Saksi Mata Ungkap Detik-detik Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran
Saksi Mata Ungkap Detik-detik Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran
Saksi Mata Ungkap Detik detik Kebakaran – Kebakaran yang terjadi di Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam menarik perhatian sejumlah saksi mata. Dari lokasi kejadian, salah satu saksi, Jefri (42), mengungkap detik-detik kebakaran yang memakan korban kecil. Menurut Jefri, api pertama kali muncul di area dalam pasar pada sekitar pukul 20.30 WIB. “Awalnya api kecil, tapi semakin membesar hingga mencapai ukuran signifikan dalam waktu sekitar 30 menit,” katanya. Detik-detik kebakaran menjadi fokus perhatian masyarakat sekitar, terutama karena pasar tersebut merupakan tempat yang ramai sepanjang hari.
Detik-detik Kebakaran dan Evakuasi
Pada detik-detik kebakaran, Jefri menyatakan bahwa para pedagang mulai panik saat melihat api merambat ke kios-kios berdekatan. “Api melahap kios burung di sebelah kios saya, lalu mulai menyebar ke area lain. Pedagang mulai membawa barang-barang kecil ke luar,” ujarnya. Saksi mata juga mengatakan bahwa api sempat memakan korban kecil, namun beruntung Damkar datang cepat dan mengendalikan situasi dalam waktu singkat. “Kebakaran mengenai detik-detik pertama cukup cepat, tapi keberhasilan Damkar mencegah kebakaran meluas ke seluruh pasar,” imbuh Jefri.
Penyebab dan Dampak Kebakaran
Sementara itu, menurut informasi yang dihimpun, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sejumlah saksi menyebut bahwa kebakaran mungkin dimulai dari percikan api dari kompor atau kabel listrik yang longgar. Dampak kebakaran tersebut cukup signifikan, dengan sejumlah kios rusak dan barang dagangan terbakar. “Api mengenai detik-detik yang cukup memakan korban kecil, tapi keberhasilan evakuasi mencegah kerugian lebih besar,” katanya. Pasar Jiung, yang menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan lokal, kini sedang diperbaiki setelah kejadian tersebut.
Kebakaran Sebelumnya di Lokasi
Ini bukan kejadian pertama di Pasar Jiung. Sebelumnya, pada April 2026, terjadi kebakaran serupa yang menghanguskan dua kios. Jefri menyatakan bahwa kebakaran di lokasi tersebut sudah terjadi dua atau tiga kali dalam setahun terakhir. “Lokasi kebakaran berbeda, tapi kejadian serupa mengenai detik-detik yang berulang. Tahun ini saja sudah dua kali, dan masyarakat mulai waspada,” ujarnya. Petugas Damkar mengungkapkan bahwa mereka terus meningkatkan kewaspadaan dan menjalani simulasi darurat untuk mencegah kejadian serupa.
“Kebakaran mengenai detik-detik pertama cukup terkendali, tapi kita harus waspada karena setiap detik bisa berubah menjadi krisis besar,” kata seorang petugas Damkar yang hadir di lokasi.
Upaya Pemulihan dan Langkah Pemerintah
Pasca-kebakaran, pihak setempat sedang berupaya memulihkan kondisi pasar. Menurut Kepala Pasar Jiung, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian sekitar Rp50 juta, dengan sejumlah kios dalam kondisi rusak parah. “Kebakaran mengenai detik-detik yang cukup singkat, tapi dampaknya jelas terlihat. Kita sedang melihat kondisi seluruh kios dan melakukan pemeriksaan,” kata perwakilan pihak pasar. Pemerintah setempat juga memperketat pengawasan terhadap sistem listrik di pasar tersebut, sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran.
Detik-detik kebakaran menjadi bukti penting dalam mengetahui kronologi peristiwa tersebut. Saksi mata lain, seperti Ibu Rina (58), mengatakan bahwa api muncul tiba-tiba saat seorang pedagang sedang memasak. “Api muncul dari sebelah kios, lalu membesar dalam waktu 20 menit. Kebakaran mengenai detik-detik yang cukup cepat, tapi kita beruntung bisa mengendalikannya,” ujarnya. Kebakaran tersebut juga memicu kekhawatiran warga sekitar terhadap keselamatan pasar yang selama ini dianggap aman.
Kondisi Saat Ini dan Harapan Masyarakat
Hingga Selasa (2/6/2026) pukul 00.10 WIB, api sudah dapat dikendalikan. Namun, masih ada beberapa area yang sedang dipadamkan sepenuhnya. Jumlah 35 unit mobil pemadam dan 111 personel Damkar dikerahkan untuk mengatasi kebakaran. Menurut Jefri, kejadian ini mengingatkan masyarakat bahwa kebakaran bisa terjadi kapan saja, terutama di tempat yang penuh dengan bahan mudah terbakar. “Detik-detik kebakaran mengajarkan kita untuk selalu waspada, terutama saat memasak atau menggunakan peralatan listrik,” katanya.
Dalam rangka mencegah kejadian serupa, pihak pasar juga mengadakan sosialisasi keselamatan kepada pedagang. “Kita perlu meningkatkan kesadaran pedagang akan risiko kebakaran, terutama di area yang penuh dengan barang mudah terbakar,” tutur Kepala Pasar. Sementara itu, masyarakat berharap langkah-langkah pencegahan tersebut bisa meminimalkan kejadian serupa di masa depan. Dengan adanya saksi mata yang mengungkap detik-detik kebakaran, semangat untuk memperbaiki kondisi pasar semakin membaik.
