, ia terlibat dalam proyek-proyek penting yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas penelitian di Indonesia. Meeting Results dari studi ini diharapkan bisa menjadi dasar bagi inovasi teknologi yang berdampak luas di masa depan.

“Karena bidang pekerjaan saya berkaitan langsung dengan teknik fisika, saya merasa penting untuk terus memperdalam pengetahuan melalui pendidikan tinggi. Tesis saya membahas desain sumber ion yang akan digunakan dalam siklotron 30 MeV, sebuah alat krusial dalam eksplorasi partikel subatom,” tambahnya.

Tantangan dalam Belajar di Usia Lanjut

Dalam proses belajar, Djoko mengakui ada beberapa tantangan yang dihadapinya. Salah satunya adalah kemajuan teknologi informasi yang pesat, terutama dalam sistem pembelajaran digital. Ia menyebut bahwa mahasiswa senior seringkali memerlukan adaptasi lebih tinggi untuk memahami alat-alat digital yang digunakan dalam kelas. Meskipun demikian, Djoko tetap gigih berusaha memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk menyelesaikan tugas akademik dengan baik.

“Saya mengakui bahwa di awalnya saya merasa kesulitan mengikuti sistem pembelajaran modern, tetapi dengan bantuan teman-teman sejawat dan fasilitas yang disediakan UGM, saya bisa beradaptasi. Meeting Results dari penelitian ini juga menjadi bahan pembelajaran yang sangat berharga bagi saya,” pungkas Djoko.

Belajar Tanpa Batas Usia: Inspirasi untuk Generasi Berikutnya

Usia 68 tahun tidak menjadi penghalang bagi Djoko untuk terus mengejar impian akademiknya. Ia menegaskan bahwa semangat belajar tidak terbatas oleh usia, selama ada keinginan dan kemampuan untuk berkembang. “Meeting Results ini bukan hanya akhir dari studi saya, tapi juga awal dari perjalanan baru dalam penelitian teknik fisika,” tutur peneliti berpengalaman tersebut.

Keberhasilannya menjadi contoh nyata bahwa usia tidak mengurangi kemampuan seseorang untuk menyelesaikan pendidikan tinggi. Djoko berharap keberhasilannya bisa menjadi motivasi bagi generasi muda untuk tidak menyerah dalam menghadapi tantangan akademik.

Masa Depan dengan Harapan Tertinggi

Djoko tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga menyiapkan diri untuk melanjutkan kontribusi di bidang teknik fisika. Ia berharap hasil Meeting Results ini bisa digunakan untuk mempercepat pengembangan teknologi akselerator yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Saya ingin terus berkontribusi dalam bidang ini, khususnya dalam proyek-proyek yang mendukung kebutuhan energi nuklir dan penelitian ilmiah,” pungkasnya.

Keberhasilan Djoko Slamet Pudjorahardjo menjadi cerminan bahwa belajar tidak mengenal usia. Ia menunjukkan bahwa dengan komitmen dan keseriusan, setiap individu bisa mencapai tujuan akademik dan profesional, terlepas dari masa pensiun mereka. Meeting Results ini menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan adalah jalan yang tidak pernah berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *