Sosialisasi Pengelolaan Limbah, UMB Hadirkan Poster Edukatif di SLBN 6 Jakarta

sosialisasi-pengelolaan-limbah-umb-hadirkan-poster-edukatif-di-slbn-6-jakarta-odi

Poster Edukatif Perkuat Program Pengelolaan Limbah di SLBN 6 Jakarta

Beritasosial.com – Upaya membangun kepedulian lingkungan di sekolah memerlukan lebih dari sekadar tersedianya tempat pengumpulan sampah atau agenda rutin. Informasi yang mudah dipahami juga menentukan apakah siswa, guru, dan orang tua dapat terlibat secara konsisten. Atas kebutuhan tersebut, tim dosen Universitas Mercu Buana (UMB) menyiapkan enam poster edukatif untuk mendukung sosialisasi pengelolaan limbah di SLB Negeri 6 Jakarta.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama April hingga Juni 2026. Program tersebut berfokus pada penguatan komunikasi visual bagi kegiatan lingkungan yang telah dijalankan sekolah, termasuk pengumpulan botol plastik bekas, minyak jelantah, serta pembuatan eco-enzyme dari bahan organik.

Sebelum poster dikembangkan, pelaksanaan program pengolahan limbah di sekolah belum ditunjang media informasi yang memadai. Kondisi itu membuat jadwal kegiatan belum selalu diketahui atau diingat oleh seluruh pihak, terutama sebagian guru dan orang tua siswa. Kehadiran materi visual dirancang agar informasi penting dapat dilihat kembali di lingkungan sekolah tanpa hanya bergantung pada penyampaian lisan.

Informasi yang Mudah Diakses untuk Warga Sekolah

Enam poster yang dibuat memuat beragam kebutuhan komunikasi. Ada materi yang menjelaskan tahapan pembuatan eco-enzyme, ada pula poster mengenai jadwal pengumpulan botol bekas dan minyak jelantah. Selain memberikan petunjuk praktis, materi tersebut menyampaikan ajakan untuk melihat limbah sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan.

Visual dalam poster memperkenalkan kemungkinan pengolahan limbah menjadi produk bernilai guna, seperti kerajinan dan lilin. Pesan seperti ini penting untuk membantu warga sekolah memahami bahwa pengelolaan limbah tidak berhenti pada kegiatan memilah atau mengumpulkan, tetapi juga berkaitan dengan pemanfaatan kembali bahan yang tersedia.

Tim memilih warna-warna cerah, ilustrasi, foto, judul berukuran besar, dan bahasa yang sederhana. Sejumlah materi memakai pendekatan ilustrasi bergaya komik agar lebih menarik perhatian siswa. Pemilihan bentuk komunikasi tersebut mempertimbangkan keberagaman pembaca di lingkungan SLBN 6 Jakarta, mulai dari peserta didik hingga guru dan orang tua.

Setiap poster dicetak dalam ukuran A2 dan ditempatkan di sejumlah titik strategis sekolah. Penempatan ini memungkinkan pesan mengenai jadwal, cara pengolahan, serta manfaat kegiatan lingkungan tetap terlihat dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, poster tidak semata berfungsi sebagai pelengkap ruang sekolah, melainkan dapat menjadi pengingat yang terus digunakan.

Desain Visual sebagai Bagian dari Edukasi Lingkungan

Ketua tim pelaksana, Octavianus Bramantha, menekankan bahwa keberhasilan kegiatan lingkungan berkaitan erat dengan cara informasi disampaikan kepada warga sekolah. Program pengolahan limbah perlu dipahami sebagai kebiasaan bersama, bukan sekadar aktivitas yang dilakukan pada waktu tertentu.

“Persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan dengan menjalankan program pengolahan limbah. Informasi mengenai cara, jadwal, dan manfaat kegiatan juga harus disampaikan secara efektif agar seluruh warga sekolah dapat terlibat. Melalui desain komunikasi visual, kami ingin menjadikan poster bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan media edukasi yang membantu membangun kebiasaan peduli lingkungan secara berkelanjutan,” ungkap Octavianus, Minggu (18/10/2026).

Bersama Wilsa Pratiwi dan Nandang Wahyu Setia Abdi Buana, Octavianus menyusun materi yang berupaya menghubungkan informasi praktis dengan pesan motivasional. Pendekatan ini menempatkan desain komunikasi visual sebagai sarana untuk memperjelas instruksi, menarik perhatian, dan mendorong keterlibatan dalam kegiatan yang telah tersedia di sekolah.

Komunikasi yang tepat sasaran tidak hanya ditentukan oleh banyaknya informasi dalam sebuah media. Isi pesan juga perlu mudah dikenali, dipahami, dan dapat digunakan oleh penerimanya. Dalam konteks sekolah, hal tersebut berarti petunjuk harus cukup jelas bagi guru dan orang tua, sekaligus cukup menarik dan sederhana bagi siswa.

Penggunaan visual membantu menerjemahkan informasi tertulis menjadi pesan yang lebih mudah diikuti. Misalnya, langkah pengolahan sisa bahan organik untuk eco-enzyme dapat disajikan melalui gambar yang berurutan. Sementara itu, informasi mengenai pengumpulan botol plastik maupun minyak jelantah dapat ditampilkan dengan penekanan pada jenis bahan dan waktu pelaksanaan kegiatan.

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UMB

Proses pembuatan poster turut melibatkan dua mahasiswa Desain Komunikasi Visual UMB, yakni Fachri Ihsan Firdaus dan Raynald Wahyu Agustian. Keterlibatan mahasiswa memberi ruang bagi penerapan kemampuan desain dalam kegiatan yang menjawab kebutuhan langsung di lingkungan pendidikan.

Bagi Universitas Mercu Buana, program ini menjadi bentuk penerapan keahlian desain komunikasi visual dalam pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa desain dapat mengambil peran praktis dalam mendukung kegiatan sosial dan pendidikan, terutama ketika informasi perlu disampaikan kepada kelompok pembaca dengan kebutuhan yang beragam.

Pengelolaan limbah di sekolah dapat berjalan lebih kuat ketika setiap pihak mengetahui perannya. Siswa dapat memahami jenis limbah yang perlu dikumpulkan, guru dapat mengingat jadwal serta tujuan kegiatan, dan orang tua memiliki informasi yang cukup untuk mendukung kebiasaan tersebut dari rumah. Poster edukatif di SLBN 6 Jakarta diharapkan membantu membangun keterhubungan itu melalui pesan yang jelas, ramah, dan mudah dijangkau.

Melalui materi yang ditempatkan di ruang-ruang sekolah, program lingkungan memperoleh pengingat visual yang hadir secara berkelanjutan. Hal ini dapat membantu kegiatan pengumpulan dan pengolahan limbah menjadi bagian yang lebih akrab dalam keseharian warga sekolah, sekaligus memperkuat pemahaman bahwa kepedulian terhadap lingkungan tumbuh dari kebiasaan yang dilakukan bersama.

Frequently Asked Questions

What is Sosialisasi Pengelolaan Limbah UMB Hadirkan Poster?

Sosialisasi Pengelolaan Limbah UMB Hadirkan Poster is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sosialisasi Pengelolaan Limbah UMB Hadirkan Poster matter?

Sosialisasi Pengelolaan Limbah UMB Hadirkan Poster matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *