28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo

a53b7d9e-c624-422b-a218-7c8baec839cb-0

28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo

Beritasosial.com – JAKARTA – Sejumlah 28 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Tengah memberikan kesanggupan untuk menjadikan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri sebagai tempat penyelenggaraan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Acara tersebut rencananya diadakan pada 1 hingga 5 Agustus 2026, dengan tujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antarwilayah dalam memajukan organisasi Nahdlatul Ulama. Pernyataan dukungan dikeluarkan secara resmi oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Imam Satibi, serta Ketua Tanfidziyah PCNU Pemalang, Kiai Abu Joharudin Bahry. Kedua tokoh tersebut menegaskan bahwa keputusan ini mencerminkan aspirasi bersama dari 28 PCNU di wilayah tersebut, yang terus memperhatikan perkembangan terkini dalam kegiatan eksternal dan internal NU.

Proses Persetujuan dan Harapan Masa Depan

Dukungan ini diberikan setelah pihak PCNU mempertimbangkan surat yang ditujukan dari Majelis Pengasuh Ponpes Lirboyo. Surat tersebut, bernomor 001/G/AZM/P2L/V/2026, dikeluarkan pada 19 Mei 2026 dan menjelaskan kesiapan pesantren sebagai tuan rumah acara. Imam Satibi menjelaskan bahwa alasan utama pemilihan Lirboyo meliputi kemampuan pesantren tersebut menjadi representasi keberhasilan NU, fasilitas yang memadai, serta dukungan dari pesantren besar di berbagai daerah. “Kami percaya bahwa menggelar Muktamar di Lirboyo akan menjadi bagian dari Latest Program yang mendorong partisipasi lebih luas dalam pengambilan keputusan strategis NU,” tambahnya.

Pemilihan Ponpes Lirboyo juga dianggap sebagai langkah untuk menegaskan peran penting pesantren dalam membentuk nilai-nilai ukhuwah, marwah, serta keberlanjutan jam’iyah NU. Lokasi tersebut diharapkan bisa menjadi sarana belajar bagi peserta muktamar dalam mengelola pesantren, serta menciptakan suasana yang lebih stabil dan aman selama pelaksanaan acara. Kiai Abu Joharudin Bahry menambahkan bahwa pihak pesantren telah menunjukkan komitmen tulus untuk mengemban amanah tersebut, dengan menyiapkan berbagai fasilitas dan sumber daya yang memadai.

Kesiapan dan Kontribusi Ponpes Lirboyo

Latest Program ini bukan hanya tentang lokasi acara, tetapi juga menunjukkan keseriusan PCNU Jateng dalam melibatkan pesantren sebagai pusat pengambilan keputusan. Ponpes Lirboyo, yang memiliki sejarah panjang dalam pendidikan keagamaan dan pengembangan kebudayaan, diharapkan menjadi tempat yang memperkuat jaringan nasional dan internasional NU. Sejumlah 28 PCNU telah sepakat bahwa tempat penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU tersebut memiliki potensi besar untuk mengangkat citra NU sebagai organisasi yang progresif dan terbuka.

Dalam pernyataannya, Imam Satibi mengatakan bahwa keputusan ini bukan sekadar seremonial, tetapi dukungan resmi yang disampaikan kepada PBNU melalui DIGDAYA sebagai wadah suara kolektif PCNU Jateng. “Muktamar adalah bagian dari Latest Program yang mendorong keberlanjutan agenda strategis NU di masa depan,” ujar Imam Satibi dalam pernyataan resmi, Senin (6/7/2026). Pemilihan Lirboyo juga dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi pesantren dalam mewujudkan kemaslahatan bersama, serta mencerminkan kepercayaan kepada kesiapan pesantren dalam memimpin acara besar.

Kepemimpinan ponpes Lirboyo dalam acara ini diharapkan memberikan dampak positif bagi penguatan kembali sistem pendidikan Islam di Jawa Tengah dan Indonesia secara keseluruhan. Dengan menggabungkan tradisi keagamaan dan modernisasi, acara Muktamar Ke-35 NU di Lirboyo akan menjadi contoh bagus bagaimana pesantren bisa berperan aktif dalam kebijakan nasional. Selain itu, Lokasi tersebut juga dianggap mampu memperkuat sinergi antarwilayah dalam menghadapi tantangan global dan lokal.

Latest Program yang dipilih sebagai tema utama ini sejalan dengan visi PBNU dalam meningkatkan partisipasi aktif dari seluruh cabangnya. Dukungan dari 28 PCNU se-Jateng menunjukkan bahwa pesantren bisa menjadi pilar utama dalam pengambilan keputusan. Muktamar Ke-35 NU di Ponpes Lirboyo diharapkan menjadi langkah strategis untuk menghadirkan ide-ide baru yang bisa memperkuat jaringan organisasi dan mengembangkan program-program inklusif. Dengan memilih lokasi yang berada di tengah daerah yang strategis, acara ini bisa mencapai target partisipasi yang lebih luas.

Menurut Imam Satibi, pembinaan kelembagaan pesantren di Jawa Tengah telah terus berkembang, dan Muktamar Ke-35 NU akan menjadi momentum penting untuk menegaskan peran pesantren dalam transformasi NU. “Kami yakin bahwa dengan dukungan ini, acara akan berjalan adil, bermartabat, dan bebas gangguan,” jelasnya. Pemilihan Lirboyo juga dinilai sebagai bentuk penghargaan atas peran pesantren dalam membangun masyarakat dan meneguhkan nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi NU. Dengan menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35, Ponpes Lirboyo diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memajukan organisasi ini di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *