Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli di Jakarta Barat
Kasus Pungli di Pertigaan Kamal Viral, DPR: Tindak Segera
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli – Kasus pungutan liar (Pungli) di Pertigaan Kamal, dekat Sambal Bakar Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, yang diunggah ke media sosial viral beberapa hari lalu telah memicu perhatian anggota DPR, Ahmad Sahroni. Ia meminta polisi melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku Pungli ini, agar tidak menyebar ke wilayah lain. “Saya minta Pak Kapolres Jakbar langsung tindak para pelaku. Kejar sampai dapat, ciduk semuanya,” kata Sahroni dalam pernyataannya, Rabu (3/6/2026). Ia menekankan bahwa kejahatan jalanan seperti ini jangan dianggap remeh, karena bisa menjadi contoh bagi pelaku lain yang ingin mengikuti jejak serupa.
Deteksi Pungli di Jalan Umum, Bukti Kebutuhan Reformasi
Pertigaan Kamal menjadi tempat perhatian publik karena terjadi penarikan dana dari pengendara yang melintas. Video yang beredar menunjukkan sejumlah individu diduga melakukan praktik pungli dengan cara memaksa pengemudi membayar dana tambahan di luar tarif yang telah ditetapkan. Menurut Sahroni, kejadian ini menjadi bukti bahwa reformasi di sektor transportasi masih diperlukan. “Kasus seperti ini menunjukkan adanya celah dalam penerapan aturan lalu lintas,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa polisi harus aktif dalam mengawasi kegiatan di jalan umum, terutama di area yang rawan.
Kasus Pungli di Pertigaan Kamal bukanlah kejadian pertama yang terjadi di Jakarta Barat. Sebelumnya, pihak kepolisian telah menangani beberapa kasus serupa di wilayah lain, seperti di kawasan Jalan Raya Kalimalang atau Pertigaan Ciputat. Namun, kejadian di Pertigaan Kamal menarik perhatian lebih karena menimbulkan kekawatiran tentang keberlanjutan praktik tersebut. Sahroni meminta kepolisian tidak hanya mengungkap pelaku, tetapi juga memastikan tindakan tegas yang berdampak jera. “Kita harus memberikan efek penindakan yang mampu mengurangi gejolak di jalan umum,” imbuhnya.
Komite Investigasi: Pungli Perlu Dimulai dari Atas
Dalam wawancara dengan media, Sahroni menyatakan bahwa tindakan pungli di Pertigaan Kamal bisa menjadi sinyal awal untuk melacak praktik serupa di tingkat lebih tinggi. “Kebiasaan ini sering kali dimulai dari pegawai atau penegak hukum yang terlibat langsung,” ujarnya. Ia menyoroti pentingnya transparansi dalam proses pungutan dan mendorong pemerintah daerah serta kepolisian untuk memperketat pengawasan. Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas, kini juga menekankan perlunya kerja sama antar lembaga untuk menutup celah korupsi yang bisa merugikan masyarakat.
Kasus ini memicu diskusi mengenai tanggung jawab lembaga terkait dalam menindak tegas pelaku. Beberapa warga mengungkapkan bahwa Pungli di Pertigaan Kamal terjadi secara rutin, dengan para pelaku berpura-pura menjadi petugas lalu lintas. “Saya sering melihat ada yang meminta uang sebelum memberi tiket,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Dengan adanya video viral, masyarakat semakin waspada dan meminta tindakan nyata dari aparat penegak hukum. Sahroni menegaskan bahwa tindakan tegas akan memberikan efek positif untuk memperkuat kepercayaan publik.
Upaya Penegak Hukum: Antisipasi Penyebaran Pungli
Menurut Sahroni, kepolisian harus menindak pelaku Pungli segera setelah kejadian terjadi. “Jangan sampai masyarakat merasa takut atau tidak nyaman hanya untuk melintas di jalan umum,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi langkah kepolisian yang telah mengambil inisiatif dalam menangani kasus tersebut. “Ini menunjukkan komitmen untuk memerangi kejahatan jalanan,” ujarnya. Namun, ia menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten, agar tidak ada pelaku yang merasa aman untuk terus melakukan tindakan serupa.
Sebagai wakil ketua Komisi III DPR, Sahroni berharap kepolisian dapat berkolaborasi dengan instansi lain untuk mengidentifikasi sumber dana yang diperoleh dari Pungli. “Kita perlu mengungkap apakah ada oknum yang mendapat setoran miliaran rupiah setiap hari dari praktik ini,” kata Sahroni. Ia menegaskan bahwa tindakan tegas harus disertai dengan investigasi menyeluruh, agar bisa menangkap pelaku dari hulu hingga hilir. “Tidak hanya menangkap, tetapi juga menindak tegas secara proporsional,” imbuhnya.
Respon Publik: Kebutuhan Perubahan Sistem
Kasus Pungli di Jakarta Barat juga mendapat respons dari masyarakat. Banyak pengendara merasa kesal karena harus membayar dana tambahan di luar batas aturan. “Pungli ini seperti begal, hanya terjadi di jalan raya,” ujar seorang pengemudi. Sahroni menyatakan bahwa kejadian ini adalah tanda bahwa sistem transportasi di daerah tersebut perlu diperbaiki. “Jangan sampai masyarakat merasa bahwa jalan umum menjadi tempat untuk melakukan tindakan tidak sopan,” katanya. Dengan tindakan tegas dari polisi, diharapkan masyarakat akan lebih percaya pada keadilan di jalan umum.
